menebar SENYUM merajut UKHUWAH
28 Jan
Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di Gresik. Dari lantai dua laboratorium komputer Dari lantai dua laboratorium komputer aku pandangi bangunan-bangunan yang tidak akan mungkin aku lupa. Semuanya membawa berbagai kenangan selama satu setengah tahun. Aku tersenyum sendiri, masih ingat tatkala aku diterima di SMP Swasta vavorit favorit di Gresik, rasanya tak percaya, dan waktu itu aku tidak kefikiran sama sekali untuk berpindah tempat kerja.
Tetapi setelah satu setengah tahun, ternyata planning manusia itu mudah berubah, dan setelah melalui pemikiran panjang, melalui pertimbangan sana-sini dan tak lupa berdoa juga, akhirnya keputusan yang bisa kuambil adalah pindah kerja ke tempat yang baru. Masih berkutat dengan dunia pendidikan juga, terhitung mulai bulan Februari mendapat amanah untuk mendidik di SMP Negeri 1 Malang. Walaupun saya adalah sarjana fisika dengan kemampuan biasa, tetapi seringkali saya dipercaya memegang bidang study TIK atau komputer, maklumlah waktu kuliah saya paling suka komputer dibanding kuliah hehehe.
(more…)
2 Jan
![]()
Saya pribadi mengucapkan Selamat Menyongsong Tahun Baru Masehi 2008. Walaupun tahun ini disambut dengan kepedihan di beberapa tempat karena musibah banjir tetapi saya berharap semoga dengan bergantinya tahun ini bisa membuat semangat baru untuk melangkah. Bisa membuat harapan baru agar mampu memplaning tujuan kedepan dengan lebih baik. So, lupakan semua hal buruk ditahun-tahun sebelumnya. Semoga kesuksesan saja yang akan kita dapat dan ridho dari Alah tentunya.
12 Agu
Setelah dikompori Kakakku berkali-kali, akhirnya akupun download dan install Ubuntu Fiesty di Labtop. Waalupun selama ini saya kurang sreg dengan desktop Gnome, eh ternyata nyaman juga. Ubuntu ternyata juga enak.
Resolusi
Tapi syaratnya satu, kalau tidak ada internet pasti saya kalang kabut luar biasa, apalagi tidak punya 4 DVD repository. Bagaimana tidak, mp3-nya harus download codec-nya, terus resolusinya hanya 1024×768 padahal laptoku resolusi terbaiknya 1200×800. Hampir satu jam aku cari-cari untuk merubah resolusi. Setelah googling dengan kata kunci resolusi ubuntu saya ketemu dengan beberapa link berikut. Link ini saya masukkan barangkali kalau salah satu dari cara berikut ini bisa anda pergunakan jika mengalami hal yang seperti saya rasakan :), yaitu :
1. http://ubuntulinux.or.id/blog/2007/06/25/resolusi-monitor/ ,ehem namun masih belum bisa juga. Tetapi saya jadi tahu kalau letak file resolusi ada di /etc/X11/xorg.conf
2. http://makassar.linux.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=1 , wah saya sangat optimis kalau dari tutorial ini bisa, karena waktu dimandriva untuk menyesuaikan resolusi menggunakan 915resolution. Tetapi walaupun setelah install 915resolution dan sudah tak restart, laptop ini masih tetap saja beresolusi 1024×768.
3. http://widi-atmono.blogspot.com/2007/05/ubuntu-resolution.html ,masih belum menyerah saya mencari tutorial lagi dan ketemu situsnya Mas Widi ini, yang menunjukkan cara menyetel 915resolution setahap demi setahap. Sayapun lebih yakin lagi, kalau dari tutorial Mas Widi ini pasti mampu menyetel resolusi di laptopku. Namun akupun harus gigit jari, karena walaupun sudah tak log off ataupun aku restrat belum ada perubahan.
4. Akhirnya aku utheg-utheg lagi file /etc/X11/xorg.conf dan aku mencoba memelototi tulisan di file tersebut. Saya dipertemukan dengan perintah sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg untuk update otomatis. Dengan agak pesimis aku mencoba menulis peritah tersebut di console, kemudian di hadapkan pada menu VESA dan tinggal pilih resolusi yang ingin digunakan. Alhamdulillah terselesaikan.
Hmm memang benar kalau mau install XMSS tinggal ketik sudo apt-get install xmms maka xmms sudah ada di hadapanku, karena aku paling demen menggunakan XMMS.
Hmm sekarang lagi nyoba sudo apt-get instal wine…
Kalau ada cerita nanti saja tak tulis kembali.
17 Jun
Minggu kemarin ada dua hal yang menarik dan menggelitik saya. Salah seorang kawan lama saya sekarang berprofesi sebagai penjual komputer malam-malam menghubungi saya. Dia tanya-tanya perihal linux ke saya, karena saat ini di wilayah Tulungagung dan Trenggalek sedang gencar-gencarnya obrakan Windows (begitulan teman saya menyebutnya) dari Kepolisian.
Sementara di kantor saya Laptop Acer dengan windows xp bundelan (OEM) terkena virus sehingga Windowsnya jalan luammmmmmbuat banget atau bolehlah dikatakan ngadat, karena saking lamanya. Pinginnya langsung saya format saja, karena energi untuk membasmi virus yang beranak pinak itu bisa lebih lama ketimbang melakukan installasi ulang. Tetapi dari bagaian IT sekolah melarang keras karena akan merusak originalitas windows.
Akhirnya sayapun menghubungi Microsoft Surabaya, dan katanya tidak masalah melakukan installasi windows ulang, asalkan setelah selesai intallasi melakukan aktivasi lagi, sayapun belum bertanya dikenakan biaya apa tidak jika melakukan aktivasi. Sayapun memberi tahu kalau windows saya adalah windows OEM, atau windows yang sudah satu paket dengan produk acer. Sayapun disarankan menggunakan CD Recovery yang diberikan Acer. Setelah saya coba ternyata tidak ada Recovery windows dari cd tersebut, dan kembali lagi saya menelephone ke Microsoft Surabaya kalau dalam CD tersebut tidak ada recovery windowsnya. Kemudian saya disarankan menghubungi Acer Surabaya, karena untuk OEM segala kewenangan perihal sistem operasinya sudah disarankan sepenuhnya ke pihak tersebut (Acer). Selanjutnya saya hubungi Acer Surabaya dan ternyata disarankan untuk membawa Laptopnya ke Acer Senter untuk dilakukan Recovery Windows dengan biaya Rp 110.000,00. Akhirnya laptop itu saya serahkan saja ke bagian IT sekolah, karena kalau menyangkut pembiayaan, saya tidak ada kewenangan.
Dari dua masalah tersebut jelas sekali bahwa bangsa ini adalah bangsa yang rentan. Rentan karena dalam menghapi sebuah kebijakan tidak jelas. Sudah seharusnya pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas mengenai penggunaan software ini. Jangan hanya menggunakan sistem gerilya, kadang di grebek kadang tidak, kayak cari-cari untungnya segelintir orang saja.
Saya masih ingat dulu tahun 2003-an waktu pertama kali Undang-undang HAKI disosialisakan maka kebanyakan orang tidak mempermasalahkan itu dan banyak yang mencoba alternatif software terjangkau lainnya dalam hal ini Linux. Tetapi karena pertumbuhan Linux begitu pesat kayaknya mengancam keberadaan Windows, sehingga penggerebekan dilonggarkan lagi. Tetapi setelah mulai banyak pengguna bajakan penggerebekan dilakukan lagi, kemudian dilonggarkan lagi. Wis begitu terus tidak pernah selesai.
Kadang sayapun juga masih bingung. Apakah polisi dan badan yang menangani HAKI mengetahui kalau sebuah software yang terinstall di dalam windows itu original atau bukan. Katakanlah misal kita menggunakan windows asli maka seperti yang saya ketahui dalam versi OEM akan diberi serial aktivasi dan sebuah stiker windows. Tetapi bagaimana jika kita membeli Lisensi Corel, Adobe, Office (yang barangkali lisensi tersebut hanya mampu di beli oleh seorang /perusahaan yang kaya raya) apa buktinya? Karena jika kita melakukan aktivasi biasanya hanya melakukan transaksi via web sedangkan serialnya diberikan melalui e-mail/telephone? Nah tuh kan? Sebenare yang di obrak itu Windowsnya saja atau semuanya? Nah, jadi nggak jelas bukan? Dan yakinkah anda kalau Windows yang digunakan di kantor polisi itu orisinil? Hehehe.. tapi kalaupun tidak orisinil pasti sama pembesar Windows sudah di beri yang orisinil.
Sebenare pemerintahlah yang harus bertanggung jawab. Jika memang serius lakukan penggerebekan besar-besaran, dari rumah ke rumah, kantor ke kantor, perusahaan-perusahaan, sekolah ke sekolah dan semua komputer yang ada di indonesia ini. Supaya tercipta iklim penggunaan software yang baik. Janganlah menggunakan sistem gerilya, karena yang diuntungkan hanya segelintir bagian saja. Bagaimana pihak pemerintah, HAKI, ataupun Asosiasi Software yang merasa dirugikan dengan pembajakan? Siap nggak melakukan hal ini.
6 Mei
Belakangan ini kalau membaca media seringkali saya menemukan seorang guru melakukan hukuman fisik terhadap muridnya. Setelah tindakan tersebut pasti sang guru bakal di demo habis-habisan tanpa melihat akar permasalahan yang ada.
Saya katakan kadang memang sangat berat menjadi seorang guru walaupun disisi lain menyenangkan juga. Sebagai seorang guru ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Semarah-marahnya kita, sesumpek-sumpeknya kita jangan sampai berbuat fisik terhadap siswa. Pokoknya itu harus dikendalikan.
Mengutip lagunya serius, bahwa Roker juga manusia, dan mengutip blognya Pak Iman kalau Pustakawan juga manusia, maka Gurupun juga manusia. Guru juga memiliki masalah pribadi, guru juga bisa pusing, guru juga bisa keluar kendali. Tetapi sebagai seorang guru biasanya saya selalu mengedepankan kepala dingin.
Dulu pernah saya tulis dan saya sangat berharap bisa menjadi guru yang sabar dan bisa care dengan siswa. Saya tidak pernah keras apalagi marah, karena mereka saya anggap sebagai seorang anak-anak. Sampai-sampai teman ngajar ngasih masukan ke saya, kalau saya itu orangnya terlalu lunak. Namun tahukan anda apa dampaknya? Anak-anak cenderung menyepelekan, seenaknya sendiri, dan susah diatur.Tapi itu untuk anak putra loh ya. Kalau anak putri kayaknya masih seperti yang saya harapkan, jadi walaupun antara siswa dan guru dekat namun mereka masih menaruh hormat pada pendidiknya.
Memang kadang kalau melihat nakalnya anak-anak kitapun bisa geram, lebih - lebih sama anak - anak yang sudah berbuat salah sedangkan kalau dikasih tau ngeyel banget, mbantah, malah sok benar. Jika sudah begini sayapun tinggal geleng2 kepala. Ada juga siswa yang cuek bebek berbuat apa saja nyantai banget, seperti tidak punya salah. Pernah juga seorang teman guru dari sekolah lain bercerita pada saya kalau dirinya pernah diajak berkelahi siswanya, namun dia tidak menggubrisnya, Apa tidak kelewatan banget.
Makanya saya tidak bisa serta merta menyalahkan guru yang main tangan sama muridnya, walaupun jelas-jelas itu salah. Hal semacam itu perlu diruntut lebih detail. Yang kelewatan itu anaknya apa memang gurunya yang out of control atau gurunya yang tempramental.
Untuk itulah memang komunikasi antara orang tua dan sekolah sangat diperlukan disini. Paling tidak orang tua tahu sebenarnya anaknya itu bagaimana sih disekolah. Karena saya dulu pernah mengetahui juga anak tetangga saya ini sangat baik di rumah, tetapi di sekolah malah merokok, dan minum-minuman keras. Nah tuh kan? Pernah tahu juga seorang anaknya orang kaya di sekolah malah jadi pengopas teman-teman lainnya. Jadi kalau komunikasi antara sekolah dengan wali murid bisa jalan tentu semuanya bisa menghadapi persoalan semacam ini secara dingin. Karena selama ini jika ada masalah seperti yang saya tulis diatas mencuat maka yang jadi bulan-bulanan adalah guru.
Tapi tidak semua siswa putra seperti itu yang baik juga banyak. Dan sebagai pendidik pasti tujuan kita adalah supaya transfer ilmu bisa berjalan dan yang kita didik ini berhasil, bahkan bisa menjadi putra penerus bangsa. Wah.. smoga saja.Huwallohualam.
2 Feb
Saya tak menyangka ternyata web ini sudah 5 tahun online. Walau masih balita yang merangkak - rangkak, eh lima tahun itu masuk balita nggak ya? Tapi jelasnya masih kecil banget, saya beraharap web pribadi ini bisa menjadi sumbangsih saya untuk berbagi, bercerita ataupun sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada di kepala. Entah itu berguna apa tidak yang penting ditulis saja.
Setelah saya evaluasi kembali, di tahun ke empat saya sudah jarang menulis. Tahu sendirilah kalau tugas sudah mengumpul rasanya otak ini sudah sulit diajak berfikir menulis, padahal pinginnya setiap minggu ada tulisan baru. Saya rasa benar juga, kalau lama tidak menulis wah.. susah buanget mau menulis lagi. Padahal dulu waktu sering menulis rasanya menulis itu menyenangkan. Yach memang mesti dipaksa, biar pikirannya nggak buntu terus.
Rencana kedepan situs ini, rasanya masih tetap seperti ini dulu, targetnya menulis seminggu satu tulisan moga - moga bisa kesampaian. Kalau rencana perubahan total rasanya nggak ada deh, saya lebih menitik beratkan untuk all out di sekolahan dulu, soalnya masih memiliki seambreg planing yang harus saya realisasikan.. Hmm mumpung masih muda dan memiliki tenaga extra kan.. cie..
29 Okt
Saya pribadi mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Hmm hmm.. barangkali ada kesalahan kata baik disengaja maupun tidak saya sangat berharap pintu maafnya terbuka lebar.
28 Jun
Kemungkinan terbesar saya mesti kembali ke dunia SMP. Yaitu dunia anak - anak yang baru lulus SD. Dunia yang pernah saya geluti setahun kemarin walaupun tahun kemarin hanya dua bulan aktive. Memang bukan seperti SMA yang merupakan dunia pencarian jati diri tetapi dunia anak - anak yang akan sedikit beranjak dewasa. Tingkah laku anak - anak SMP kadang tidak jauh berbeda dengan anak - anak SD. Masih ingin di perhatikan, masih jahil, dan kadang masih suka main - main. Ya mirip - mirip anak SD lah tetapi agak dewasa sedikit.
Sebagai seorang calon pendidik maka saya perlu mengetahui apa yang diinginkan anak didiknya. Di awal saya mengajar, saya katakan bahwa seorang guru bukanlah segala - galanya. Seorang guru hanyalah partner belajar siswa di sekolah. Saya memposisikan diri sebagai partner karena arus informasi saat ini sangat cepat. Ada kalanya seroang murid walau tataran SMP lebih pandai dari pada yang ngajar dan saya rasa ini wajar.
Kebanyakan murid - murid saya agak kritis. Maklumlah Karena latar belakang mereka yang kebanyakan dari keluarga yang berpendidikan pula. Kalau sekali saja bertanya maka akan dikejar terus dan dijamin sampai gelagepan hehehe…
Tetapi tidak apa - apa karena saya juga sering menanamkan kepada siswa, “Senyampang seorang guru masih mengerti, maka ambil semua ilmu yang dimiliki, bertanyalah terus.”
Maklum saya masih baru. Saya yakin satu tahun kemudian pasti semuanya sudah hafal di luar kepala, karena yang dipelajari hanya satu bidang studi saja.
Saya pernah bertanya, “Sebenarnya kayak apa sih type pengajar yang kamu sukai?” Rata - rata mereka menjawab kita suka seorang guru yang dekat dengan murid, yang suka bermain dengan murid, dan kadang juga harus jahil juga dengan murid. Sayapun mencoba bertanya lebih selidik, jahil yang kayak apa. Dan mereka menjawab, jahil yang seperti suka menginjak kaki, menarik tangan atau terserah yang penting jahil. Waduh… ini mau jadi guru yang baik atau jadi guru yang jahil ya :D. Aneh juga yang didinginkan malah bukan seorang yang cerdik pandai.
Jadi intinya seorang guru sekarang itu harus lebih memasyarakat dengan muridnya. Paling tidak, mengetahui apa yang menjadi keinginan muridnya, lha wong posisinya sebagai partner. Tetapi bagi saya no problem, yang penting saya harus bisa menempatkan diri sebaik - baiknya. Kapan waktunya bermain dan kapan waktunya serius. Bagaimanapun juga seorang pendidik harus punya bargaining position yang baik.
Yang saya inginkan adalah situasi belajar yang kondusif. Apa yang saya jelaskan dimengerti syukur - syukur kalau siswanya bisa mengembangkan pengayaan sendiri, alhasil bisa menjadi partner diskusi di kelas yang cukup menarik. Situasi belajar yang menyenangkan, yaitu seorang guru harus sepenuhnya perhatian pada anak didiknya dan anak didik juga mesti menaruh hormat pada pendidiknya. Artinya seorang murid tidak boleh takut dengan gurunya, atau menjadi guru yang menyenangkan. Bukankah situasi seperti ini yang dicari?
Untuk mengatasi kejenuhan saat jam - jam siang, saya harus memecah kebuntuhan itu dengan ice-ice break, entah itu cerita positif kesemangatan untuk meraih kesuksesan ataupun pertanyaan - pertanyaan matematika yang menarik.
Namun untuk pertamanya saya benar - benar terkejut. Generasi SMP yang sekarang ini jauh berbeda dengan jaman saya dulu. Sudah guru fisikanya “kereng” (=kejam), anaknya takut - takut lagi. Kalau anak sekarang kemampuan mengeluarkan pendapatnya sangat - sangat bagus. Juga dalam hal membatah jika yang kita katakan salah. Bahkan lebih parah lagi, kadang sesama gurupun “diadu domba”, loh pak jawabanya kok tidak sama dengan Pak ini, atau Bu ini. Wah kalau ini namanya ngetest.
Tapi disinilah asyik mendidik. Saya fikir, kayaknya lebih menyenagkan punya anak didik yang kritis ketimbang yang diam adem ayem saja.
Sampai - sampai sayapun beranggapan, pasti analis murid saya ini sangat tajam. Alhasil waktu ujian pertama saya mencoba mengkobinasi sedikit soal, “cekethek” hanya 10 % yang bisa mengerjakan. Sayapun kaget, hmm barangkali latihan akan kombinasi soal mereka kurang, walaupun kemampuan analisis mereka tajam.
Sayapun baru mengerti bahwa anak SMP adalah masih tetap anak SMP.
NB. Seorang Calon Guru Honorer Mapel FISIKA SMPM 12 GKB Gresik. Dan saat ini sangat menikmati pekerjaan barunya sebagai calon tenaga honorer :D.
Buat Pak Hon Jaelani : Wah sekarang kita bertengga
17 Apr
Sebenarnya sudah beberapa kali seorang kawan sebut saja namanya Fulan bercerita pada saya bahwa naik angkot itu cukup mengerikan. Adik Si Fulan ini pernah mengalami penodongan di dalam angkot dengan jurusan yang sering saya naiki. Seluruh penumpang angkot harta bendanya dikuras habis. Di Jawa pos juga pernah saya jumpai seorang penumpang menulis di kolom metropolis watch bahwa saat naik Lyn yang biasa saya naiki, dirampas tas-nya juga. Seorang pengunjung warnet pernah bercerita pada penjaga yang kebetulan teman saya bahwa HP-nya pernah di copet di sekitar asrama haji pun saat naik angkot atau lyn yang biasa saya naiki.
Tetapi saya tidak percaya begitu saja kalau angkot yang biasa saya naiki se seram yang diceritakan beberapa teman saya tadi, saya masih merasa aman menggunakan lyn atau angkot jenis ini. Tetapi baru kemarin saya percaya bahwa lyn benar - benar tidak aman, karena saya tahu dengan mata kepala sendiri bahwa tiga orang yang berada di dalam lyn adalah pencopet.
Ceritanya Jum’at kemarin saya naik Lyn jurusan Wilangun. Lyn ke Wilangun ini adalah “saudara muda” dari lyn yang sering saya naiki seperti yang diceritaan di atas. Lyn yang saya tumpangi kali ini berisi 3 perempuan dan 4 laki - laki. Setelah sampai perempatan barat Asrama Haji Surabaya naik lagi dua orang laki - laki berpakain rapi, kemudian satu orang lagi gendut dan berbadan besar naik beberapa saat kemudian. Dimana akhirnya saya ketahui bahwa ketiganya ini adalah kawanan copet.
Sebelumnya tidak ada gejala yang aneh, semua lancar - lancar saja. Tetapi saya menaruh curiga pada orang yang gendut dan berbadan besar, setelah gelagatnya mulai mencurigakan. Saat ada tikungan, si Gendut ini pura - pura mau jatuh sehingga ia berpegangan pada tas penumpang di depannya. Bukannya berpegangannya dilepas, tetapi tangannya malah jahil, karena saya perhatikan mulai meraba - raba mencoba mengetahui isi tas. Namun tak lama kemudian tanggannya dilepaskan.
Setelah lewat Pompa Bensin Dharmahusada sebelum belokan pertama ke Unair, seorang laki - laki turun. Saat mencari jalan untuk turun dari lyn inilah saya perhatikan seorang pencopet yang lain mengampil HP dari saku celana sang korban, jadi cepat sekali prosesnya, sehingga si korban tidak merasa kalau HP-nya sudah berpindah tangan, karena memang gerakan untuk turun dari lyn ini agak dipersulit. Sayapun hanya tinggal istigfar saja, habis mau bagaimana lagi, kalau saya membantu bisa - bisa saya mati konyol. Dan saya memastikan kalau ketiganya adalah komplotan saat korban turun dan lyn dan mulai berjalan, ketiga orang ini tanpa di komando memperhatikan dengan seksama si korban. Saya melirik korban yang sudah di luar Lyn dan benar - benar tidak menyadari kalau HP-nya telah raib.
Ingin sekali saya keluar dari Lyn, cuman posisi saya sedang tidak bagus, dan saya tinggal berdoa saja, semoga hanya pencopet biasa dan bukan penodong. Tak beberapa lama kemudian tiga orang wanita turun, dan Sigendut berpindah ke tempat tepat di depan jalan untuk naik turun lyn, sehingga orang yang akan turun dipastikan agak kesusahan.
Seorang cewek tomboi naik sebelum belokan. Kelihatan dengan jelas kalau si Cewek nich membawa HP di kantong bajunya, karena telinganya disumbat dengan earphone. Belum sempat si Cewek Duduk, ketiganya beraksi, dengan mempersulit naiknya, seorang copet memaksa mengambil HP dari kantong bajunya. Si Cewek merasa ada yang tidak beres dan berkata,“He, iki opo - opoan rek?” (=He, ini apa - apaan rek?), sambil mempertahankan HP-nya. Namun apa daya HP-pun sudah berindah tangan. Tetapi nich Si Cewek benar - benar bermental Baja. Dia duduk sebenatar kemudian mencari - cari HP di saku bajunya. Setelah tahu kalau HP-nya raib, bukannya si Cewek takut, tetapi nyalinya benar - benar besar. Diapun menggertak si Copet yang ada di depannya.
“Heh, endi HP-ku pek, balikne!!!” katanya dengan nada tinggi. (Heh, mana HP-ku men, kembalikan).
“HP opo mbak, gak onok” kata copet. (HP apa mbak, tidak ada).
Eh si cewek bukannya takut malah jaket copetnya di bolak - balik dan tas yang dibawa copet diangkat, maka HP-nyapun jatuh ke lantai lyn, “Prak”. Dan si Copet-pun berkilah, “Oh iki loh mbak, loghor. Loghor mbak.” (=Oh ini loh mbak, jatuh. Jatuh mbak.)
Sesaat kemudian Si Cewek mendngarlakan lagi lagu - lagu-nya.
Sayapun sangat bersyukur ternyata sebelum sampai kampus B Unair ketiga Copet itupun turun bersama-sama. Dan saya sangat bersyukur karena sampai di tempat tujuan dengan selamat. Saat mau turun ingin sekali saya mendamprat si sopir yang menaikkan copet. Masak copet dinaikkan. Tapi niat tersebut saya urungkan karena mungkin si sopirpun juga takut :D. Saya hanya mencatat Plat nomor lyn tersebut. L XXXX XX. Sudah lyn plat ini saya black list.
Setelah urusan saya selesai dua hari kemudian sayapun kembali ke Keputih. Saya sudah berjanji dalam hati untuk dapat tempat duduk di depan dan tidak dibelakang. Mesti duduk di dekat sopir, jadi biar aman. Karena jujur saja saya masih agak trauma. Namun untuk mendapatkan tempat duduk di depan atau dekat sopir butuh waktu lama, ya demi ketenangan hatilah.
Seperti biasa jika di dekat sopir sayapun pasti mengajak ngobrol, hingga akhirnya saya ceritakan kenapa saya harus menunggu lama untuk dapat tempat duduk di depan. Saya ceritakan kalau saya masih agak trauma duduk di belakang, karena kemarin banyak sekali copetnya. Sopir-nya bukannya bertanya di daerah mana copetnya? Atau lyn apa yang ada copetnya? Tetapi malah berkata seakan - akan membela diri, “Kalau ada copet seperti itu sopir lyn-nya yang nggak tahu, kalau tahu pasti tidak bakalan dinaikkan.” Dan sayapun juga meyakinkan pada sopirnya kalau saya tidak akan pernah menyalahkan sopirnya, ya itu semua resiko naik lyn. Dan kitapun ngobrol sampai di Keputih.
Sesudah saya turun, kemudian saya lihat plat nomor lyn yang saya naiki loh sayapun kaget L XXXX XX. Ini kan lyn yang saya black list. Subhanalloh, ternyata sayapun tidak harus mendaprat sopirnya untuk membicangkan masalah yang saya alami kemarin. Ya sayapun harus berbaik sangka pada sopir lyn tersebut.
Semoga bisa diambil pelajaran bagi semua pengguna Lyn atau angkot. Selalu berhati - hati dengan barang yang di bawa, dan sembunyikan di tempat yang paling aman. Kalau bisa jangan duduk di belakang, tetapi duduklah di depan, karena di tempat tersebut yang save-nya memiliki prosentase tinggi.
1 Apr
Sebenarnya saya itu kangen banget bisa menulis dan terus menulis, tetapi kadang ide di kepala ini tidak mengalir dengan lancar. Apalagi jika tidak ada sesuatu yang spesial, misalkan tidak sedang bepergian, maka tidak bisa menemukan apa - apa yang bisa ditulis di web ini.
Hal yang paling saya sukai selama ini adalah review software, nggak tau kenapa, saya seneng banget sama kolom tersebut. Sehingga daripada berlama - lama duduk terpaku akhirnya saya mencoba membuat tutorial OpenOffice, dan sudah saya luncurkan.
Hanya saja http://openoffice.penamedia.com akan saya kerjakan di sela-sela waktu luang yang saya miliki. Pengerjaannya juga macam - macam kadang di Windows, kadang di Linux. Walaupun saya lebih memamahi paket Microsoft Office tetapi saya pilih openoffice karena semangat free dan multiplatformnya. Sehingga baik itu pengguna Linux maupun pengguna Windows bisa mempergunakan situs ini untuk kursus. Saya mencoba menambahkan latihan soal di tiap bab supaya materi bisa lebih dikuasai.
Tutorial ini saya mulai dari Calc dahulu dan jika sudah selesai, rencana saya baru menginjak ke Writer, Impress dan program office, semoga targetnya bisa terpenuhi.
Saya tunggu feedback dan masukannya.
Ditulis dengan Leafpad pada Linux Puppy 1.0.8
Komentar Terakhir