menebar SENYUM merajut UKHUWAH
16 Feb
Perasaan baru kemarin saya menulis judul Tiga Tahun Online wah ternyata sudah setahun yang lalu. Walau agak terlambat saya kasih tau saja kalau umur web ini sudah memasuki tahun ke-4 atau masih balita he.. he.. Jadi wajar kalau masih banyak kekurangan disana - sini, kesemuanya masih dalam tahap belajar, yach seperti seorang balita yang berajalan mengenal dunia. Memasuki tahun ke empat ini setelah saya lihat - lihat belum ada perubahan yang begitu berarti, semuanya masih terasa stagnant, yach maklumlah yang punya web juga bukan orang terkenal.
Dan terasa sekali semenjak saya pisahkan dengan lirik nasyid mungkin menjadi lebih sepi, tetapi tak mengapa karena lirik nasyid makin ramai. Jadi maklumlah kalau jarang update karena yang main ke sini juga dikit. Bahkan beberapa rubrik juga jarang saya update, seperti Cerita Islam, Kreativitas, Nampang dan Karaoke Midi.
Mengenai cerita islam saya sudah jarang searching cerita islam, kalau kreativitas hmm sedang miskin kreativitas kali ya :), sedangkan nampang belum scan foto lagi sama karaoke midi mungkin cukup itu sajalah, karena server saya sudah penuh dan kelihatannya yang minat juga dikit jadi mungkin cukup itu sajalah, tergantung nantinya animo yang berkunjung serta ada server yang siap ditampungi midi berzip apa tidak.
Mengenai kedepannya grafis mungkin tetap, namun ada sebuah rubrik baru yang akan saya luncurkan, atau mungkin sebuah web baru, masih saya pertimbangkan. Tetapi sedikit bocoran saja kemungkinan sebuah tutorial yang masih saya rahasiakan, karena kalau saya katakan sekarang takutnya nggak jadi. Sudah saya kerjakan 25% untuk Kategory pertama, rencananya ada 4 atau lima kategory. Sama sebuah rubrik managerial yang akan diisi oleh kawan saya, kebetulan kawan saya bekerja di sebuah konsultan dan memiliki beberapa tulisan ataupun rangkuman buku. Nah ketimbang berada di PC saya sarankan untuk di OL-kan saja, sambil menunggu mungkin suatu hari nanti beliaunya ini memiliki blog sendiri, karena beliaunya jarang OL.
Sehingga selama empat tahun OL ini jika saya ada salah - salah kata mohon dimaafkan, ya maklumkan masih balita …
Minta doanya saja, walau ibaratnya sambil merangkak semoga saya masih bisa OL terus.
9 Jan
Barangkali peringatan takmir salah satu masjid di Surabaya beberapa waktu yang lalu ada benarnya juga. Sebelum khutbah di mulai ada peringatan cukup keras pada semua jamaah yang akan melaksanakan sholat supaya setiap kali sholat memperhatikan pakaian yang dikenakan, karena akan sangat mengurangi kekusyukan yang bersembahyang, habis gambarnya kaos itu kan macam - macam. Kalau diamat - amati banyak juga jamaah yang mengenakan Kaos Oblong seaktu ibadah jumat.
Bapak Takmir menganjurkan bahkan melarang penggunaan kaos Oblong merek Dagadu, yaitu sebuah kaos khas produk Jogja. Bukannya Pak Tamir anti pati dengan kaos tersebut, tetapi perlu diingat bahwa Dagadu sendiri adalah umpatan yang cukup kasar, karena jika diterjemahkan dalam bahasa Jawa Timuran artinya “mohon maaf” adalah Matamu, sebuah umpatan yang kasar bukan? Lebih - lebih di pakai untuk sholat Jum’at bukankah amat sangat tidak tepat. Walaupun mungkin orang lain menilai itu seuah kreatifitas seni, tetapi kata - kata tersebut dengan alasan apapun memang sangat tidak layak untuk digunakan beribadah lebih - lebih ibadah Jumat.
Kemarin waktu sholat jamaah ashar ada juga orang tepat di depan saya menggunakan kaos Basket, yang lebih ironis lagi si pebasket di dalam kaos tersebut mengacungkan jari tengah kanan kirinya. Walaupun jari tengah jika di versikan Jawa Timuran bukanlah sebuah penghinaan tetapi pantaskah kaos semacam itu di pakai di tempat ibadah?
Ada juga kaos oblong bertuliskan Baca Gua Jitak, dan kata - kata yang lain. Tampaknya memang perlu dilihat - lihat lagi pakaiannya kalau mau sholat ke Masjid, sudah benar apa belum? Alangkah sangat tepatnya menggunakan pakaian yang sopan sehingga paling tidak cukup enak untuk dipandang.
Pernah juga ada yang menggunakan Kaos bertuliskan Makan enak di Resto… di bla.. bla.. bla.. yang semula berangkat ke Masjid tidak ingat makan wah jadi ketularan lapar, akhirnya waktu sholat yang teringat hanya makanan mlulu, Ini masjid apa restoran… nah jadi nggak kusyuk kan….
ada - ada saja.
Hayoo sebelum ke Masjid di lihat lagi, sudah layak apa belum pakaiannya?
22 Nop
Kebijakan ini adalah kebijakan dari pemerintah yang paling saya dukung. Semua pemilik nomor HP harus mendaftar. Sekarang kita amati counter-conter HP menjual SIM-Chard sangat murah. Sebuah SIM-Chard IM3 lengkap dengan nomor baru hanya seharga 6.500 sudah termasuk bonus pulsa Rp 10.000. Bagi kebanyakan orang yang menggangap HP merupakan alat main - main pasti lebih baik membeli kartu baru ketimbang membeli voucer isi ulang yang Rp 10.000,- harus merogoh kocek Rp. 11.000,- Contohnya adik sepupu saya, dia lebih suka membeli nomor baru daripada membeli voucer, memang karena harganya yang gila-gilaan murahnya, untuk operator lain tak jarang ada tambahan sms gratisnya. Tak mengherankan jika di Indonesia nomor HP hanyalah nomor-nomor sampah yang bisa langsung beli dan buang.
Kalau sekiranya memang benar-benar untuk media komunikasi saya tidak begitu mempermasalahkan, tetapi kebanyakan hanya untuk melakukan teror. Entah itu teror sungguhan ataupun hanya main - main belaka.
Teror yang beneran adalah seperti yang terjadi di Vietnam dan di beritakan koran beberapa waktu yang lalu, di sana banyak kejadian bahwa HP digunakan sebagai pemicu BOM. Bukan tidak mungkin memang, karena kebanyakan pesawat HP dewasa ini sudah dilengkapi sistem getar.
Teror yang main - main adalah jenis teror yang hanya iseng. Entah itu mempermainkan teman sendiri ataupun orang yang ingin dikenal dengan berkali - kali melakukan panggilan tak terjawab atau misscall. Mengenai misscall, kalau di biarkan bukankah mereka akan bosan sendiri? Tunggu dulu, bukan masalah bosan tidaknya, tetapi kadang time yang digunakan memang tidak mengenal kebosanan. Kadang jam 11 malam, jam 12 malam. Padahal waktu - waktu itu adalah waktu kita untuk istirahat. Memang di matikan bisa saja, tetapi kadang orang itu lupa mematikan dan lain sebagainya.
Beberapa bulan yang lalu (alhamdulilah sekarang sudah tidak lagi) sering saya menerima teror jam - jam segitu. Jam 11, jam 12, jam 1 dari nomor yang gonta - ganti, kadang nomornya juga tetap. Akhirnya kalau malam saya matikan, tapi kadang lupa juga. Karena merasa terganggu, akhirnya waktu mendekati puasa beberapa nomor yang masih aktive misscall saya kasih message, “Mas atau mbak, kalau saya mepunyai kesalahan mohon dimaafkan, tetapi jangan ganggu saya.” Kalau ingin misscall mohon menggunakan waktu yang baik, misalkan jam 02.00 atau jam 03.00 lumayan kan ada yang membangunkan saya untuk sahur. :D, jadi misscall-nya ada gunanya.“
Alhamdulillah sebagian dari mereka ada yang memenuhi permintaan dari saya. Jadi jam 03.00 sudah ada yang miscall, kadang jam 02.30 ada yang miscall akhirnya sahurnya nggak pernah telat. Ya barangkali orang - orang tersebut merasa kalau saya peralat untuk membangunkan, akhirnya semenjak seminggu sebelum lebaran kemarin mereka sudah menghentikan aktivitasnya, saya nggak tau apa karena mereka miscall saya terorganisir atau karena hantinya terketuk sendiri - sendiri. Jadi tetap misterius, siapa saja ya mereka? Kalau sms balik mereka rata-rata mengatakan hanya iseng nomor atau salah nomor, usp.. tapi lo salah nomor kok berkali-kali.
Pernah juga ada orang cuman miscall melulu dan setelah tak kasih sms kayak diatas eh.. malah nelfon, dan ternyata suaminya adik sepupu yang di luar Jawa dan belum pernah sekalipun bertemu denganku, katanya takut kalau salah orang, sehingga hanya misscall saja.
Tetapi saya tidak pernah menanggapi orang - orang yang miscall, kecuali kalau pass hati saya ingin nanggepi ya saya tanggapi, tetapi kebanyakan tidak pernah saya tanggapi, biar yang misscall “ngaplo” dan “ngejen” he.. he.. he, tetapi kalau orang yang kirim sms kemudian memperkenalkan diri, saya juga welcome.
Untuk itulah bagimanapun juga saya lebih suka jika semua pemilik HP dalam hal ini nomor hp di daftar. Kontroversi pastilah ada, lebih - lebih mereka yang selalu mengatasnamakan privasi menjadi terganggu, dan saya heran, sebenarnya privasi mana yang terganggu? Semacam telphone rumah, bukankah pemilik nomor rumah juga tidak merasa terganggu privacinya? Kecuali jika untuk tindakan - tidakan negative yang bertentangan dengan norma dan aturan pasti akan terganggu privacinya.
Namun perlu dicatat bagi pemerintah, jangan mentang - mentang ada registrasi HP lantas untuk mendapatkan formulir, untuk mengembalikan formulir serta untuk mengurus hal - hal yang berhubungan dengan hal itu walaupun diberitakan gratis tetapi di lapangan di kenai pungli. Kayaknya kita sudah wajarlah kalau budaya pungli itu sudah menjadi rahasia umum kita. Ya susah juga kalau seperti itu.
“TULULIT, TULULIT, TULULIT” (Bukan tulalit loh.. tetapi tululit) Hp jelekku berbunyi lagi.. Ugh… misscall lagi
22 Okt
Walaupun ramadhan masih tersisa untuk beberapa waktu, tetapi saya pamit mudik dahulu, sekalian mengucapkan Selamat berhari raya Idzul Fitri, Maafkan Lahir dan Batin atas semua salah yang pernah terucap dan saya perbuat di masa - masa yang telah lewat. Insya Alloh Pulang ke kampung lumayan lama sekitar 3 minggu, dan ke Surabaya lagi sekitar hari Sabtu 12/11/05, Doakan saja semoga koneksi TelkomnetInstan-nya lancar, maklumlah di kampung.. pung, Sehingga tidak njamin bisa koneksi Internet.
26 Sep
Sebentar lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan, dan Alhamdulillah karena kita masih di beri kesempatan menghirup segarnya udara ramadhan. Buat saya yang tinggal di Surabaya-Indonesia, ramadhan sendiri akan lebih terasa karena semua media baik itu televisi maupun koran - koran juga ikut beramadhan. Media tersebut akan menyuguhkan acara terbaik yang diharapkan bisa menarik minat pemirsa yang rata - rata berpuasa ini. Bahkan beberapa artis ataupun pelawak akan menjadi ustadz ataupun ustadzah guna mengisi acara televisi.
Namun ramadhan kali ini akan berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini akan di barengi dengan kegelisahan masyarakat. Suatu fenomena yang sebelumnya belum pernah terjadi. Lagi - lagi pemerintah yang nota bene adalah pilihan rakyat dengan sepihak menaikkan harga BBM tepat menjelang ramadhan. Masih menyisakan rasa yang pahit dari kenaikan sebelumnya, sekarang sudah dinaikkan kembali. Bahkan dikabarkan kenaikannya bisa saja mencapai 50%. Alasan yang dikemukakanpun masih klasik, yaitu karena naiknya harga minyak dunia.
Ya.. ternyata inilah pemerintah yang kita pilih. Kalau ada enaknya mereka diam saja, tetapi kalau ada susahnya rakyatlah yang menjdi korban. Mengapa kalau harga minyak dunia naik, harga minyak lokal juga naik. Tetapi giliran upah buruh dunia yang lain tinggi maka kebijakan pemerintah tidak akan pernah sampai ke arah situ. Anehnya lagi anggota dewan yang dulu saya pilih juga tidak ada suaranya sama sekali. Padahal ketimbang mereka sibuk memikirkan bagaimana menaikkan BBM dan menyalurkan subsidi silang bukankah lebih baik menciptakan lapangan kerja yang bisa membuat rakyatnya ini mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah? Padahal mereka memiliki katebelece untuk mendirikan lapangan kerja yang baru ketimbang rakyat yang sudah “modal-madul” yang tidak memiliki modal ini :).
Tidak hanya di dunia ekonomi, sayapun sampai tak habis pikir, dunia olahraga yang semula lebih saya sukai karena jauh dari dunia politik yang hanya menguntungkan segelintir orang saja, ternyata juga ikut - ikutan bermasalah. Wah ternyata olahragapun juga turut syarat dengan berbagai kepentingan.
Kalau sudah begini mau bagaimana coba? Tampaknya ketimbang kita memikirkan tetek bengek dunia ini, ada baikknya ramadhan kali ini kita jadikan sebagi momentum untuk lebih mendekatkan diri pada sang khaliq. Sambil berdoa semoga segala keruwetan kehidupan ini, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan dalam pemerintahan bisa di selesaikan bersama. Pemerintah yang kita pilih bisa mengerti kemampuan daya beli masyarakat dan masyarakat juga bisa menerimanya keputusan yang bijak.
Untuk menyambut ramadhan kali ini sekalian saya luncurkan sebuah e-book dengan judul Risalah Ramadhan, yang materinya saya dapatkan dari Pusat Konsultasi Syariah semoga bisa menjadi pedoman dalam berpuasa.
Hanya kepada Alloh kita berharap dan hanya kepada-Nyalah kita memohon Pertolongan. Huwallohualam.
13 Agu
Kalau saya lihat lagi, web ini kelihatannya merana banget, jarang ada tulisan baru, jarang berganti muka, “hiasan dindingnya” juga tidak berubah, akhirnya yang punya rumah jadi kelihatan jarang berkunjung. Padahal, setidaknya seminggu dua kali masih sempat “ngepel lantai”, masih sempat membersihkan “kotoran yang menempel” di dinding :D, serta masih sempat “bakar-bakar sampah”. Seperti rumah sungguhan saja :)).
Sekarang itu ceritanya lain. Dahulu bisa perhatian penuh dengan web ini, punya waktu luang, bisa memikirkan pengembangan web, ataupun menyempatkan diri untuk setidaknya menulis e-book, menulis kembali beberapa cerita islam, menambahkan text ke midi, baca - baca buku, bermain guitar bahkan kadang sampai terbentuk formasi nada.
Sekedar untuk diketahui, untuk mengisi sebuah rubrik paling tidak saya harus meluangkan waktu 1/2 sampai 1 jam, belum lagi jika harus nambah foto ataupun gambar, maka mesti mengeditnya dahulu. Review software kadang memakan waktu yang leeebih lama, kayak yang Damn Small Linux itu mesti nyoba - nyoba dulu sampai seminggu lebih. Ditambah lagi dengan tetek bengek iseng - iseng instalasinya dan software tambahannya, akhirnya bisa tambah berhari-hari lagi.
Sedangkan untuk menambah text ke midi, satu midi paling cepat memakan waktu 30 menit, itu sudah termasuk cepet banget. Bayangkan saja, yang pertama mesti cari midinya dulu di search engine, terus ngetik liriknya. Kalau tak hafal harus mendengarkan dari kaset/mp3. Bahkan pernah ampe 3 jam atau 4 jam untuk nambahin text tersebut ke dalam sebuah midi. Yach tapi juga namanya orang sudah terlanjur suka, he.. he.. he.. Akhirnya berhubung peminat serta feedback yang masuk sedikit, sementara ini midi karaoke baru-nya untuk koleksi pribadi saja. Kalau mesti upload saya kecapaian “usung - usung” filenya ke warnet, sudah capek-capek eh nggak ada gunanya :)).
Namun sekarang, saya sudah nggak bisa konsen 100% ke web lagi, karena harus ada yang dikerjakan, untuk bertahan hidup harus mengais - ngais rejeki yang disebarkan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga begitulah webnya kelihatan mangkrak. Tapi tak apalah, semoga seminggu sekali masih sempat menulis. Kalau tak sempat ya dua minggu sekali, atau sebulan sekali he.. he.. asal tidak setahun sekali saja.
Yang paling menyedihkan kalau sudah hampir sebulan tidak punya ide sama sekali untuk di tulis. Benar - benar kosong blong. Wah nulis apa ya? Kalau tidak punya materi alhasil seperti ini, tulisannya kemana - mana tidak ada ujung pangkalnya. Memang paling enak itu kalau habis jalan - jalan atau refresing. Idenya banyak yang keluar. Kayaknya sudah lama juga tidak jalan - jalan. Tapi mau jalan - jalan kemana ya? Kantongnya sedang tipis. Mendingan bersih - bersih rumah (baca=update web) semapunya saja.
20 Jul
Hati saya miris, sedih, dan kecewa, tatkala pada sebuah dusun di sebelah timur tempat saya dibesarkan di bangun sebuah mushola. Loh memang apa salahnya, bukankah membangun mushola itu bagus? Bukankah mensiarkan agama itu penting? Bukankah hal - hal semacam itu harus di dukung semua pihak?
Eh, tunggu dulu, jangan menuduh saya yang macam - macam. Permasalahannya kurang dari 100 m di sebelah barat mushola tersebut sudah ada mushola lama yang berdiri kokoh. Kalau dilihat dari pondasinya, mushola baru ini ukurannya memang lebih besar ketimbang mushola yang lama, tetapi alangkah baiknya jika mushola yang ada itu sendiri di rawat yang baik. Atau jika memiliki biaya alangkah baiknya mushola yang sudah ada di renovasi kembali. Bukahkah lebih baik?
Kebetulan di tempat saya juga ada beberapa orang pekerja yang sedang merenovasi rumah. Tatkala saya tanya perihal pembangunan mushola baru tersebut. Beberapa orang yang merenovasi rumah tersebut juga geleng - geleng kepala. Pada tidak tahu maksudnya, sambil berkata, “Nyapo yo, yen wong ISLAM iku dijak rukun angele ora mekakat, tapi yen dijak musuhan cepet banget, padahal agama ISLAM dewe ora ngajak umate eker - ekeran” (=Kenapa ya, orang ISLAM itu kalau diajak rukun sulitnya bukan main, tapi kalau di ajak berpecah belah cepat sekali, padahal agama ISLAM sendiri tidak mengajak umatnya untuk bermusuhan.)
Usut punya usut ternyata ada dua kelompok Yasinan di daerah tersebut. Yasinan adalah acara perkumpulan pembacaan surat Yasin, dan biasanya di gilir dari satu rumah ke rumah yang lain serta acaranya di laksanakan pada setiap malam jumat. Acara ini digunakan untuk mempererat warga desa biar tiap minggu bisa kumpul bersama, entah itu yang kaya, atau yang miskin, entah itu yang pejabat atau yang rakyat jelata, mereka bisa berkumpul serta bisa saling mengunjungi. Bisa saling bertukar informasi ataupun hanya untuk sekedar “jagongan” (=ngobrol).
Kelompok yang satunya adalah kelompok barat, dan satunya lagi kelompok timur. Nah yang kelompok barat itu base camp-nya adalah mushola lama, sedangkan kolompok timur belum memiliki mushola, akhirnya merasa perlu membangun kembali mushola untuk base camp-nya. Saya kurang tahu pasti apakah pembagian kelompok itu karena kelompok yang sudah ada terlalu banyak pesertanya, ataukah karena ada alasan lain. Tetapi masak kalau hanya perbedaan kelompok yasinan saja sampai - sampai membuat mushola sendiri. Tapi apa boleh buat, sayapun juga bukan orang berpengaruh di daerah, sehingga kalau ngomong macam - macam malah menjadi bumerang sendiri. Saya tidak tahu apakah kalau kita hanya mampu mendoakan semoga yang berselisih bisa dibukakan hatinya merupakan tindakan orang (=saya) yang mempunyai selemah - lemahnya iman.
Hingga harus kita akui mempersatukan orang islam sulitnya memang minta ampun. Bahkan orang yang perpindidikanpun sering kali harus terjebak dalam masalah ini. Dalam masalah suatu organisasi(baca= partai) misalnya, organisasi ISLAM sangat mudah dipecah - pecah, bermusuhan. Bahkan hasil muktamar organisasi biasanya awal perpecahan organisasi itu sendiri. Bahkan lebih lucu lagi, organisasi yang memecahkan diri tersebut akhirnya terpecah - pecah juga.
Tapi anehknya orang - orang bawah yang gak ngerti apa - apa juga turut musuhan. Padahal siapapun yang memimpin organisasi tersebut orang - orang bawah ini juga tidak akan kebagian apa - apa, tidak akan menjadi kaya, tidak akan diperhatikan nasib-nya. Ya tetap begitulah. Habis bagaimana orang - orang yang diatas sempat memikir yang bawah, lah wong sibuk ngurusi organisasi yang selalu eker - ekeran.
Orang desa yang tidak sempat mengenyam pendidikan SMP dan bekerja sebagai buruh bangunanpun tahu, kalau perpecahan itu bukanlah jalan yang baik, tapi kenapa orang - orang yang notabene berpendidikan malah melakukan. Ataukah memang teori tidak semudah praktek? Barangkali kita mesti menurunkan sedikit ego untuk kebaikan bersama. Hanya Alloh Yang Maha Tahu.
24 Mei
Alhamdulillah sekarang sudah menggunakan server baru lagi, semoga bisa lebih baik dari kemarin itu saja harapan saya :D. Barangkali akan ada pertanyaan, “Kenapa kok tidak digabung dengan liriknasyid.com saja?” Nah kalau yang ini biar liriknasyid.com isinya lirik - lirik saja dan tidak bercampur dengan data - data pribadi. Apalagi servernya kan server amanah? Kan mesti jaga amanah juga. Karena kalau yang situs pribadi ini kadang agak ngawur juga isinya he.. he.. he.. Takutnya nanti file-nya di http://liriknasyid.com malah berkelahi ha.. ha.. ha.. Ada - ada saja.
Server baru ini berada di di http://penamedia.com. Patungan sama mybrother, eh bukan patungan sih tapi lebih tepatnya ngikut mybrother. Sedangkan mau dikembangkan ke mana PenaMedia nantinya? nah kalau yang ini sedang kita godog bareng - bareng. Jadi situs ini bisa juga di akses lewat http://agusw.penamedia.com. Lebih-lebih sekarang cjb juga sudah ngasih banner di atas lagi. Emm.. padahal sudah dot kita di kasih cjb masih dikasih banner lagi. Tapi kalau mau ganti domain sudah terlanjur domain ini yang dikenal. Tapi tak apalah lambat laun semoga bisa diganti dengan domain http://agusw.penamedia.com. Padahal saya sudah menggunakan cjb itu 3 tahun. Ya lihat - lihat bagaimana kebijakan pihak cjb nantinya. Untung saja liriknasyid-nya kemarin sudah di dot com kan.
13 Mei
Tak terasa sudah lama tak menulis lagi. Rasanya saya agak males utuk nulis-nulis lagi. E.. emm kemalasan tersebut bukanlah karena rasa ogah-ogahan, tetapi dengan server yang ancur-ancuran, sering trouble;dari kehabisan domain sampai sering mati membuat capek. Misalkan nich ya sudah susah payah mengetik tinggal upload he. he.. he.. ternyata servernya mati. Kalau saya setiap hari bisa connect internet lumayan, tetapi karena untuk beinternet hanya mengandalkan warung internet (cyber cafe) jadinya tulisan yang semestinya di upload tak bisa terupload. Beberapa waktu kemudian ketika servernya nyala kembali ..eh.. Disketnya yang tertinggal. Makanya dari itu luamaaaa buanget tidak terupdate.
Ye… karena seperti yang saya ceritakan kemarin, sudah mbayarnya murah eh, minta fasilitas lebih :D. Rencana kedepan pinginya nyewa server lagi. Tetunya saya masih tetap setia “nebeng” mybrother… Jadi biar tetap satu server sama saudara sendiri. Makanya itu uploadpun menjadi lebih ogah - ogahan lagi. Sudah capek - capek upload eh, sudah harus pindah server lagi. Sekedar antum ketahui kalau server yang sekarang ini juga server pindahan. Dari server-nya gegar.biz menjadi gegar.us. Tetapi walau yang mindahi adalah pemilik server, perpindahan data - data semacam ini sangat menyulitkan bagi saya.
Jadi sambil menunggu dapat server yang OK, saya usahakan update se-mood perasaan saya. Karena jika mood-nya tidak bagus, ngetikpun menjadi “ngalor, ngidul, ngetan, ngulon” (=ke utara, selatan, timur, dan barat alias tidak menentu).
1 Apr
“Hai Patrick, bagaimana rasa burger ubur - ubur baru ciptaanku ini? Lezat bukan?” Dengan suaranya yang kas SpongeBob bertanya pada shohib setianya Patrick. Dengan suara yang besar Petrick menjawab, “Iya SpongeBob, lezat sekali.” Kedua sahabat baik itu selalu menghiasi ruang kaca LaTivi hampir setiap pagi, sore dan malam. Bahkan cenderung tidak jelas waktu pemutarannya.
Komentar Terakhir