menebar SENYUM merajut UKHUWAH
6 Jun
Beberapa waktu yang lalu aku mengalami problem komputer yang cukup membingungkan… Bagaimana tidak, sebuah PC yang sekarang mendompleng tugas - tugas keseharian tiba - tiba mati… Kalau mati tetapi mati terus nah.. ini baru komputernya perlu dimusiumkan
Tapi ini tidak… kadang mau nyala kadang tidak mau dinyalakan. Kalau sudah tidak mau dinyalakan ya sudah dimatikan saja. Tapi kita tunggu 10 menit sampai 1/2 jam…. lantas dinyalakan lagi.. nah udah nyala…. Kalau sudah nyala meski mau ‘dipanjer’ 24 jam tidak bakalan mati.., walaupun direset berkali - kali. Tapi jika sekali saja di shutdown lantas tombol power dimatikan, alamat jelek, nggak bakalan bisa nyala lagi … :). Paling sial jika listriknya mati. Kadang pernah sampai seharian penuh nggak mau nyala - nyala.
Pertama kali aku curiga sama kabel dari power ke PLN, eh tapi walau ganti - ganti kabel power tetap saja komputernya tidak mau menyala. Jangan - jangan tombol On/Off komputer? Eh, setelah ditest nggak ada masalah. Tombol On/Off-nya normal - normal saja. Kenapa sih komputer ini? Ya sudah kayaknya Power AT nya kudu diganti yang baru…
Untunglah di tempatku ada temenku Mas Yudiantono yang suka memperbaiki alat - alat elektronik. Power AT-nya tak lepas direparasi untuk diperbaiki. Pertama kali dicoba powernya mau nyala… Kata temenku “Tidak apa - apa gini loh?”. Lantas aku menimpali “Coba dimatikan sekali lagi powernya.” Ternyata benar Power AT-nya nggak mau nyala. Dicoba di On kan berkali - kali tidak mau nyala. Tapi kadang - kadang mau nyala. Tetapi frekuensi menyala dan tidak menyala saat di Onkan bisa dikatakan 1:25 Akhirnya dibongkar deh power AT-nya. Biasanya yang rewel adalah transistor, setelah dilepas di test nggak ada masalah. Jangan - jangan diodenya… ditest nggak ada masalah, kapasistor ditest aduh nggak ada masalah juga. Melepas beberapa komponen lantas mengetes.. sangat - sangat melelahkan. Aku yang cuman melihat sampai mengantuk :o. Ya sudah tak tinggal tidur… :). Hampir - hampir mau terlelap… Temenku tadi berteriak… “Sudah ketemu”.. oh ternyata yang eror resistornya 330 K .. di test sama ohmmeter cuman menunjukkan nilai nol, padahal tuh resistor kelihatannya sehat - sehat saja. Dan dengan Rp 100,- komputernya sudah bisa untuk berkativitas kembali..
Terimakasih banget mas Yudi.. jadi menghemat biaya untuk membeli Power he.. he.. he..
Hal ini tak tulis ya… barangkali ada yang mengalami hal seperti komputer kepunyaan saya. Ketimbang membeli power baru
Eh iya… yang sedang Ujian Akhir Semester, semoga dapat nilai terbaik.
Serta buat aRek - aRek fIsIkA ‘98, sebaiknya kita matangkan rencana ke Tretes…, jika banyak pihak menginginkan hari dan tanggalnya diundur… tak apa - apa… demi kebaikan bersama bukan? Lebih - lebih Boss Fauz yang siap dengan donasinya akan meluangkan waktu-nya untuk pulang ke Indonesia dan berbagi cerita… Sekalian untuk Fauz yang di England kalau pulang ke Indonesia bawakan kucirnya David Beckam, sama pesanan saat ‘u di Rio De Janeiro… kuncungnya Ronaldo …
6 Jun
Mo nulis apa ya? Eh iya… kemarin dapat kiriman lirik nasyid dari Mas Wewr di Aman yang ngasih lirik nasyid Malay se“ambreg”, seharian mensubmit lirik - lirik tersebut agar terconvert ke htm. Jazakalloh banget. Thank’s juga buat My Brother yang telah membuatkan generate html-nya sehingga mempercepat kerjaan, sedangkan lirik Indonesia kayaknya update-nya lambat banget, habis memang lirik saya sudah habis sejak akhir tahun kemarin, tak ada yang bisa diketik lagi… :), sedangkan apa ya, kalau boleh saya bilang saudara - saudara yang di Indonesia nich jarang yang ngasih kontribusi :(, akhirnya yang banyak ya.. lirik Malaysia…. Jadi buat rekan - rakan atau sadara - saudara yang dari Indonesia silahkan mengirimkan liriknya, untuk apa sih di simpan di PC ? Lama - lama bisa mateng kan liriknya …
Kirim - kirim salam saja deh, buat Rendra di Brawijaya Malang, mana mailnya ?. Ingat Malang jadi ingat sama Hendra (Sumbar) yang dulu kuliah di ITN, kabare yoopo jreng? Fauz di Rio de Janeiro, Brazil, kapan Yahoo Mesengeran lagi? di Krasan - krasain wae di negeri Orang ? Untuk Roma wis kerja apa belum? Abud… ? Sudah jadi pegawai bank apa belum nich ? Siap - siap wae jadi donatur …:) . Buat Vijai, Om Wekwek, kapan nich majune?
Arek - arek Mantan Pengurus Manarul Ilmi, Kang Mas Yoel, sibuk binis saja ya? Sudah berapa bintangnya ? Mas Alfan yang sering berkunjung… moga tambah uhuiii saja. Ibnu, lama tak jumpa nich? Kapan ngomong - ngomong lagi. Dafiq? Ngapain di Tangerang Fig kerja ndik opo? Baidhowi…. eh Bai dapat salam dari someone he.. he.. he.., jangan cemberut saja, tersenyum…. Dan buat semuanya saja… salam ukhuwah dan persahabatan…
6 Jun
Dari Spellcheck Bahasa Indonesia hingga Upgrade
SPELLCHECK
Di depan komputer sungguh pekerjaan paling menyenangkan, apalagi kalau ada hubungan sama ketik mengetik, XMMS memutar lagu favorit, headset terpasang di kepala, terasa dunia seperti milik sendiri. Untunglah saya mempunyai kecepatan mengetik yang lumayan, lumayan payah…. :). Sampai saat ini saya menggunakan sistem mengetik setengah buta, karena untuk mengetik angka - angka masih melirik keyboard. Di sana - sini banyak kesalahan kata tertulis, seperti penulisan kata “dalam” sering tertulis “dlam”, atau “dalm”, kata “menjadi” tertulis “menajadi” dan masih banyak lagi. Saya kurang tahu persis apakah sudah tersedia Spellcheck dalam Bahasa Indonesia untuk OpenOffice? untuk itulah saya mencoba mempermudah, minimal pekerjaan saya sendiri.
Pada awalnya Spellcheck bahasa Indonesia ini saya gunakan untuk Spellcheck pada M$Word. Tetapi karena type database yang berbeda, konvert data dari Spellcheck Word ke dalam database Spellcheck OpenOffice adalah salah satu jalan yang harus ditempuh. Kurang lebih satu hari ngutak - ngatik bagaimana convert tercepatnya, tetapi sayang gagal dan terus gagal. Akhirnya berubah fikiran untuk mengentri satu persatu kata. Setelah ditemukan cara tercepat, pengentrian hanya membutuhkan waktu satu jam saja, Ya… karena saya mesti mengentri 20-an ribu kata.
Berhubung setiap file hanya diijinkan berukuran 20 kb atau sekitar 2000 kata, guna mempermudah editing, file - file nya saya pecah berdasarkan abjad awalnya, dampaknya ada sekitar 30-an file. Terkadang ada suatu kata yang berabjad tertentu terdiri lebih dari 4000 kata. Lebih - lebih OpenOffice membedakan huruf besar dan kecil. kata “bermain” berbeda dengan “Bermain”, nah datanya menjadi dua kali lebih besar. Untuk kata UPPERCASE tidak saya masukkan, karena tulisan yang menggunakan UPPERCASE sangat jarang, dan dari menu option, chek untuk UPPERCASE dapat dihilangkan jika kurang nyaman bekerja dengan tampilan ber“cacing merah”.
Spellcheck tidak sepenuhnya mencek tulisan sesuai yang kita inginkan. Ambil contoh sewaktu menulis kata “berkas” keliru “bekas”, maka secara otomatis Spellcheck tidak bisa membedakan, karena kata “bekas” terdapat juga dalam database.
Saya tidak menjamin seberapa baku kata bahasa Indonesia-nya karena kalau menemukan “cacing merah”, kata tersebut saya masukkan saja. Kadang ada teman pinjem komputer yang memasukkan kata apa saja. Tapi untuk versi 1 ini dalam urusan mengecek lumayanlah dari pada mengecek manual. Versi 2 akan saya luncurkan jika ada sambutan hangat dari pemakai, yaitu dengan membuangi kata - kata yang tidak baku, serta menambahkan beberapa kata yang belum ada.
UPGRADE SAJA KE OPEN OFFICE 1.1 UNTUK HASIL TERBAIK
Untuk urusan mengetik, OpenOffice Writer 1.1 (OOWriter 1.1) sudah cukup mewakili kerja saya, yang penting mudah, murah dan handal. Boleh dibilang saya hampir “stress nganggur” gara - gara saat membuat equation suatu persamaan matematika yang mesti menggunakan simbol topi diatas huruf, eh malah topinya diatas banget sehingga jarak antara topi dengan hurufnya hampir satu spasi, nggak matching. Yach kalau persamaanya hanya satu dua tidak masalah, tetapi kalau 8, 9, 10, bukankah menambah masalah? Saat itu saya masih menggunakan OOWriter 1.0.2, Saya coba open Office di Linux dan di Window$ hasilnya tidak jauh berbeda. Sebelum saya menyalahkan softwarenya asumsi saya pasti komputernya yang tidak matching, eh… ternyata saya lihat OOWriter 1.1 di kampus equationya berjalan baik. Langsung ketemu jawabannya, pasti softwarenya.
Setelah tanya sana tanya sini akhirnya ketemu juga OO.org 1.1 for linux plus for windows ditempatnya kakakku dan langsung saya install. Untuk Instalasi under Linux yang Multi User cukup mudah, masuk shell dan login sebagai root, lantas masuk ke directori source OpenOffice. Ketikkan “./install”, tunggu sampai pengkopian file selesai. Setelah itu login sebagai user ketikkan “soffice” dari menu run, ikuti proses instalasinya dan pilih instalasi sebagai Workstation. No problem. Kalau komputernya hanya single user masuk saja ke shell lantas ke direktori source Open Office. Ketikkan “./setup” ikuti proses instalasinya yang persis dengan proses instalasi di Window$ sampai selesai.
Sementara itu dibawah OS Window$, saat instalasi berjalan ada pertanyaan apakah font opens___.ttf yang berukuran 100 kb di replace dengan opens___.ttf yang berukuran 46 kb? Tanpa merasa bersalah saya tekan tombol “OK” dengan semangat 45. Wah ternyata inilah yang membawa petaka, pasca instalasi dokumen lama saya buka, memang benar topi-nya sudah tepat berada diatas huruf, namun bentuk - bentuk equationya jelek banget. Berubah menjadi remang - remang dan tidak kelihatan. Simbol theta menjadi seperti angka nol yang remang - remang, wis pokonya mengecewakan. Untuk mengambil font tersebut terpaksa OO.org yang sebelumnya saya install lagi hanya untuk mengambil font opens___.ttf. Habis itu baru ingat, kalau ngambil font-nya OO.Org di Operating System Linux bisa juga bukan? Setelah font opens__.ttf tersebut saya replace, menghasilkan Equation yang sempurna.
Fasilitas yang lebih baik ditawarkan dalam OpenOffice 1.1. Secara sepintas yang sempat saya lihat adalah konvert ke PDF meskipun tanpa fasilitas security. Preview yang sempurna dari pada sebelumnya, tampilan mirip M$, Mail Merger, dan letak equation editor yang cukup manis. Namun kesan lambat dalam loading awal masih setia menyertai OpenOffice, padahal Quickstarter sudah diaktifkan. Walau demikian saya tetap mengucapkan terimakasih untuk developer OpenOffice.org atas software terbaiknya.
Buat yang ingin mendownload Spellcheck silahkan mampir ke rumah saya di http://agusw.cjb.net klik halaman download. Saya tunggu feedback atau tanggapan baliknya? Semoga bermanfaat.
6 Jun
Dipungkiri tidak dipungkiri perseteruan antara Linux dan Windows terus saja berlanjut. Kalau Linux menginginkan OS-nya bisa kompatibel dengan Windows maka windows melakukan langkah sebaliknya. Memprotect sistem operasinya sedemikian rupa agar tidak kompatibel dengan Linux.
Kapan ya kira - kira Windows explorer bisa membaca partisi ext2, ext3, rasanya tidak mungkin. Tapi untunglah sekarang sudah tersedia explorer2fs yang bisa membaca partisi Linux dari Windows. Sebuah free explorer berbentuk mirip windows explorer. Pertama kali anda membuka maka explorer yang tidak membaca partisi fat dan ntfs ini memunculkan semua partisi yang ada dalam linux. Dan jika tree view tersebut diklik maka akan muncul folder - folder yang ada dalam linux anda, baik itu file hidden ataupun bukan akan diperlihatkan semua, namun masih sebatas read saja.
Dalam versi 1.00 pre 6 ini hanya ada 4 perlakuan yang bisa dilakukan terhadap file yang ada. Yaitu mengetahui properties file, Eksport file, Eksport as Text dan View. Namun saya masih belum bisa membedakan Eksport file dan Eksport as Text, karena kedua menu ini kelihatannya tidak ada bedanya. Eksport as Text juga tidak menghasilkan hasil eksport berupa text.
Fasilitas lain yang tersedia adalah select all, chek for upgrade, arrange icons, tampilan large icons, small icons, list, dan detail.Kedepan kelihatannya akan difungsikan beberapa fasilitas tambahan seperti rename, delete, import file, undo.
Sehingga boleh dikatakan explorer2fs ini hanya berfungsi mengambil file - file Linux untuk diolah di lingkungan Windows. Bagaimana mengenai pasword Linux? Tidak usah kawatir, karena dibuka dari lingkungan sitem operasi yang berbeda maka Password Linux tentunya tidak akan berjalan. Sehingga home punya kakak, homenya adhik atau temen bisa dibaca semua, bahkan homenya root juga terbaca.
Proses instalasinya tidak terlalu rumit. Ekstrak file yang di zip ke dalam suatu folder. Lantas run file exe-nya, maka explorer2fs bisa langsung digunakan.
Download explorer2fs dari http://uranus.it.swin.edu.au/~jn/linux/
Selamat mencoba.
6 Jun
Sambil XMMS memutar mp3, kita bisa menikmati text lirik yang berjalan sesuai dengan time tagnya. Caranya tulis lirik sebuah lagu pada text editor tambahkan time tagnya, simpan pada directori dan nama yang sama dengan letak *.mp3-nya namun berekstention *.txt atau *.lrc. Syukur - syukur kalau ada mp3 karaoke-nya.
Jika di Winamp Windows ada banyak plugins lirik, seperti Kuo’s Lyrics Displayer yang cukup populer, lyrics plugin for winamp dengan interface yang matching dengan winamp, lyrics euy yang bisa transparan, lyrics show for winamp dengan tampilan mirip text VCD, dan masih banyak lagi, maka di linuxpun walau jumlahnya masih sedikit juga memberikan fasilitas serupa. Sampai saat menulis informasi ini, saya baru mengetahui 2 plugins yang bisa memunculkan lirik.
1. XMMS Lyrics Plugins, besarnya cuma 15 kb, dibungkus dengan paket instalasi rpm mebuat XMMS Lyrics Plugin sangat mudah diinstall. Double klik file-nya masukkan password root, beres. Kita tinggal masuk Preference XMMS (Ctrl+P), pilih tab Effect/General Plugins aktifkan Lyrics Plugin (liblyrics.so), akhirnya saat mp3 diputar jika mendapatkan lirik lagu yang sudah ada time tagnya Lyrics Plugins akan muncul secara otomatis. Bentuknya menyerupai bentuk notepad hanya saja dia menyorot text lagu sesuai dengan nyanyiannya. XMMS Lyrics Plugins hanya menangani time tag dengan bentuk [00:00]. Serta tidak menyertakan sofrware pembuat time tagnya. Kelemahan software ini adalah tatkala Playlist di remove all, maka XMMS akan ikut menutup.
2. XMMS Singit. dikembangkan karena terinspirasi Kuo’s lyrics displayer Winamp. Instalasi yang saya jumpai masih melalui compiling souce code, sehingga memerlukan ketergantungan - ketergantungan yang jumlahnya banyak. Pertama kali menginstall XMMS Singit saya sampai putus asa mencari file ketergantungan yang tidak kunjung ketemu, namun syukurlah akhrinya XMMS Singit bisa terinstall. XMMS Singit menangani time tag dalam bentuk [00:00], [00:00.000] dan akan hang jika anda menggunakan time tag [00:00:000] perhatikan penanda pemisah dibelakang detik yang berupa titik dan bukannya titik dua. XMMS Singit memiliki dua jendela untuk memunculkan lirik, jendela pertama meghasilkan tampilan mirip Notepad namun lebih bagus dibandingkan XMMS Lyrics Plugins. Sedangkan jendela keduapun juga memiliki tampilan mirip Notepad namun dengan model sorot mengalir, jadi seakan - akan menyesuaikan dengan kata - kata lagu, dan jendela kedua ini bisa dibuat full screen. Kedua jendela ini bisa ditampilkan bersama - sama atau ditampilkan salah satunya. Software pembuat waktu (time tag)pun telah diincludekan. Kesimpulan saya, XMMS Singit adalah plugins lirik terbaik yang dimiliki XMMS.
Install saja salah salah satu atau kedua plugins diatas, tancapkan microfon, kalau tidak punya mp3 karaoke aktifkan saja plugins penghapus suara dalam preference tab Effect/General Plugin, selamat berkaraoke ria……..
*) Tulisan ini dibuat dengan XPde Notepad lingkungan desktop XPde Linux Mandrake 9.1 pada tanggal 06/01/04 pukul10:44:43.
== Kedua lyrics tersebut bisa anda download dari url saya, http://www.liriknasyid.cjb.net, atau untuk inforamasi update terbarunya dicoa saja cari melalui search engine.
6 Jun
Untuk pindah dari OS Windows ke Linux memang pilihan berat. Jujur saja, untuk keperluan sendiri, jika Windows serta software pendukung lainnya di jual secara manusiawi saya memilih OS Windows. Alasan saya Windows sudah sangat familiar, ibarat Alif, Ba, Ta nya Windows tau semua. Mungkin dari kebiasaan selama bertahun - tahun bekerja di Windows, sehingga jika bekerja di Linux serasa bekerja di tempat lain. Kurang nyaman begitulah ungkapan yang tepat. Kali saja lain ceritanya jika LInux adalah OS yang pertama kali saya geluti. Saat berada di Linux terasa bekerja di tempat yang aneh, fikiran saya langsung tertuju pada bentuk Lingkungan Desktopnya yang belum familier, tapi ada juga rekan saya yang tidak begitu mempedulikan bentuk desktopnya. Entah itu GNOME, KDE, XFCE, ICEwm, katanya nyaman - nyaman saja.
1. QVWM
“Mungkinkah Linux bisa dibuat seperti Windows? “ Pertanyaan inilah yang selalu saya tunggu jawabannya. Saya baru menemukan jawaban pertanyaan ini tatkala membeli manual Trustik Merdeka. Dari manualnya tertulis jika qvwm adalah desktop yang sama persis dengan Windows 9x. Namun dalam buku tersebut ditambahkan kurang lebih qvwm kurang diminati karena sudah “crasch” sama pengguna Linux sendiri …
. Namun saya penasaran juga. Akhirnya setelah download saya mencoba install qvwm dan sudah sukses terinstall, namun sayang waktu itu saya tidak tahu cara mengkofigurasinya maklum masih newbie banget, belum berani nyoba ngutak atik, jadi mesti sudah terinstall tetapi tidak tahu cara masuk ke lingkungan desktop qvwm. Sehingga dengan menggigit jari cuman mengetahui dari gambarnya kalau desktop qvwm persis dengan desktopnya Windows. Dalam hati cuman bisa berkata “Hmm.. memang cracsh sama penggunanya ….
“
2. XPde
XPde saya temukan pertama kali dari searching di Google, memang sengaja browsing mencari lingkungan desktop di linux yang mirip Windows selain qvwm XPde dibuat dengan menggunakan Kylix atau Delphinya Linux. Setalah di download langsung saya install pada Linux Mandrake 9.1, dan untunglah sukses. Tidak hanya terlihat sepintas tetapi memang sama persis dengan Windows XP dengan style Win 98. Walaupun di sana sini masih banyak kelemahan, tetapi seratus persen rekan yang berkunjung ketempat saya pasti mengatakan kalau yang saya gunakan adalah OS Windows. Saya merasa nyaman bekerja dengan XPde, ya seperti bekerja di Windows. Tombol Start Menu menyediakan menu Turn Off Komputer, Log Off, Run, Help and Support, Setting, Documents, dan Program tentunya sama dengan Start Menunya Windows.
Kelebihan XPde adalah bentuknya yang seperti Windows XP. Pada taskbar, sebelah kiri adalah tombol start dan sebelah kanannya penunjuk waktu. Bentuk desktop maupun menu - menu didalam desktop properties mencontoh habis Windows. Tersedia juga Task Manager, regedit, Control Panel, File ‘windows” Explorer, Shell yang dinamakan Command Prompt, Note Pad, dan kalkulator. Letak shortcut program bisa diakses lewat desktop ataupun dari Start Menu ->Program.
Kelemahan, walaupun XPde ini secara interface sudah persis windows, tetapi secara fungsi masih banyak kekurangannya, diantaranya banyaknya menu - menu yang belum berfungsi atau hanya sekedar pajangan. Penambahan shortcut pada Start Menu mesti dilakukan secara manual yaitu dengan membuatkan text penghubung satu persatu, belum disediakan wizard yang nyaman, akhirnya lebih asik nge-run program lewat Menu Run atau Shell. Penanganan ekstention yang masih buruk membuat saya lebih senang menggunakan file eksplorernya KDE atau konqueror ketimbang File Explorernya XPde sendiri.
Tapi kesan saya, nyaman juga bekerja dalam lingkungan desktop XPde, karena pihak XPde juga akan terus mengembangkan proyek ini. Salah satu tujuan proyek XPde adalah untuk mempermudah Newbie yang bermigrasi dari Windows.
3. KDE dengan Style XP.
KDE adalah salah satu desktop favorit saya karena kemiripannya dengan Windows lebih - lebih sejak saya mendapatkan style XP. Style XP saya dapatkan dari majalah info linux sekitar edisi november, dan telah saya install pada KDE 3.1 dengan sukses. Tetapi saya coba install pada KDE 2.1 tidak bisa berjalan. Style XP ini memang menipu, secara sepintas mirip Windows XP karena Title Bar dan Taskbarnya yang cembung alias mblenduk - mlenduk…
dan berwarna biru. Bacground desktopnyapun didefault mirip planet Teletubies ..
Sound untuk login dan logoff mirip kepunyaan Windows XP. Konqueror Web Browsernya secara sepintas mirip IE. Bahkan lebih gila lagi icon - iconnya banyak yang persis kepunyaan windows, icons XMMS berubah seperti Winamp, icons Noatun seperti Windows Media Player, dll. Lebih - lebih saat skin XMMS di ganti dengan skinnya winamp, wis serasa bekerja seperti yang dulu - dulu.
Nah kalau nuansa desktopnya sangat familier, tidak hanya OS-nya yang stabil dan aman, tetapi saya juga nyaman dan betah berlama - lama di Linux. Bagaimana, tidak ingin mencoba?
*) Tulisan ini dibuat dengan XPde Notepad pada LInux Mandrake 9.1 dengan lingkungan desktop XPde pada tanggal 06/01/04 pukul 01:39:21 dini hari.
a. XPde dan qvwm bisa ditemukan dengan searching via http://www.google.com atau http://www.search.yahoo.com, dengan kata kunci “linux: XPde” atau “linux: qvwm” tanpa tanda petik.
b. KDE dengan Style XP bisa anda temukan pada CD Info Linux edisi sekitar november atau dari http://www.kdelook.org.
6 Jun
“Desktop berbahasa indonesia?, ugh…. susah. Nggak familier”, begitulah saya sering mendengar ungkapan dari bebarapa temen kuliah. Bagaimana tidak sulit, telinga kita yang sudah hafal perintah copy menjadi salin, paste menjadi tempel. Hmm… ternyata ungkapan beberapa teman saya itu tidak selamanya benar. Beberapa waktu lalu sepulang dari tempat kerjanya kakak saya membawa backup-an Linux Komura atau linux Komputer Murah, yaitu linux yang masih mempunyai hubungan kekerabatan sangat dekat dengan Linux Winbi langsung saya install pada sebuah PC Tua. Linux Komura sendiri kelihatannya dirancang untuk ltsp.
PC tua tersebut adalah sebuah PC builtup dengan spesifikasi prosesor Pentium 200, memory 64 Mb, VGA 2 Mb, HD 3 Gb, sound chard Aztech, Modem Internal (Winmodem), cdrom 8x. Perjalanan komputer tua itupun cukup melelahkan, karena PC tua itu adalah sasaran untuk mencoba - coba menginstall sitem operasi yang menarik hati. Sedikit cerita saya pernah menginstallinya dengan Windows 98 dan mendual OS-kan secara bergantian dengan Linux Mandrake 6.x, Linux Mandrake 9.0, Linux Mandrake 9.1, Linux Trustik Merdeka, serta Linux Komura, dengan space hardisk yang berbeda - beda, dari 500 Mb dengan Mandrake 9.1 sampai 1,2 Gb dengan Linux Komura.
Saat itu pilihan saya jatuh ke Mandrake karena kemampuan dan kemudahan dalam pemotongan partisi hardisk saat proses instalasi, maupun kemampuannya atuto mounting partisi NTFS, FAT, dan CDROM yang bagus. Pertama kali saya mencoba Mandrake 6.x (saya lupa 6.berapa), linuxnya berjalan kurang stabil, bentuk font pada layar kurang bagus dan sound chard menghasilkan sound yang terputus - putus, lantas dua hari kemudian saya hapus. Setahun kemudian saya ganti dengan Mandrake 9.1. Dalam mandrake 9.1 ini proses loading untuk mencapai desktop KDE berjalan cukup lama +/- 8 menit., terutama saat proses finding module. Sound chardnyapun tidak terdeteksi.
Sebulan kemudian inginnya diinstalli Linux Winbi karena saya tertarik dengan bahasa indonesianya. Sebagai catatan PC tua ini berada di kamung yang nota bene lingkungan pedesaan, sehingga orang - orang disekitar saya akan kesulitan belajar karena software komputer yang berbahasa Inggris. Tetapi mencari linux Winbi sulitnya minta ampun, dapatnya malah Linux Trustik Merdeka. Seperti kata pepatah tiada rotan akarpun jadi, tiada helm wajanpun jadi, dan tiada Winbi, Trustik Merdekapun jadi. Seharga Rp. 30.000,- plus manualnya Trustikpun terinstall di PC tua. Namun sayang saya tidak berhasil mengkonfigurasi, sehingga hasilnya hanya Linux TM berbasis teks. Akhirnya balik kucing dengan Mandrake 9.1. Namun melihat loading komputer yang sangat - sangat lambat lama - lama jengkel juga ….
diganti deh dengan Mandrake 9.0, meskipun sound chard tidak terdeteksi namun proses loadingnya berjalan normal.
Sampai akhirnya diinstalli Linux Komura, wah surprise…. semuanya jadi berbahasa indonesia. Dengan proses instalasi anaconda baceman dari Ret Hat yang mudah sudah tidak diperlukan konfigurasi yang aneh - aneh ….
masukkan CD maka Linux Komura akan menjadi komputer yang benar - benar murah, dan yang paling penting XMMS saya bisa berfungsi karena deteksi soundcard yang tidak mengalami permasalahan. Proses loadingnya juga lebih cepat karena proses loading modul yang minimun.
Sesaat setelah terinstall saya hampir - hampir tidak percaya. Desktop saya berbahasa Indonesia semua, dan yang pasti gratis. XMMS saya bisa memutar lagu - lagu faforit duh… senengnya. KOffice pun sudah berbahasa Indonesia. Tentunya seperti bermain - bermain di lingkungan sendiri. Mitos sulit yang selama ini saya dengar musnah sudah. Bahasa Sendiri lebih familier dibanding internasionalisasi, dan saya lebih mudah ngajari anak tetangga yang kecil ataupun orang yang sudah baya untuk belajar komputer, karena mengingat kata simpan lebih mudah ketimbang save, cut dengan memotong, dan lainnya.
Namun memang masih ada beberapa permasalahan yang saya hadapi saat installasi Komura. Yang pertama, saya masih kesulitan untuk memotong Fat dengan Disk Druid bawaan Komura (atau memang saya yang nggak bisa ya?), dan bagi saya masih mudah pemartisian di Mandrake 9.1. RPM Managernya tidak berjalan sehingga untuk proses install dan uninstall-nya mirip “mencari kutu”. Akses CDROM dan Floppy harus melalui proses mountang - mounting sehingga mesti ke shell untuk kemudian login ke root. Dan mesti terdeteksi tetapi modem internal saya tidak bisa digunakan, sehingga masih belum bisa meninggalkan Windows secara total. Serta terakhir sulitnya Komura ditemukan di pasaran.
Terlepas dari segala kekurangan Komura, saya tetap mengacungi jempol usaha anak - anak negeri untuk membuat software sendiri, yang legal dan handal. Tentunya kita semua tetap berharap pada tindak lanjut proyek Winbi ini serta turut membantu mencerdaskan bangsa dengan kemampuan dibidangnya masing - masing. Seperti saya yang punya akses publikasi via internet tidak ada salahnya turut mempublikasikan produk anak negeri via internet….
*)Tulisan ini saya tulis dengan KWord KDE 2.1 Linux Komura pada Komputer berbasis Pentium 200 dan saya selesaikan dengan KWord KDE 3.1 Mandrake 9.1. pada Komputer berbasis AMD K6-500
3 Jul
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”
Semenjak pindah kost di daerah keputih memang terasa beda banget dengan daerah Gebang, entah lokasi kost yang begitu jauh dari kampus atau keadaan kost yang lain sehingga saya mulai memperhatikan tingkah polah warga sekitar. Meski lokasi kost saya boleh dibilang terpencil tetapi karena berada di belakang mushola secara tidak sengaja saya memperhatikan beberapa orang yang lewat jalan belakang untuk menuju mushola.
Mataku sering tertuju pada seorang pemuda berumur sekitar 28-an tahun yang selalu hilir –mudik ke mushola lewat jalan belakang tadi. Kulitnya agak sedikit gelap, rambutnya brintik panjang tidak teratur namun selalu diikat, hampir mirip kelompok “under ground” yang rambutnya acak – acakan itu, terkadang rambutnya ditata rapi diurai seperti pelatihnya kesebelasan Senegal, wajahnya sangar, kalau berjalan cuek saja tidak memperhatikan orang – orang disekitarnya, seperti anak – anak EGP.(emang gua pikirin)
Pernah sewaktu - waktu aku menyapanya tetapi “kurang ajar” dia benar – benar tidak memperdulikannya. Sudah masa bodo. “Ya, mungkin orang aneh, misterius” begitu fikirku saat itu. Hingga suatu saat sepulang kuliah aku terkejut melihat laki – laki misterius itu berada di kostku. Kebetulan teman – teman kostku pada ngumpet dikamar semua. Melihat penampilannya yang memang “sangar” membuatku agak berhati – hati. Aku mencoba menyapanya, “Ada yang bisa aku bantu, Mas?” Eh lelaki ini diam saja, lantas tersenyum. Lalu dia berpaling keluar dari kost. Aku benar – benar penasaran. Aku coba tanya beberapa teman kost senior, karena benar – benar penasaran dengan lelaki misterius tadi. Ternyata O, laki – laki tadi menderita tuna rungu dan tuna wicara. Subhanallah. meski dengan segala keterbatasannya tidak menyurutkan hatinya untuk selalu mengingatNya.
Hari – hari selanjutnya sesekali aku menemukan Iful (begitu namanya) main kekostan. Meski bicaranya memakai isyarat namun tidak menyurutkan hatiku untuk selalu berkomunikasi dengannya. Seperti jika kepalanya pusing maka telunjukknya akan diarahkan ke kepalanya lantas diputar – putar. Jika kebingungan maka dengan telunjuknya akan membuat bentuk tanda tanya di udara. Meskipun sesekali aku tidak mengerti maksudnya, namun Alhamdulillah ternyata Iful bisa menulis. Akhirnya tak lama kemudian kamipun akrab. Karena saking akrabnya jika dia terlambat jamaah maka minta idzin sholat di kostku, hatiku terkadang bertanya “Bacaan apa ya, yang dibacanya?” Ah, tentunya pertanyaan seperti ini meski aku buang jauh – jauh.
Subhanalloh, saya demikian takjub kepada sang pencipta, yang memberikan segala nikmat kepada kita, alangkah sulitnya untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga jika kita tidak dikaruniai pendengaran serta kemampuan bicara. Tentunya lantunan indah nasyid The Fikr atau Snada tidak akan pernah bisa kita nikmati, tidak bisa menikmati kemudahan telephone, mustahil untuk membaca dan mendengarkan Kitab-Nya, serta Manajemen Qolbu A’a Gym tidak akan pernah bisa kita dengarkan.
Tentunya akan merasa beruntung temanku Iful itu dengan segala keterbatasannya. Dia tidak pernah memperguncingkan orang lain, tidak pernah berkata – kata yang buruk, dan tidak pernah mendengarkan hal - hal yang merugikan. Bisa jadi kehidupannya di dunia yang penuh dengan kesunyian dan kesepiannya membuatnya terhindar dari hisabnya. Saya jadi teringat firman Allah dalam Surat Al Israa’ ayat 36 :“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya .“
Namun tentunya lebih beruntung kita yang mempunyai pendengaran dan bisa berbicara dengan baik jika kita bisa menggunakan pendengaran dan kemampuan bicara ini di gunakan untuk memahami ayat - ayatnya. Serta selalu bersyukur ke pada-Nya karena menurut firmanya kita sangat sedikit bersyukur.
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (As sajdah:9)
Semoga kita termasuk orang – orang yang banyak bersyukur dengan banyak nikmat yang kita punyai. Bersyukur yok!
2 Feb
Akhwat memang salah satu makhluk di dunia yang tidak aku mengerti. Baik itu perasaannya maupuntabiatnya. terkadang sesuatu hal yang menurutku baik eh malah menurut dia tidak baik dan sebaliknya. Tetapi pernah juga lho menurutku baik tetapi menurut akhwat itu baik juga. Nah kali ini aku tidak ingin membahas apa itu baik menurutku dan sebaliknya, namun aku ingat sebuah acara yang diadakan oleh bagian akhwat sebuah lembaga dakwah kampus.
Mungkin kalau akhwat ngadakan kegiatan kursus masak, menjahit, dan sebagainya adalah sudah biasa. Mereka barangkali ingin tampil lain nah coba tebak apa yang dilakukanoleh makhluk yang tidak aku mengerti ini. Sebenarnya sebelumnya aku tidak begitu mengetahui dan kayaknya aku tidak mau tahu, tetapi sehabis sholat ashar di masjid kampus disitu ada tulisan dengan spidol bordmarker besar “SYURO BOM Lantai II Timur sebelah Utara”. Akupun menjadi curiga, jangan - jangan ini ada hubungannya dengan BOM - BOM yang sering mengguncang negara ini. Nah aku mencoba melihat syuro, lho ternyata isinya para akhwat, akhirnya tanpa ragu - ragu lagi aku balik kucing, kembali ketempat semula. Lantas aku tanyakan temen lain, ooo ternyata BOM itu bengkel otomotif muslimah.
Menurut beberapa sumber yang bisa dipercaya kebanyakan ahwat kan tidak bisa mengendarai motor … eh.. maksudnya memperbaiki motor. Kayak saluran bensin yang ditutup, kebanyakan mereka tidak mengetahui sehingga dipikir motornya rusak, terus dibawa kebengkel. Nah kalo seperti ini yang malu siapa hayoo? Lantas motor distater - stater kok tidak jalan juga, eh ternyata tombol untuk menghidupkan mesinnya belum dipencet. Nah lho..
Akhirnya berjalan juga BOM itu, pesertanya menurut beberapa sumber membludak, nah aku membandingkan dengan acara yang saat itu di adakan teman - teman Pecinta anak yang mengadakan bengkel juga, yaitu Bengkel Pecinta Anak pesertanya waduh sedikit banget karena kebetulan aku adalah salah satu peserta bengkel pecinta anak (untuk persiapanlah…, mau ikutan BOM juga tidak boleh kan?). Ternyata ibu - ibu itu lebih tertarik untuk mengikuti BOM yang aku rasa tidak begitu banyak memberikan manfaat. Adalah tidak mungkin para ibu - ibu itu menambal bannya sendiri jika bocor. (huwallohualam)
Nah ceritanya baru lain tatkala pada suatu pagi aku meminjam motor temanku dan aduh mesinnya mati sek. Lantas aku dorong. Nah sampai dibundaran kampus aku ketemu temanku yang akhwat pula sedang medorong motornya yang kelihatan kempes. Aku memang sengaja tidak membawa ke-bengkel krn kelihatannya cuman kerusakan sederhana, aku yakin temanku yang punya motor bisa memperbaiki.
Siangnya saat ketemu dikampus aku sapa akhwat tadi ,
“Eh, tadi motornya rusak ya ukhti?”
“Iya.“katanya
“Lho katanya para akhwat mengadakan BOM tentunya antum kan pinter, kok tidak diperbaiki sendiri.”
“Kamu itu tahu temannya sengsara dibiarkan saja” ungkapnya dengan kesal.
“Motorku juga rusak, padahal aku mau minta tolong antum lho untuk mbetulin.”
“Yah antum sendiri tidak bisa begitu lho. Gitu kok ngejek.?.
“Aduh kena nih aku.” gumanku dalam hati.
“Aku kan belum ikut BOM, makanya tidak bisa.? jawabku sekenanya.
2 Feb
Mungkin ada benarnya kata orang - orang dahulu kalau masa - masa SMU adalah masa - masa yang tida pernah terlupa. Jika ingat dosen yang berkata “Mahasiswa yang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki ruangan.” ingatanku pasti kembali ke massa SMU dan ketawa sendiri.
Pernah suatu ketika guruku Bahasa Inggris SMU mengatakan hal serupa. Maka tak ayal lagi anak - anak SMU yang masih bau kencur itu ketakutan luar biasa. Gimana tidak takut kalau tidak mengitu pelajaran pasti di luar ruangan, belum lagi kalau ketangkap guru bp (tidak semuanya) yang bisanya hanya marah - marah tanpa menggunakan pendekatan personal, pasti dech bisa - bisa kita malah mendapat tugas baru menyiram bunga atau kalau apes pasti disuruh membersihkan kamar mandi siswa yang baunya lumayan. Lumayan kecut.
Pendek kata begitulah, setiap jam pelajaran bahasa Inggris pasti anak - anak tidak ada yang datang terlambat, meskipun ada paling jarang kira - kira cuman satu bulan satu oranglah. Nah hari itu sepuluh menit pertama sejak bell tanda masuk dibunyikan ternyata guru Bahasa Inggris tadi tidak muncul - muncul juga. Akhirnya anak - anak merencanakan sesuatu….
Lima belas menit, gurunyapun tidak muncul juga. akhirnya ruangan kelaspun ditutup anak - anak dari dalam. Kelambu -kelambupun ditutup membuat ruangan yang semula terang menjadi gelap gulita. Nach baru beberapa saat kemudian guru Bahasa inggrispun datang. Anak - anakpun mengintip dari balik jendela dengan menyingkap sedikit kelambu. Sesaat setelah beliau mencoba membuka pintu beliau menyengirkan alismatanya. Anak - anak yang nakal diruangan itupun cuman ketawa. Di coba lagi untuk membuka, tetap tidak bisa, setelah benar - benar tidak bisa dibuka, bapak guru bahasa Inggrispun mutung (marah) lantas kembali ke ruang guru.
Anak - anakpun bersorak - sorai kegirangan. “Nah rasainlu memang e-nak disuruh menunggu di luar”, mungkin begitu pikiran anak - anak yang ada diruangan tersebut. Eh tetapi lima menit, sepuluh menit, sang guru Bahasa Inggrispun tidka kembali - kembali juga. Waduh kalau begini ganti anak - anak yang dibuat bingung. Nanti jangan - jangan marah terus lapor BP, bisa disetrap (dihukum) sampai teler nich. Nanti jangan - jangan keluar nilai 5 semua. Wah pokoknya jadi kebingungan sendiri - sendiri, serba salah.
Akhirnya, ya sudah ketua kelaspun dikorbankan. Rasain kenapa kamu jadi ketua kelas segala, makanya harus bertanggung jawab. Maka dengan agak takut - takut sang ketua kelaspun harus meminta maaf kepada Bapak guru bahasa Inggris tersebut. Eh lantas minggu selanjutnya tetap saja, guru bahasa inggris itupun tidak datang mengajar. Aduh ternyata urusannya jadi berlarut - larut. Makanya…..
Komentar Terakhir