@GUSW’s Personal Sites

menebar SENYUM merajut UKHUWAH

Berkaraoke dengan XMMS lyrics plugins

Sambil XMMS memutar mp3, kita bisa menikmati text lirik yang berjalan sesuai dengan time tagnya. Caranya tulis lirik sebuah lagu pada text editor tambahkan time tagnya, simpan pada directori dan nama yang sama dengan letak *.mp3-nya namun berekstention *.txt atau *.lrc. Syukur – syukur kalau ada mp3 karaoke-nya.

Jika di Winamp Windows ada banyak plugins lirik, seperti Kuo’s Lyrics Displayer yang cukup populer, lyrics plugin for winamp dengan interface yang matching dengan winamp, lyrics euy yang bisa transparan, lyrics show for winamp dengan tampilan mirip text VCD, dan masih banyak lagi, maka di linuxpun walau jumlahnya masih sedikit juga memberikan fasilitas serupa. Sampai saat menulis informasi ini, saya baru mengetahui 2 plugins yang bisa memunculkan lirik.

1. XMMS Lyrics Plugins, besarnya cuma 15 kb, dibungkus dengan paket instalasi rpm mebuat XMMS Lyrics Plugin sangat mudah diinstall. Double klik file-nya masukkan password root, beres. Kita tinggal masuk Preference XMMS (Ctrl+P), pilih tab Effect/General Plugins aktifkan Lyrics Plugin (liblyrics.so), akhirnya saat mp3 diputar jika mendapatkan lirik lagu yang sudah ada time tagnya Lyrics Plugins akan muncul secara otomatis. Bentuknya menyerupai bentuk notepad hanya saja dia menyorot text lagu sesuai dengan nyanyiannya. XMMS Lyrics Plugins hanya menangani time tag dengan bentuk [00:00]. Serta tidak menyertakan sofrware pembuat time tagnya. Kelemahan software ini adalah tatkala Playlist di remove all, maka XMMS akan ikut menutup.

2. XMMS Singit. dikembangkan karena terinspirasi Kuo’s lyrics displayer Winamp. Instalasi yang saya jumpai masih melalui compiling souce code, sehingga memerlukan ketergantungan – ketergantungan yang jumlahnya banyak. Pertama kali menginstall XMMS Singit saya sampai putus asa mencari file ketergantungan yang tidak kunjung ketemu, namun syukurlah akhrinya XMMS Singit bisa terinstall. XMMS Singit menangani time tag dalam bentuk [00:00], [00:00.000] dan akan hang jika anda menggunakan time tag [00:00:000] perhatikan penanda pemisah dibelakang detik yang berupa titik dan bukannya titik dua. XMMS Singit memiliki dua jendela untuk memunculkan lirik, jendela pertama meghasilkan tampilan mirip Notepad namun lebih bagus dibandingkan XMMS Lyrics Plugins. Sedangkan jendela keduapun juga memiliki tampilan mirip Notepad namun dengan model sorot mengalir, jadi seakan – akan menyesuaikan dengan kata – kata lagu, dan jendela kedua ini bisa dibuat full screen. Kedua jendela ini bisa ditampilkan bersama – sama atau ditampilkan salah satunya. Software pembuat waktu (time tag)pun telah diincludekan. Kesimpulan saya, XMMS Singit adalah plugins lirik terbaik yang dimiliki XMMS.

Install saja salah salah satu atau kedua plugins diatas, tancapkan microfon, kalau tidak punya mp3 karaoke aktifkan saja plugins penghapus suara dalam preference tab Effect/General Plugin, selamat berkaraoke ria……..  :)

*) Tulisan ini dibuat dengan XPde Notepad lingkungan desktop XPde Linux Mandrake 9.1 pada tanggal 06/01/04 pukul10:44:43.
== Kedua lyrics tersebut bisa anda download dari url saya, http://www.liriknasyid.cjb.net, atau untuk inforamasi update terbarunya dicoa saja cari melalui search engine.

  • 4 Comments
  • Filed under: Info Software
  • Mewindowskan Linux

    Untuk pindah dari OS Windows ke Linux memang pilihan berat. Jujur saja, untuk keperluan sendiri, jika Windows serta software pendukung lainnya di jual secara manusiawi saya memilih OS Windows. Alasan saya Windows sudah sangat familiar, ibarat Alif, Ba, Ta nya Windows tau semua. Mungkin dari kebiasaan selama bertahun – tahun bekerja di Windows, sehingga jika bekerja di Linux serasa bekerja di tempat lain. Kurang nyaman begitulah ungkapan yang tepat. Kali saja lain ceritanya jika LInux adalah OS yang pertama kali saya geluti. Saat berada di Linux terasa bekerja di tempat yang aneh, fikiran saya langsung tertuju pada bentuk Lingkungan Desktopnya yang belum familier, tapi ada juga rekan saya yang tidak begitu mempedulikan bentuk desktopnya. Entah itu GNOME, KDE, XFCE, ICEwm, katanya nyaman – nyaman saja.

    1. QVWM
    “Mungkinkah Linux bisa dibuat seperti Windows? “ Pertanyaan inilah yang selalu saya tunggu jawabannya. Saya baru menemukan jawaban pertanyaan ini tatkala membeli manual Trustik Merdeka. Dari manualnya tertulis jika qvwm adalah desktop yang sama persis dengan Windows 9x. Namun dalam buku tersebut ditambahkan kurang lebih qvwm kurang diminati karena sudah “crasch” sama pengguna Linux sendiri … :) . Namun saya penasaran juga. Akhirnya setelah download saya mencoba install qvwm dan sudah sukses terinstall, namun sayang waktu itu saya tidak tahu cara mengkofigurasinya maklum masih newbie banget, belum berani nyoba ngutak atik, jadi mesti sudah terinstall tetapi tidak tahu cara masuk ke lingkungan desktop qvwm. Sehingga dengan menggigit jari cuman mengetahui dari gambarnya kalau desktop qvwm persis dengan desktopnya Windows. Dalam hati cuman bisa berkata “Hmm.. memang cracsh sama penggunanya ….  :)

    2. XPde
    XPde saya temukan pertama kali dari searching di Google, memang sengaja browsing mencari lingkungan desktop di linux yang mirip Windows selain qvwm XPde dibuat dengan menggunakan Kylix atau Delphinya Linux. Setalah di download langsung saya install pada Linux Mandrake 9.1, dan untunglah sukses. Tidak hanya terlihat sepintas tetapi memang sama persis dengan Windows XP dengan style Win 98. Walaupun di sana sini masih banyak kelemahan, tetapi seratus persen rekan yang berkunjung ketempat saya pasti mengatakan kalau yang saya gunakan adalah OS Windows. Saya merasa nyaman bekerja dengan XPde, ya seperti bekerja di Windows. Tombol Start Menu menyediakan menu Turn Off Komputer, Log Off, Run, Help and Support, Setting, Documents, dan Program tentunya sama dengan Start Menunya Windows.

    Kelebihan XPde adalah bentuknya yang seperti Windows XP. Pada taskbar, sebelah kiri adalah tombol start dan sebelah kanannya penunjuk waktu. Bentuk desktop maupun menu – menu didalam desktop properties mencontoh habis Windows. Tersedia juga Task Manager, regedit, Control Panel, File ‘windows” Explorer, Shell yang dinamakan Command Prompt, Note Pad, dan kalkulator. Letak shortcut program bisa diakses lewat desktop ataupun dari Start Menu ->Program.

    Kelemahan, walaupun XPde ini secara interface sudah persis windows, tetapi secara fungsi masih banyak kekurangannya, diantaranya banyaknya menu – menu yang belum berfungsi atau hanya sekedar pajangan. Penambahan shortcut pada Start Menu mesti dilakukan secara manual yaitu dengan membuatkan text penghubung satu persatu, belum disediakan wizard yang nyaman, akhirnya lebih asik nge-run program lewat Menu Run atau Shell. Penanganan ekstention yang masih buruk membuat saya lebih senang menggunakan file eksplorernya KDE atau konqueror ketimbang File Explorernya XPde sendiri.
    Tapi kesan saya, nyaman juga bekerja dalam lingkungan desktop XPde, karena pihak XPde juga akan terus mengembangkan proyek ini. Salah satu tujuan proyek XPde adalah untuk mempermudah Newbie yang bermigrasi dari Windows.

    3. KDE dengan Style XP.
    KDE adalah salah satu desktop favorit saya karena kemiripannya dengan Windows lebih – lebih sejak saya mendapatkan style XP. Style XP saya dapatkan dari majalah info linux sekitar edisi november, dan telah saya install pada KDE 3.1 dengan sukses. Tetapi saya coba install pada KDE 2.1 tidak bisa berjalan. Style XP ini memang menipu, secara sepintas mirip Windows XP karena Title Bar dan Taskbarnya yang cembung alias mblenduk – mlenduk… :) dan berwarna biru. Bacground desktopnyapun didefault mirip planet Teletubies .. :) Sound untuk login dan logoff mirip kepunyaan Windows XP. Konqueror Web Browsernya secara sepintas mirip IE. Bahkan lebih gila lagi icon – iconnya banyak yang persis kepunyaan windows, icons XMMS berubah seperti Winamp, icons Noatun seperti Windows Media Player, dll. Lebih – lebih saat skin XMMS di ganti dengan skinnya winamp, wis serasa bekerja seperti yang dulu – dulu.

    Nah kalau nuansa desktopnya sangat familier, tidak hanya OS-nya yang stabil dan aman, tetapi saya juga nyaman dan betah berlama – lama di Linux. Bagaimana, tidak ingin mencoba?

    *) Tulisan ini dibuat dengan XPde Notepad pada LInux Mandrake 9.1 dengan lingkungan desktop XPde pada tanggal 06/01/04 pukul 01:39:21 dini hari.
    a. XPde dan qvwm bisa ditemukan dengan searching via http://www.google.com atau http://www.search.yahoo.com, dengan kata kunci “linux: XPde” atau “linux: qvwm” tanpa tanda petik.
    b. KDE dengan Style XP bisa anda temukan pada CD Info Linux edisi sekitar november atau dari http://www.kdelook.org.

  • 1 Comment
  • Filed under: Info Software
  • Linux Komura? Kenapa Tidak!

    “Desktop berbahasa indonesia?, ugh…. susah. Nggak familier”, begitulah saya sering mendengar ungkapan dari bebarapa temen kuliah. Bagaimana tidak sulit, telinga kita yang sudah hafal perintah copy menjadi salin, paste menjadi tempel. Hmm… ternyata ungkapan beberapa teman saya itu tidak selamanya benar. Beberapa waktu lalu sepulang dari tempat kerjanya kakak saya membawa backup-an Linux Komura atau linux Komputer Murah, yaitu linux yang masih mempunyai hubungan kekerabatan sangat dekat dengan Linux Winbi langsung saya install pada sebuah PC Tua. Linux Komura sendiri kelihatannya dirancang untuk ltsp.

    PC tua tersebut adalah sebuah PC builtup dengan spesifikasi prosesor Pentium 200, memory 64 Mb, VGA 2 Mb, HD 3 Gb, sound chard Aztech, Modem Internal (Winmodem), cdrom 8x. Perjalanan komputer tua itupun cukup melelahkan, karena PC tua itu adalah sasaran untuk mencoba – coba menginstall sitem operasi yang menarik hati. Sedikit cerita saya pernah menginstallinya dengan Windows 98 dan mendual OS-kan secara bergantian dengan Linux Mandrake 6.x, Linux Mandrake 9.0, Linux Mandrake 9.1, Linux Trustik Merdeka, serta Linux Komura, dengan space hardisk yang berbeda – beda, dari 500 Mb dengan Mandrake 9.1 sampai 1,2 Gb dengan Linux Komura.

    Saat itu pilihan saya jatuh ke Mandrake karena kemampuan dan kemudahan dalam pemotongan partisi hardisk saat proses instalasi, maupun kemampuannya atuto mounting partisi NTFS, FAT, dan CDROM yang bagus. Pertama kali saya mencoba Mandrake 6.x (saya lupa 6.berapa), linuxnya berjalan kurang stabil, bentuk font pada layar kurang bagus dan sound chard menghasilkan sound yang terputus – putus, lantas dua hari kemudian saya hapus. Setahun kemudian saya ganti dengan Mandrake 9.1. Dalam mandrake 9.1 ini proses loading untuk mencapai desktop KDE berjalan cukup lama +/- 8 menit., terutama saat proses finding module. Sound chardnyapun tidak terdeteksi.

    Sebulan kemudian inginnya diinstalli Linux Winbi karena saya tertarik dengan bahasa indonesianya. Sebagai catatan PC tua ini berada di kamung yang nota bene lingkungan pedesaan, sehingga orang – orang disekitar saya akan kesulitan belajar karena software komputer yang berbahasa Inggris. Tetapi mencari linux Winbi sulitnya minta ampun, dapatnya malah Linux Trustik Merdeka. Seperti kata pepatah tiada rotan akarpun jadi, tiada helm wajanpun jadi, dan tiada Winbi, Trustik Merdekapun jadi. Seharga Rp. 30.000,- plus manualnya Trustikpun terinstall di PC tua. Namun sayang saya tidak berhasil mengkonfigurasi, sehingga hasilnya hanya Linux TM berbasis teks. Akhirnya balik kucing dengan Mandrake 9.1. Namun melihat loading komputer yang sangat – sangat lambat lama – lama jengkel juga …. :) diganti deh dengan Mandrake 9.0, meskipun sound chard tidak terdeteksi namun proses loadingnya berjalan normal.

    Sampai akhirnya diinstalli Linux Komura, wah surprise…. semuanya jadi berbahasa indonesia. Dengan proses instalasi anaconda baceman dari Ret Hat yang mudah sudah tidak diperlukan konfigurasi yang aneh – aneh …. :) masukkan CD maka Linux Komura akan menjadi komputer yang benar – benar murah, dan yang paling penting XMMS saya bisa berfungsi karena deteksi soundcard yang tidak mengalami permasalahan. Proses loadingnya juga lebih cepat karena proses loading modul yang minimun.

    Sesaat setelah terinstall saya hampir – hampir tidak percaya. Desktop saya berbahasa Indonesia semua, dan yang pasti gratis. XMMS saya bisa memutar lagu – lagu faforit duh… senengnya. KOffice pun sudah berbahasa Indonesia. Tentunya seperti bermain – bermain di lingkungan sendiri. Mitos sulit yang selama ini saya dengar musnah sudah. Bahasa Sendiri lebih familier dibanding internasionalisasi, dan saya lebih mudah ngajari anak tetangga yang kecil ataupun orang yang sudah baya untuk belajar komputer, karena mengingat kata simpan lebih mudah ketimbang save, cut dengan memotong, dan lainnya.

    Namun memang masih ada beberapa permasalahan yang saya hadapi saat installasi Komura. Yang pertama, saya masih kesulitan untuk memotong Fat dengan Disk Druid bawaan Komura (atau memang saya yang nggak bisa ya?), dan bagi saya masih mudah pemartisian di Mandrake 9.1. RPM Managernya tidak berjalan sehingga untuk proses install dan uninstall-nya mirip “mencari kutu”. Akses CDROM dan Floppy harus melalui proses mountang – mounting sehingga mesti ke shell untuk kemudian login ke root. Dan mesti terdeteksi tetapi modem internal saya tidak bisa digunakan, sehingga masih belum bisa meninggalkan Windows secara total. Serta terakhir sulitnya Komura ditemukan di pasaran.

    Terlepas dari segala kekurangan Komura, saya tetap mengacungi jempol usaha anak – anak negeri untuk membuat software sendiri, yang legal dan handal. Tentunya kita semua tetap berharap pada tindak lanjut proyek Winbi ini serta turut membantu mencerdaskan bangsa dengan kemampuan dibidangnya masing – masing. Seperti saya yang punya akses publikasi via internet tidak ada salahnya turut mempublikasikan produk anak negeri via internet….  :)

    *)Tulisan ini saya tulis dengan KWord KDE 2.1 Linux Komura pada Komputer berbasis Pentium 200 dan saya selesaikan dengan KWord KDE 3.1 Mandrake 9.1. pada Komputer berbasis AMD K6-500

  • 0 Comments
  • Filed under: Info Software
  • Lelaki Misterius

    “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”

    Semenjak pindah kost di daerah keputih memang terasa beda banget dengan daerah Gebang, entah lokasi kost yang begitu jauh dari kampus atau keadaan kost yang lain sehingga saya mulai memperhatikan tingkah polah warga sekitar. Meski lokasi kost saya boleh dibilang terpencil tetapi karena berada di belakang mushola secara tidak sengaja saya memperhatikan beberapa orang yang lewat jalan belakang untuk menuju mushola. 

    Mataku sering tertuju pada seorang pemuda berumur sekitar 28-an tahun yang selalu hilir –mudik ke mushola lewat jalan belakang tadi. Kulitnya agak sedikit gelap, rambutnya brintik panjang tidak teratur namun selalu diikat, hampir mirip kelompok “under ground” yang rambutnya acak – acakan itu, terkadang rambutnya ditata rapi diurai seperti pelatihnya kesebelasan Senegal, wajahnya sangar, kalau berjalan cuek saja tidak memperhatikan orang – orang disekitarnya, seperti anak – anak EGP.(emang gua pikirin)

    Pernah sewaktu – waktu aku menyapanya tetapi “kurang ajar” dia benar – benar tidak memperdulikannya. Sudah masa bodo. “Ya, mungkin orang aneh, misterius” begitu fikirku saat itu. Hingga suatu saat sepulang kuliah aku terkejut melihat laki – laki misterius itu berada di kostku. Kebetulan teman – teman kostku pada ngumpet dikamar semua. Melihat penampilannya yang memang “sangar” membuatku agak berhati – hati. Aku mencoba menyapanya, “Ada yang bisa aku bantu, Mas?” Eh lelaki ini diam saja, lantas tersenyum. Lalu dia berpaling keluar dari kost. Aku benar – benar penasaran. Aku coba tanya beberapa teman kost senior, karena benar – benar penasaran dengan lelaki misterius tadi. Ternyata O, laki – laki tadi menderita tuna rungu dan tuna wicara. Subhanallah. meski dengan segala keterbatasannya tidak menyurutkan hatinya untuk selalu mengingatNya. 

    Hari – hari selanjutnya sesekali aku menemukan Iful (begitu namanya) main kekostan. Meski bicaranya memakai isyarat namun tidak menyurutkan hatiku untuk selalu berkomunikasi dengannya. Seperti jika kepalanya pusing maka telunjukknya akan diarahkan ke kepalanya lantas diputar – putar. Jika kebingungan maka dengan telunjuknya akan membuat bentuk tanda tanya di udara. Meskipun sesekali aku tidak mengerti maksudnya, namun Alhamdulillah ternyata Iful bisa menulis. Akhirnya tak lama kemudian kamipun akrab. Karena saking akrabnya jika dia terlambat jamaah maka minta idzin sholat di kostku, hatiku terkadang bertanya “Bacaan apa ya, yang dibacanya?” Ah, tentunya pertanyaan seperti ini meski aku buang jauh – jauh. 

    Subhanalloh, saya demikian takjub kepada sang pencipta, yang memberikan segala nikmat kepada kita, alangkah sulitnya untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga jika kita tidak dikaruniai pendengaran serta kemampuan bicara. Tentunya lantunan indah nasyid The Fikr atau Snada tidak akan pernah bisa kita nikmati, tidak bisa menikmati kemudahan telephone, mustahil untuk membaca dan mendengarkan Kitab-Nya, serta Manajemen Qolbu A’a Gym tidak akan pernah bisa kita dengarkan. 

    Tentunya akan merasa beruntung temanku Iful itu dengan segala keterbatasannya. Dia tidak pernah memperguncingkan orang lain, tidak pernah berkata – kata yang buruk, dan tidak pernah mendengarkan hal – hal yang merugikan. Bisa jadi kehidupannya di dunia yang penuh dengan kesunyian dan kesepiannya membuatnya terhindar dari hisabnya. Saya jadi teringat firman Allah dalam Surat Al Israa’ ayat 36 :“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya .“

    Namun tentunya lebih beruntung kita yang mempunyai pendengaran dan bisa berbicara dengan baik jika kita bisa menggunakan pendengaran dan kemampuan bicara ini di gunakan untuk memahami ayat – ayatnya. Serta selalu bersyukur ke pada-Nya karena menurut firmanya kita sangat sedikit bersyukur. 

    “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (As sajdah:9)

    Semoga kita termasuk orang – orang yang banyak bersyukur dengan banyak nikmat yang kita punyai. Bersyukur yok! 

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Kursus Otomotif Khusus Akhwat

    Akhwat memang salah satu makhluk di dunia yang tidak aku mengerti. Baik itu perasaannya maupuntabiatnya. terkadang sesuatu hal yang menurutku baik eh malah menurut dia tidak baik dan sebaliknya. Tetapi pernah juga lho menurutku baik tetapi menurut akhwat itu baik juga. Nah kali ini aku tidak ingin membahas apa itu baik menurutku dan sebaliknya, namun aku ingat sebuah acara yang diadakan oleh bagian akhwat sebuah lembaga dakwah kampus.

    Mungkin kalau akhwat ngadakan kegiatan kursus masak, menjahit, dan sebagainya adalah sudah biasa. Mereka barangkali ingin tampil lain nah coba tebak apa yang dilakukanoleh makhluk yang tidak aku mengerti ini. Sebenarnya sebelumnya aku tidak begitu mengetahui dan kayaknya aku tidak mau tahu, tetapi sehabis sholat ashar di masjid kampus disitu ada tulisan dengan spidol bordmarker besar “SYURO BOM Lantai II Timur sebelah Utara”. Akupun menjadi curiga, jangan – jangan ini ada hubungannya dengan BOM – BOM yang sering mengguncang negara ini. Nah aku mencoba melihat syuro, lho ternyata isinya para akhwat, akhirnya tanpa ragu – ragu lagi aku balik kucing, kembali ketempat semula. Lantas aku tanyakan temen lain, ooo ternyata BOM itu bengkel otomotif muslimah.

    Menurut beberapa sumber yang bisa dipercaya kebanyakan ahwat kan tidak bisa mengendarai motor … eh.. maksudnya memperbaiki motor. Kayak saluran bensin yang ditutup, kebanyakan mereka tidak mengetahui sehingga dipikir motornya rusak, terus dibawa kebengkel. Nah kalo seperti ini yang malu siapa hayoo? Lantas motor distater – stater kok tidak jalan juga, eh ternyata tombol untuk menghidupkan mesinnya belum dipencet. Nah lho..
    Akhirnya berjalan juga BOM itu, pesertanya menurut beberapa sumber membludak, nah aku membandingkan dengan acara yang saat itu di adakan teman – teman Pecinta anak yang mengadakan bengkel juga, yaitu Bengkel Pecinta Anak pesertanya waduh sedikit banget karena kebetulan aku adalah salah satu peserta bengkel pecinta anak (untuk persiapanlah…, mau ikutan BOM juga tidak boleh kan?). Ternyata ibu – ibu itu lebih tertarik untuk mengikuti BOM yang aku rasa tidak begitu banyak memberikan manfaat. Adalah tidak mungkin para ibu – ibu itu menambal bannya sendiri jika bocor. (huwallohualam)

    Nah ceritanya baru lain tatkala pada suatu pagi aku meminjam motor temanku dan aduh mesinnya mati sek. Lantas aku dorong. Nah sampai dibundaran kampus aku ketemu temanku yang akhwat pula sedang medorong motornya yang kelihatan kempes. Aku memang sengaja tidak membawa ke-bengkel krn kelihatannya cuman kerusakan sederhana, aku yakin temanku yang punya motor bisa memperbaiki.

    Siangnya saat ketemu dikampus aku sapa akhwat tadi ,
    “Eh, tadi motornya rusak ya ukhti?”
    “Iya.“katanya
    “Lho katanya para akhwat mengadakan BOM tentunya antum kan pinter, kok tidak diperbaiki sendiri.”
    “Kamu itu tahu temannya sengsara dibiarkan saja” ungkapnya dengan kesal.
    “Motorku juga rusak, padahal aku mau minta tolong antum lho untuk mbetulin.”
    “Yah antum sendiri tidak bisa begitu lho. Gitu kok ngejek.?.
    “Aduh kena nih aku.” gumanku dalam hati.
    “Aku kan belum ikut BOM, makanya tidak bisa.? jawabku sekenanya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Salam
  • Kalau Guru Terlambat

    Mungkin ada benarnya kata orang – orang dahulu kalau masa – masa SMU adalah masa – masa yang tida pernah terlupa. Jika ingat dosen yang berkata “Mahasiswa yang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki ruangan.” ingatanku pasti kembali ke massa SMU dan ketawa sendiri.

    Pernah suatu ketika guruku Bahasa Inggris SMU mengatakan hal serupa. Maka tak ayal lagi anak – anak SMU yang masih bau kencur itu ketakutan luar biasa. Gimana tidak takut kalau tidak mengitu pelajaran pasti di luar ruangan, belum lagi kalau ketangkap guru bp (tidak semuanya) yang bisanya hanya marah – marah tanpa menggunakan pendekatan personal, pasti dech bisa – bisa kita malah mendapat tugas baru menyiram bunga atau kalau apes pasti disuruh membersihkan kamar mandi siswa yang baunya lumayan. Lumayan kecut.
    Pendek kata begitulah, setiap jam pelajaran bahasa Inggris pasti anak – anak tidak ada yang datang terlambat, meskipun ada paling jarang kira – kira cuman satu bulan satu oranglah. Nah hari itu sepuluh menit pertama sejak bell tanda masuk dibunyikan ternyata guru Bahasa Inggris tadi tidak muncul – muncul juga. Akhirnya anak – anak merencanakan sesuatu….

    Lima belas menit, gurunyapun tidak muncul juga. akhirnya ruangan kelaspun ditutup anak – anak dari dalam. Kelambu -kelambupun ditutup membuat ruangan yang semula terang menjadi gelap gulita. Nach baru beberapa saat kemudian guru Bahasa inggrispun datang. Anak – anakpun mengintip dari balik jendela dengan menyingkap sedikit kelambu. Sesaat setelah beliau mencoba membuka pintu beliau menyengirkan alismatanya. Anak – anak yang nakal diruangan itupun cuman ketawa. Di coba lagi untuk membuka, tetap tidak bisa, setelah benar – benar tidak bisa dibuka, bapak guru bahasa Inggrispun mutung (marah) lantas kembali ke ruang guru.

    Anak – anakpun bersorak – sorai kegirangan. “Nah rasainlu memang e-nak disuruh menunggu di luar”, mungkin begitu pikiran anak – anak yang ada diruangan tersebut. Eh tetapi lima menit, sepuluh menit, sang guru Bahasa Inggrispun tidka kembali – kembali juga. Waduh kalau begini ganti anak – anak yang dibuat bingung. Nanti jangan – jangan marah terus lapor BP, bisa disetrap (dihukum) sampai teler nich. Nanti jangan – jangan keluar nilai 5 semua. Wah pokoknya jadi kebingungan sendiri – sendiri, serba salah.

    Akhirnya, ya sudah ketua kelaspun dikorbankan. Rasain kenapa kamu jadi ketua kelas segala, makanya harus bertanggung jawab. Maka dengan agak takut – takut sang ketua kelaspun harus meminta maaf kepada Bapak guru bahasa Inggris tersebut. Eh lantas minggu selanjutnya tetap saja, guru bahasa inggris itupun tidak datang mengajar. Aduh ternyata urusannya jadi berlarut – larut. Makanya…..

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Pak – Pak Gitu Saja Mbulet..!

    Alhamdulillah, hari ini aku senang sekali, sebuah kegiatan entertainment yang begitu menguras tenaga dan fikiran telah terselesaikan. Meski pengunjung yang datang separoh dari target, tetapi tidak terjadi sesuatu yang tidak dinginkan. Tersebutlah seorang satpam penjaga gedung yang barusan dipakai tergopoh – gopoh menemuiku.
    “Wah selamat ya mas, acaranya sukses?” katanya.
    “Terimakasih pak!” kataku
    “Sudahlah kalau yang njaga Pak Kumis pokoknya aman – aman saja. Bayangkan saja mas dari pengunjung yang ribuan tadi tak seorangpun kehilangan barang berharganya.” kata Pak Satpam yang barusan ku ketahui namanya itu sambil mengelus – elus dadanya menandakan kalau penjagaannya sukses.
    “Iya pak, saya dan seluruh panitia ngucapin terima kasih banyak, besuk – besuk jangan pernah kapok ya pak kalau saya mintain bantuan lagi.” Kataku penuh hormat padanya.
    “Iya pokoknya jangan khawatir Pak Kumis siap membantu mas jika mas perlukan.”
    “Iya Pak, sekali lagi terima kasih.” ujarku.
    “Tapi anu mas, saya mbok dikasih rokok, masak dari tadi pagi tidak dikasih rokok sih mas, kan kecut. Pahit rasanya mulut ini.” kata Pak Kumis.
    “Wah rokoknya apa sih Pak?” tanyaku balik, Memang acara ketepatan bulan Ramadhan, sehingga praktis tidak ada sedikitpun makanan.
    “Ya rokok mas.” timpalnya.
    “Mereknya apa Pak, nanti kan kalau tahu mereknya kan enak.” kataku
    “Wah kok rokok itu Mas, ya persenan lah?”
    “Ooo persenan, jangan kawatir pak, besuk saja saya kasih spesial untuk bapak, sekarang saya benar – benar tidak mempunyai uang, habis pak, dipakai teman – teman? Kataku meyakinkan, karena sore itu aku tidak memegang dana satu senpun. Habis semua untuk nalangi kegiatan. Sementara yang megang dana sudah pulang.
    “Wah pasti lupa. Masnya besuk pasti tidak kembali kesini. Pasti berbohong.”
    “Tidak pak, urusanku sama keuangan gedung ini belum selesai, jadi jangan khawatir.”
    “Wah masnya pasti lupa.” Pak Kumispun kelihatan kecewa.
    “Tidak Pak, tapi saya permisi dulu, besuk mbalik lagi kok?” Kataku sambil pamitan sama Pak Kumis yang kelihatan menyimpan sejuta kekesalan.

    Sehari setelah acara itu ada laporan dari salah satu panitia kalau ada karpet pinjaman yang ketinggalan di gedung tempat kami mengadakan acara tersebut. Akhirnya guna menyelesaikan kekurangan dana pinjaman gedung, dana untuk pak Kumis serta mengurus karpet yang tertinggal tadi, aku berangkat dengan seorang temanku ke gedung tempat kami mengadakan acara kemarin.

    Sesampainya di depan gedung, kami berpapasan dengan Pak Kumis, sebenarnya maunya aku ngasih uang yang aku janjikan kemarin, tetapi temanku terburu – buru bertanya kepadanya.
    “Pak Kemarin apa ada karpet tertinggal di sini?”
    “Karpet, tidak ada Mas. Semuanya sudah bersih, tidak yang ketinggalan segala.”
    “Masak pak, karpet diruangan ganti itu lho Pak? tanya temanku.
    “Tidak ada, gedung ini kemarin ditinggalkan dalam keadaan bersih.” kata Pak Kumis.
    “Ooo .. .” Kata temanku.
    Akhirnya aku mengajak temanku tadi masuk ke bagian administrasi untuk mengurus kekurangan
    Uang pinjaman gedung. Setelah urusan dengan keuangan gedung terselesaikan, akhirnya aku dan temanku tadi menemui Pak Kumis untuk menyelesaikan masalah kemarin. Pak Kumis duduk di ruangan satpam sambil mengamati keadaan sekeliling.
    “Pak Siang, pak?” Sapaku.
    “Iya selamat siang.“kata Pak Kumis.
    “Ini pak untuk membeli rokok.” kataku pada Pak Kumis sambil memberikan sejumlah uang yang ku bungkus dengan amplop.
    “Oh iya, terima kasih banyak.” kata Pak Kumis.
    “Eh anu Pak, apa ada karpet tertinggal?”
    “Ooo karpet warna merah tho?”
    “Iya pak!” kataku.
    “Wah kalau warna merah ada, mari aku ambilkan. Kamu tidak ngomong kalau warnanya merah sih. Aku kira karpet warna hijau. Kalau karpet warna hijau tidak ada, kalau warna merah ada.” kilah Pak Kumis.
    “Pak – pak gitu saja mbulet.” kataku

    Yach mungkin karena gaji Pak Satpam itu memang tidak seberapa sehingga kitapun sesekali mesti memperhatikannya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Daurah Sepak Bola

    Setiap kajian jurusan rata – rata mengadakan pembekalan islam dengan training – training keislaman. Begitu juga dengan jurusannya si Ilmi, dengan semangat 45 dia ikuti pelatihan dasar keislaman yang diadakan kajian jurusannya di sebuah masjid komplek perumahan daerah Manyar. Lokasinya memang bagus selain masjidnya lumayan wah juga ada kelas – kelas kecilnya sehingga pelatihannya bisa intensif, tetapi sayang kamar mandinya cuma satu.

    Akhirnya pagi hari setelah sholat subuh, kultum, dan tadarus qur’an anak – anak disuruh mandi. Untuk mensiasati pergantian yang mandi dan yang tidak maka mandinyapun diatur. Sebagian mandi sebagian olahraga. Tetapi apa boleh buat, karena mandinya satu – satu maka yang lain mesti nunggu terlalu lama. Demikian juga yang sudah mandi harus ngapain, akhirnya dari pada bingung – bingung yang sudah mandipun ikut sepak bola, dan terjadilah lingkaran setan. Wah kalau begini ceritanya kapan selesainya ?

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Ayo, Push Up Sampai Goblog!

    Cerita ini aku alami ketika saat SMU dulu. Seperti biasa setiap kali ada penerimaan siswa baru, teman – teman OSIS mengadakan kegiatan PraPenataran atau sebelum Penatara P4 adhik – adhik mesti melakukan suatu kegiatan tertentu supaya diterima oleh masyarakat SMU. Lamanya biasanya 3 hari, jum’at , sabtu dan minggu. Hari jum’at tradisinya membawa bawang putih dikalungkan (saat itu harga bawang putih memang melangit), hari sabtu membawa makanan kecil seharga tertentu dan dikalungkan, harin ahadnya membawa kalung berisi buah -buahan segar. Nah biasanya kalung – kalung tadi di kumpulkan ke panitia, terus panitia menyantap makanan setengah halal itu. Seperti itulah tradisinya. Itu belum seberapa, mereka masih harus ngerjain paper, memakai kaos kaki panjang sebelah, sepatu dari kulit pisang, atau pakai celontengan arang, dan sebagainya.

    Masuknyapun kalau biasanya 06:45 diubah menjadi 05:30, sehingga praktis yang terlambat banyak sekali. Dan memang itulah yang paling dicari panitia. Ada saja kesalahan yang dibuat oleh cawa – cawi (calon siswa dan calon siswi). Meski mereka sudah diterima disekolah paling favorit di kecamatanku ini, tetapi dari OSIS SMU menyebutnya sebagai cawa – cawi, sehingga ada di isukan yang banyak kesalahan tidak akan lulus, nah pada akhirnya mereka tidak bisa diterima disekolah terfavorit ini.

    Yang bertugas membereskan mereka yang bersalah adalah Kopasus. Sialnya aku yang waktu itu pendiam mendapat tugas sebagai Kopasus, apa tidak kurang ajar nich. Katanya biar aku banyak bicara. Nah pagi itu aku ada kefikiran untuk menghukum adhik – ahik yang terlambat tadi, yach push – up. Itulah hukuman paling berat jika dilakukan tiga puluh kali. Tetapi tujuanku menghukum adalah untuk hiburan saja.

    Jam ditanganku menunjukkan pukul 05:45 dua orang bersepeda dengan tergesa – gesa masuk ke lapangan pembataian masal.
    “Ayo ini masih ada yang telat juga, padahal kemarin sudah diperingatkan. Gimana kalian bisa masuk SMU ini kalau telatan gini. Ayo ikut mas yang berbaju putih itu? Cepat Goblok!” Bentak temanku pada dua adhik yang terlambat tadi. Kedua anak yang baru lulus SMP itupun dengan ketakutan mengikutiku. Wajahnya menyiratkan ketakutan luar biasa. Sorot matanya menunduk kebawah seperti harimau yang baru saja kalah berperang.
    “Sudah kita berhenti di sini, mulai dari kiri, kenapa kamu terlambat?” tanyaku
    “Anu mas, saya mbangkong (=terlambat bangun)?”
    “Alasan, memang tidak dibangunkan sama bapak dan ibu kamu?”
    “Bapak dan ibuku juga mbangkong.“kata anak itu.
    “Ah alasan klasik. Coba kamu kenapa terlambat ?”
    “Anu mas ban saya kempes, sehingga harus jalan kaki ?” kanyanya
    “Ooo begitu, alasannya semua alasan klasik, tidak masuk akal, apa kamu kira aku ini juga tidak bangun pagi. Sama rumah saya juga jauh, saya juga naik sepeda, tetapi saya tidak terlambat bangun, sepeda saya juga tidak bocor. Nah kamu berdua kamu tahu kalau kamu itu salah? Ha!!”
    “Iya mas. Kami tahu.” Jawab mereka serempak.
    “Baik sekarang kamu siap dihukum?” tanyaku
    “Iya mas.”
    “Oke, baik sekarang jongkok, kaki dilempar kebelakang, cepat push-up. Push Up sampai Goblok, ayo cepat!!
    Mereka berduapun akhirnya push -up.
    “Cukup, cukup, cukuuuuup!, Oke, kamu berdua, ada pertanyaan nich dua tambah tiga berapa?”
    “Lima mas.”
    “Berapa aku kurang dengar?”
    “Lima mas!”
    “Masih pinter, ayo push up lagi sampai Goblok Cepaat.”

    Setelah itu kira – kira satu bulan kemudian salah satu dari dua orang yang tak hukum tadi adalah tetanggaku, cuman dia sekolahnya sejak SD bukan didaerahku, sehingga aku tidak mengenalnya. Wah aku jadi malu nich..

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Pesan


    yuri
    ehmmm....kak nda' ngerti....chord gitar kok hampir...

    Agus Waluyo
    #M.Akhi... Hehehe.. makanya pindah saja ke SMPN 1 ...

    muhammad akhi
    waduhh.... enak ya.. punya guru yg bisa pemrograma...

    Agus Waluyo
    #astri yulidar,silahkan saja, monggo kalau mau amb...

    astri yulidar
    ass... mas agus ....apa yang ada di blognya mend...

    Kirim Pesan? Klik disini

    Kalender

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

    Tentangku

    Agus Waluyo, online sejak 02/02/02, asli Durenan, Trenggalek, tetapi mulai awal tahun 2008 tinggal di Malang. Seorang guru honorer SMP yang suka iseng nulis. Selain situs ini juga admin Blog SMP, dan Lirik Nasyid. Dapat dihubungi melalui e-mail ataupun Ym di kank_agus(at)yahoo.com.

    Halaman