@GUSW’s Personal Sites

menebar SENYUM merajut UKHUWAH

Archive for the ‘Curhat’ Category

Dagelan Tingkat Tinggi

Iseng - iseng googling mencari cerita untuk anak - anak. Alhamdulillah tidak sampai lima menit sudah dapat. Cerita tersebut rencananya ingin aku pindah ke komputer sepupu yang masih imut, habis sepupuku yang satu itu masih duduk di sekolah dasar. Seringnya minta dibawakan cerita - cerita, ya maklumlah hobbinya memang membaca. Ada buku apa saja di baca. Saat bibiku bawa majalah umi, eh majalah itupun di lahab habis, padahal kan belum segmentnya. Kalau begini, bisa - bisa dewasa sebelum waktunya.

Saat akan mendownload cerita - cerita dalam website tersebut, aku terperanjat membaca peringatannya “Dilarang menjiplak, mengcopy, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi cerita ini. Hak cipta pengarang dilindungi Undang-Undang”. Disini ada beberapa hal yang perlu dicermati. Kalau dilarang menjiplak, mengkopi, atau memperbanyak suatu karya cipta semacam buku itu masih masuk akal. Atau dilarang menjiplak dan hak pengarang di lindungi undang - undang itupun juga masih masuk akal. Kalau dilarang mengkopi atau memperbayak suatu barang elektronik, lebih - lebih yang dipublikasikan di web, nah ini baru namanya dagelan tingkat tinggi. Ketoprak humur ataupun Bajaj Bajuri masih kalah lucu.

Padahal kita membuka url-nya saja secara otomatis sudah mendownload atau mengkopi halamanya. Lha ini peringatannya aneh, dilarang mengkopi, apa bukan web site tertolol didunia? Tak masuk akal. Ada baiknya jika memang pengelola web tidak ingin file yang ditampilkan itu diambil pengunjung ya baiknya yang ditampilkan beberapa bagian saja, bisa ringkasan cerita, bisa dibuat bersambung, dan versi aslinya dalam bentuk cetakan yang mesti dibeli. Nah ini baru masuk akal.

Atau paling tidak tidak diperkenankan menjiplak, itu juga masih masuk akal. Ternyata dagelan - dagelan di web yang tak masuk akal itu ada banyak juga.

6:25 AM 7/10/04

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Web Site Ancur - Ancuran

    Ha… ha… ha… saya kemarin tertawa sendiri setelah sukses register free hosting di Vibrahost. Haduh benar - benar berat mencari free hosting yang support php. Kayaknya tak usah mimpi ada mysql-nya sudah untung banget dapat web hosting support php. Berkali - kali daftar dari dhost.info yang menawarkan support php dan mysql tapi mbulet di control panel. Ditambah lagi web mesti dalam bahasa Inggris, kalau tidak ingin berumur pendek. Mencoba register di Lycos, tak apalah iklannya seambreg, yang penting bisa host, walah memang orang Indonesia itu kayaknya seneng cari barang - barang gratis, sehingga Indonesia tidak terdapat dalam daftar negara.. :)

    Sukses daftar di Vibrahost bukannya tidak mengalami masalah. Untuk upload file sering gagal, hari kedua dan ketiga walau bisa login dari halaman login, namun tak bisa masuk control panel. Alamak!!! Tetapi setelah mengunjugi homenya Vibrahost, Vibrahostnya sendiri dalam proses updating server. Hari ketiga (kemarin) sudah normal kembali. Kirain memang hostingnya yang payah. Tak bela - belain sampai daftar di t35.com yang hanya support php pula. Tetapi di t35 ini file submitku tidak berjalan, walau chmod sudah tak ijinkan semua. Seharian mecoba - coba kontrol panel t35 tetap saja tak bisa, tapi untunglah Vibrahost sudah normal.

    Banyak sih sebenarnya free hosting berbasis php dan mysql, cuman sayangnya pada meminta aktif di forum mereka. Tak apalah semoga Vibrahost adalah pilihan hosting yang tepat untuk sementara waktu.

    Boleh dikatakan web yang saya buat itu ancur - ancuran. Bayangkan saja ada 4 server gratis yang menghandel web tersebut. Semuanya lengkap, ada yang html biasa, asp-nya ada, pun php ada. Pertama kali adalah http://geocities.com untuk personal site berbasis html biasa. Lantas berhubung guestbooknyya geocities kurang begitu saya sukai akhirnya membuat guestbook sendiri berbasis asp saya taruh di http://brinkster.com. Karena saya mempunyai koleksi karaoke midi, karaoke tersebut saya letakkan di http://geocities.com.sg untuk mengurangi beban bandwidth yang ada di http://geocities.com. Seringkali terkena badwidth akibat pengunjung yang mendownload lirinasyid secara habis - habisan .. :) Yang terakhir http://vibrahost.com untuk menopang update liriknasyid.

    Tak bela - belain mencari vibrahost ini karena ceritanya yang panjang. Tiga atau empat hari saya habiskan searching terus menerus. Sebenarnya dulu mau tak buat asp saja, tetapi installer pws-nya dipinjam entah siapa, padahal my computer barusan di format ulang. Messengerin beberapa rekan kuliah juga pada tak punya. Akhirnya apa boleh buat nyekrip saja dengan php dan ngehost di Vibrahost itu.

    Upadate liriknasyid ini terpaksa menggunakan sedikit pemograman sederhana, karena saya kualahan untuk upadate manual di geocities.com. Bayangkan saja kalau ada yang ngirim sebuah nasyid saja, rasanya nanggung untuk melakukan update manual, apalagi dengan kecepatan internet yang rada - rada lambat. Demikian juga kalau dapat lirik yang banyak wah menyita waktu luar biasa, karena mesti nge-browse file satu persatu, mengedit halaman muka liriknasyid, pokoknya capek luar biasa. Lebih - lebih tuntutan pengunjung yang demikian tinggi dan sokongan lirik yang amat sedikit… :)

    Barangkali saya maklum kalau sokongan lirik nasyid dari tanah air sedikit. Hal ini dikarenakan liriknasyid sendiri masih berbau nama saya, seolah - olah liriknasyid itu adalah milik saya. Ya.. karena awal mulanya memang demikian konsepnya. Saya tak menduka kalau pada akhirnya liriknasyid mendapatkan sambutan yang luar biasa dari tanah air ataupun dari negeri Jiran Malaysia. Terus terang rekan - rekan di Malaysia saya rasakan lebih memberikan sokongan, yaitu dengan lirik nasyid yang masuk ke e-mail, ke form submit yang lebih banyak dibandingkan dari tanah air.

    Tetapi tak apalah memang masih kental terasa bahwa liriknasyid adalah kepunyaan saya. Untuk itulah sekarang saya sedang mengkonsep untuk menyewa server dan domain liriknasyid yang profesional, sehingga liriknasyid bisa menjadi kepunyaan kita semua. Tak tahu nich bisa cepat terwujud apa tidak, harus sabar menunggu, karena saya mesti bekerja dahulu untuk ngumpulkan dana operasional guna menyewa hosting dan domain. Ya jadi bisa setengah tahun lagi, bisa setahun lagi, atau bisa sebulan lagi kalau ada rezeki yang jatuh dari langit :)

    Akhrinya banyak sekali rubrik - rubrik pending di my web. Semisal cerita islam, dikomputer ada seambreg tapi capek banget mau upload. Chordnasyid pun juga pending, karena guitarnya ada di tempat kost sedangkan komputerku ada di kampus, dan data offline liriknya ada di tempat my brother. Walah - walah….

    Sekarang sedang menikmati apa yang bisa saya nikmati hari ini. Untuk sementara waktu nggak bisa “ngopeni” website lagi secara sepenuhnya karena ada pekerjaan yang minta diselesaikan lebih dahulu.. Sayang nich belum selesai - selesai juga. Minta doa-nya pokoknya he.. he.. he.. Moga pekerjaan yang satu ini cepat selesai.

    Eh iya mau pulang kampung nich, hari senin kan ada pemilihan presiden, lagian sudah lama tak pulang. Ada yang minta oleh - oleh tidak? Ntar pesenannya tak attach file … :)

  • 2 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Just For Laugh

    Berikut ini saya postingkan hal - hal yang lucu tentang “maaf” kentut.. :) Ya cuman sebagai humor saja.. biar tidak tegang atau stress… terutama yang sedang berkutat serius dengan tugas akhir, yang sedang terkejut - kejut melihat nilai ujian yang jeblok he.. he.. he.. sabar.. sabar.. sabar…., ada dua puluh enam karakter..
    Asal - asul atau asbabun nuzul e-mail ini dari Pak Jagat , di kirim ke milist Enciety dan dari milist teresebut ada yang ngesend ke tempatku … :) Semoga terhibur…

    1. Orang TIDAK JUJUR - Orang yang kalau kentut lalu menyalahkan orang lain.
    2. Orang KONYOL - Orang yang menahan kentutnya sampai berjam-jam.
    3. Orang BERWAWASAN LUAS - Orang yang tahu bila harus kentut.
    4. Orang SENGSARA - Orang yang ingin kentut tapi tidak boleh kentut.
    5. Orang MISTERI - Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu.
    6. Orang GUGUP - Orang yang tiba-tiba menahan kentutnya bila tiba masa nak kentut.
    7. Orang yang PERCAYA DIRI SENDIRI - Orang yang selalu menganggap yang kentutnya bau harum.
    8. Orang SADIS - Orang yang kalau kentut di ranjang terus dikibaskan baunya ke ranjang orang lain.
    9. Orang PEMALU - Orang yang kalau kentut tidak bunyi tapi lalu merasa malu sendiri.
    10. Orang yang STRATEGIK - Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak biar orang lain tidak dengar.
    11. Orang BODOH - Orang yang kalau habis kentut menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar.
    12. Orang PELIT - Orang yang kalau kentut di keluarkan sedikit-sedikit, sampai bunyi “tit-tit-tit”
    13. Orang SOMBONG - Orang yang sering mencium kentutnya sendiri.
    14. Orang RAMAH - Orang yang senang mencium kentut orang lain.
    15. Orang yang tidak senang BERGAUL - Orang yang kalau kentut sembunyi.
    16. Orang AKUATIK - Orang kalau kentut di dalam air sampai bunyi “blekuthuk-blekuthuk”.
    17. Orang ATLETIK - Orang kalau kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.
    18. Orang JUJUR - Orang yang mengaku kalau habis kentut
    19. Orang PINTAR - Orang yang bisa mengenali bau kentut orang lain.
    20. Orang GILA - Orang yang tidak kentut tapi bau.
    21. Orang KONSULTAN - Orang yang bisa memotifasi orang lain untuk kentut.
    22. Orang PEMIMPIN - Orang yang selalu terdepan dalam persoalan kentut.
    23. Orang ARING - Orang ngomong apa kentut ya?…itu mah untuk rambut.
    24. Orang STRES - Orang yang pagi2 ngirim email soal kentut ke rekan - rekannya.
    25. Orang BOLA - Kentut?… iya biar seger…….Kentut lagi?… tentu, kentut sampai 3 kali sehari tetep OK.
    26. Orang UTAN - Orang yang dikampus, bacaannya soal kentut.

    Anda termasuk yang mana nich …? :)

  • 1 Comment
  • Filed under: Curhat
  • Mata Indah Bola Ping Pong *)

    Dari balik jendela seorang adhik kecil berumur 4 tahunan berteriak - teriak keras memanggil namaku.. Mas Agus !!! Mas Agus!!! Mas Agus!!!. Walaupun aku mendekati dan menyapanya, teriakan itu tidak akan pernah berhenti. Teriakan itu baru berhenti kalau aku sudah keluar dari tempat kost atau jika dalam tas ada beberapa permen yang sempat tak kasihkan.

    Muhammad Naf’an Abdillah, begitulah nama adik kecil itu, dan sering di panggil dik Aan. Dengan terbata - bata dia akan menyebutkan nama lengkapnya jika diminta. Dia adalah putra ke empat Bapak tempatku numpang kost. Anaknya lumayan baik, tiap kali naik ke lantai 2 tempat kost, pulangnya selalu minta cium tangan sama semua anak kost. Perawakannya sedang tapi agak gemuk dan kelihatan sehat. Suaranya parau, rambunya ikal tetapi matanya bulat bak bola ping pong baru, yaitu bola yang putih bersih. Tatapan mata penuh keteduhn. Tatapan mata itu seolah - olah pencerminan mata yang belum mengenal kemaksiatan. Belum pernah melihat pop up - pop up tak benar yang tidak sedikit muncul di internet, belum pernah melihat adegan - adegan maksiat di pinggir - pinggir jalan, di koran - koran dan poster - poster 17 plus di atap gedung Bioskop. Barangkali seperti itu dan akan terus seperti itu tatapan mata yang belum mengenal ganasnya dunia ini.

    Minggu kemarin aku baru saja menyelesaikan sebuah cerpen lama yang belum pernah tak sentuh. Judulnya Mbak Ipungku Sayang, yang berada dalam kumpulan Cerpen “Seperti Ombak” karangan Sdr. Asri Widiarti.
    Bercerita tentang buku harian seorang tokoh perempuan SMU yang dipanggil “Yi” Singkat ceritanya Yi itu sering di “syirikin” sama Kakaknya yang akhwat. Nah pada suatu ketika Mbaknya ini mau nikahan dengan seorang ikhwah yang bersih, berwibawa, dan matanya bening bersinar - sinar. Cowoknya si “Yi” kalah kece katanya. Nah disini diceritakan kalau yang kece itu adalah yang matanya bersinar - sinar hmmm kali saja yang seperti tatapan mata dik Aan… :)

    Bandingkan dengan contoh berikut. Pilih seorang artis atau aktor papan atas yang anda ketahui paling memiliki track record kemaksiatan banyak. Tatapan matanyapun bening. Matanya indah bak bola ping pong juga. Tetapi ada yang kurang, tatapan matanya tidak memancarkan kesejukan, keteduhan, tidak menyiratkan ketenangan. Hanya mata indah biasa, tidak bersinar? Sebenarnya apa ya yang membedakan?

    Barangkali pertautan antara hati dan mata sangat dekat. Kalau istilah yang sering muncul yaitu “dari mata turun ke hati”, tetapi yang ini kelihatannya terbalik “dari hati naik ke mata”. Jika hati kita baik tentu matapun akan teratur, tidak sembarang memandang, sehingga didapatkan output tatapan mata yang menggambarkan kebaikan pula, orang sekitar memandang akan menemukan perasaan teduh dan nyaman.

    Saya perhatikan rata - rata tatapan mata anak kecil cenderung menyenangkan dibandingkan tatapan mata orang dewasa. Jadi siapa tahu dengan mulai sedikit demi sedikit menata hati tatapan mata kita bisa membuat teduh dan nyaman orang sekitar. Bisa berpengaruh tidak ya dengan putihnya mata? Tetapi saya rasakan mata yang putih bersih dan bersinar akan membawakan kesejukan pula.

    Sebelum tulisan ini saya upload sempat berkaca dan melihat tatapan mata dalam cermin? Walah… merah semua, buram dan tak bersinar..  :) Pasti nich banyak maksiat !!! (ups) Enak saja.. sudah berjam - jam di depan komputer nich? Ya.. barangkali perlu obat tetes mata biar bisa putih dan bersinar kembali ha.. ha.. ha.. :)

    Sekedar mengingatkan khususnya buat saya pribadi dan antum semua….

    “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raff:179)

    Surabaya, 17/06/04, pukul 18:12, sehabis sholat magrib.

    *) Mata indah bola ping pong adalah lagunya Iwan Fals, lagu kesukaan tetangga sebelah. Kalau tidak saya tulis saya khawatir urusannya bisa seperti kasus hak cipta Arjuna Mencari Cinta-nya Dewa … :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Mengingati Allah

    Waktu awal - awal kuliah aku sering kali menulis sebuah kalimat “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. Biasanya aku tulis sewaktu saling tukar tanda tangan dan pesan, sewaktu saling memberikan pesan di akhir sebuah pelatihan, dan setiap kali mengisi kolom nasehat. Kalimat tersebut adalah sebuah nukilan surat Ar-Rad ayat 28 yang secara lengkap artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Ayat inilah yang dulu menancap erat dalam kalbuku. Bagaimana tidak untuk menghadapi Ebtanas dan UMPTN diperlukan ketenangan hati dan fikiran. Dan aku bersyukur banget dengan kemampuan yang serba pas - pasan akhrinya bisa merasakan manis, pahit, dan getirnya bangku kuliah. Namun seiring perjalanan waktu, seiring kesibukan yang tiada kunjung habis, seiring pergulatan tuntutan duniawi, seakan - akan tulisan tersebut hampir terlupakan dalam kalbuku.

    Aku teringat bahwa aku sering menulis tulisan itu beberapa tahun yang lalu tatkala sore ini ingin sekali tangaku mengetik. Pun tiada ide yang lewat. Entah dari mana inspirasi itu datangnya, tanganku meraih terjemah Al Quran dan membuka sebuah halaman. Mataku tertuju pada Surat Al Munafiqun ayat 9 : “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”

    Sepertinya kalau harta, dan anak - anak aku belum ada. Hartaku hanya sebuah PC dengan lancard pinjaman yang menancap di kampus, dan beberapa rupiah yang cukup untuk bertahan satu bulan. Anak - anakpun tidak ada. Tetapi rasa - rasanya benar juga. Hartaku yang hanya sebuah PC sering kali melupakanku dari mengingat-Nya. Jika sudah beraktivitas di depan Komputer rasanya sudah tidak ada aktivitas lainnya. Komputer benar - benar saya rasakan sebagai “surga-nya” dunia. Lebih - lebih dengan adanya lancard yang menancap, rasanya dunia sudah berada dalam genggaman. Karena senangnya sama internet dan komputer serta hampir tidak bisa dipisahkan darinya, sampai - samapi bibiku menyebut-nya sebagai teman kencan.. :), Sepertinya dalam komputer itu memang tak habis - habis isinya. Cerita, nasehat, permainan, ilmu pengetahuan, hiburan semuanya tersedia, belum lagi fasilitas chatting dan browsing, yang membuat jarak menjadi dekat. Bahkan pernah pula gara - gara asyik di depan komputer membaca - baca e-book, sholatpun sampai keteteran. Ya.. Robbi semoga pintu keampunan-Mu terbuka Selalu…

    Namun aku merasakan memang benar adanya, mengingat Allah bisa mengobati hati, menjernihkan fikiran. Pernah suatu ketika perasaan resah selalu saja menghantui, karena sesuatu yang entah mengapa, Al Matsurat-pun telah selesai kubaca bersama artinya, tetapi rasa bingung, sumpek, tetap menghinggap. Perlahan - lahan ku baca tasbih, tahmid, sholawat, dan takbir berkali - kali akhirnya hatipun bisa dikondisikan, bisa dikendalikan. Sering pula tatakala mau tidur bacaan - bacaan tersebut diulang - ulang maka tidurpun menjadi nyaman. Hampir tidak ingat apa - apa.

    Tetapi hati manusia siapa yang tahu. Sehari bisa baik hari esoknya amburadul kembali. Mengutip nasyid Raihan “pagi kuingat petang kualfa begitulah silih berganti”. Tetapi memperbaiki kualitas diri adalah salah satu keinginan yang harus diwujudkan.

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan kekuatan dan kesabaran terhadap hamba-Mu dalam menapaki hidup ini, dan memberikan keampunan atas kesalahan - kesalahan serba sama yang selalu kuperbuat berulang - ulang.

    Surabaya, 13/06/04 pukul 1:54

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Ada sebuah cerita menarik di awal kuliah. Aku lupa saat itu mau meminjam buku atau mengambil buku ya? Seingatku meminjam buku sih, tapi kayaknya mau mengambil buku. Entahlah sudah beberapa tahun yang lalu dan aku tidak akan membahas saat itu meminjam buku atau mengambil buku.. :), tetapi pasti - pastinya saja aku datang ke sebuah kontrakan akhwat.

    Ditumbuhi ilalang yang lebat dan tinggi disekitar kontrakan, maklumlah daerah ITS saat itu masih rawa - rawa, tetapi halamannya tertata walaupun tidak begitu rapi, membuat kontrakan mungil itupun tersembunyi dari pengamatan diluar. Suasana sunyi menggambarkan tidak adanya seorangpun dalam rumah tersebut. Pintu depan dan semua jendela tertutup rapat. Ditambah lagi kaca depannya ditutup karton. Tetapi karton itu tidak sepenuhnya menutup. Di sebelah pegangan pintu dibuatkan lobang berdiameter 10 cm-an, sehingga siapun (mungkin) bisa melihat ke dalam kontrakan, dan yang dari dalam lelusa mengamati kondisi di luar.

    “Assalamu’alaikum…” ucap salam sambil mengetok pintupun kulakukan. Satu kali tidak ada yang menjawab. Dua kali sama saja, dan tiga kali mestinya aku segera angkat kaki dari halaman rumah itu. Tetapi tidak…. tanpa sengaja (atau disengaja ya … :D)lewat lubang tersebut aku berkeinginan memastikan ada orangnya atau tidak. Tetapi “ups” aku segera tersadar tatkala ada tulisan mungil dibawah lubang tersebut. “COWOK/IKHWAN DILARANG KERAS INTIP - INTIP”…, hampir saja aku menjadi korban pengintipan.. kayaknya nich tidak hanya aku yang hampir menjadi “korban” lingkaran di tepi pegangan pintu itu, sampai - sampai mbak - mbaknya memberikan Warning. Sambil menepuk ubun - ubun kepala akupun tersenyum dan segera mengambil langkah seribu.

    Kecenderungan saat bertamu dan memastikan apakah si empunya rumah tersebut ada, pastinya sangat besar. Seingatku tentang adab bertamu adalah setelah 3 kali salam maka tamu harus segera angkat kaki. Tapi rasanya susah juga ya.. kita sudah jauh - jauh datang mau mendapatkan sesuatu, eh pulang dengan tangan hampa… :( Eman banget. Tetapi mengintip kontrakan lebih - lebih kontrakan ahwat adalah tidak seharusnya dilakukan. Namun jika aku melakukan justifikasi, tentu yang kurang tepat adalah lubang tersebut. Ngapain dikasih lubang? Di dekat pintu lagi. Dengan alasan apapun memberikan lubang kecil diantara penutup membuat tamu cenderung untuk melihat. Kalau untuk alasan penerangan ataupun alasan empunya kontrakan agar mudah mengintip keluar, barangkali akan lebih tepat jika diberi penutup kaca dari kain atau penutup kaca dari untaian nilon. Memang sih perlu merogoh kocek lebih, tapi demi kebaikan bersama apa salahnya.

    Jadi kalau ingin menangkap basah para pengintip tutup saja semua kaca depan dengan karton lantas kasih lobang kecil. Pasti deh antum akan banyak menangkap para pengintip… he.. he.. he.. Sayang saat itu aku orangnya pemalu (rasanya malu - maluin sih :) , jadi tidak berani berkomentar apa - apa. Semisal sekarang kalau ketemu pasti deh aku aku akan bertanya “Berhasil menangkap berapa pengintip ukhti ?”

    Surabaya 7 Juni 2004 pk 1:59

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Home-nya my Web bersekript asp…. :)

    Ingin sekali menyelesaikan tugas - tugas yang menumpuk. Tetapi tidak tahu kenapa tidak selesai - selesai juga.. Akhirnya dari pada kebingunan sendiri, tak punya kawan pula akhrinya iseng - iseng membuka - buka folder yang lama - lama. Tiba - tiba teringat setahun atau satu setengah tahun yang lalu pernah belajar asp. Ha… ha.. ha.. malah bukannya belajar tetapi ngutak - ngatik file - file asp tersebut…

    Jadi ingat kalau dulu pernah ngutak - ngatik semacam content management system, tetapi sudah amburadul semua… Ya.. akhirnya seharian ngutak - ngatik script asp dan dapetnya ya ini… Home ini adalah kerjaku seharian. Saking semangatnya samapi lupa tak makan siang, aduh perut rasanya melilit… :(( Tapi tak apalah yang penting kerjaan beres. Tapi ya gitu nyoba - nyoba sricpt tak ketemu - ketemu kadang tak kasih tambal sulam semaunya sendiri..

    Apa boleh buat disana - sini kadang masih ada bug-nya.. Lho apa tidak ingin diperbaiki lagi? Tidak lah aku ingin belajar php saja. Karena asp itu terlalu mahal cost-nya. Jadi sampai kapan aku tak tahu asp ini akan menghiasi home-nya my web. Kira - kira sampai aku belajar php kali … :p

    Setelah selesai buru - buru pergi ke rungan sebelah yang ada lanchard-nya dan tersambung ke internet.. sayang banget nich brinksternya nggak mau diapa - apain. Jadinya tak bisa upload deh. Baru beberapa hari kemudian nich bisa upload…

    Sekarang enak banget kalau ada tulisan tinggal upload, upload, dan upload. Tidak seperti kemarin upload di geocities ihhh capek banget…

  • 2 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Komputerku Sakit, Ternyata hmm….

    Beberapa waktu yang lalu aku mengalami problem komputer yang cukup membingungkan… Bagaimana tidak, sebuah PC yang sekarang mendompleng tugas - tugas keseharian tiba - tiba mati… Kalau mati tetapi mati terus nah.. ini baru komputernya perlu dimusiumkan :) Tapi ini tidak… kadang mau nyala kadang tidak mau dinyalakan. Kalau sudah tidak mau dinyalakan ya sudah dimatikan saja. Tapi kita tunggu 10 menit sampai 1/2 jam…. lantas dinyalakan lagi.. nah udah nyala…. Kalau sudah nyala meski mau ‘dipanjer’ 24 jam tidak bakalan mati.., walaupun direset berkali - kali. Tapi jika sekali saja di shutdown lantas tombol power dimatikan, alamat jelek, nggak bakalan bisa nyala lagi … :). Paling sial jika listriknya mati. Kadang pernah sampai seharian penuh nggak mau nyala - nyala.

    Pertama kali aku curiga sama kabel dari power ke PLN, eh tapi walau ganti - ganti kabel power tetap saja komputernya tidak mau menyala. Jangan - jangan tombol On/Off komputer? Eh, setelah ditest nggak ada masalah. Tombol On/Off-nya normal - normal saja. Kenapa sih komputer ini? Ya sudah kayaknya Power AT nya kudu diganti yang baru… :)

    Untunglah di tempatku ada temenku Mas Yudiantono yang suka memperbaiki alat - alat elektronik. Power AT-nya tak lepas direparasi untuk diperbaiki. Pertama kali dicoba powernya mau nyala… Kata temenku “Tidak apa - apa gini loh?”. Lantas aku menimpali “Coba dimatikan sekali lagi powernya.” Ternyata benar Power AT-nya nggak mau nyala. Dicoba di On kan berkali - kali tidak mau nyala. Tapi kadang - kadang mau nyala. Tetapi frekuensi menyala dan tidak menyala saat di Onkan bisa dikatakan 1:25 Akhirnya dibongkar deh power AT-nya. Biasanya yang rewel adalah transistor, setelah dilepas di test nggak ada masalah. Jangan - jangan diodenya… ditest nggak ada masalah, kapasistor ditest aduh nggak ada masalah juga. Melepas beberapa komponen lantas mengetes.. sangat - sangat melelahkan. Aku yang cuman melihat sampai mengantuk :o. Ya sudah tak tinggal tidur… :). Hampir - hampir mau terlelap… Temenku tadi berteriak… “Sudah ketemu”.. oh ternyata yang eror resistornya 330 K .. di test sama ohmmeter cuman menunjukkan nilai nol, padahal tuh resistor kelihatannya sehat - sehat saja. Dan dengan Rp 100,- komputernya sudah bisa untuk berkativitas kembali..
    Terimakasih banget mas Yudi.. jadi menghemat biaya untuk membeli Power he.. he.. he..

    Hal ini tak tulis ya… barangkali ada yang mengalami hal seperti komputer kepunyaan saya. Ketimbang membeli power baru :)

    Eh iya… yang sedang Ujian Akhir Semester, semoga dapat nilai terbaik.
    Serta buat aRek - aRek fIsIkA ‘98, sebaiknya kita matangkan rencana ke Tretes…, jika banyak pihak menginginkan hari dan tanggalnya diundur… tak apa - apa… demi kebaikan bersama bukan? Lebih - lebih Boss Fauz yang siap dengan donasinya akan meluangkan waktu-nya untuk pulang ke Indonesia dan berbagi cerita… Sekalian untuk Fauz yang di England kalau pulang ke Indonesia bawakan kucirnya David Beckam, sama pesanan saat ‘u di Rio De Janeiro… kuncungnya Ronaldo … :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Lelaki Misterius

    “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”

    Semenjak pindah kost di daerah keputih memang terasa beda banget dengan daerah Gebang, entah lokasi kost yang begitu jauh dari kampus atau keadaan kost yang lain sehingga saya mulai memperhatikan tingkah polah warga sekitar. Meski lokasi kost saya boleh dibilang terpencil tetapi karena berada di belakang mushola secara tidak sengaja saya memperhatikan beberapa orang yang lewat jalan belakang untuk menuju mushola. 

    Mataku sering tertuju pada seorang pemuda berumur sekitar 28-an tahun yang selalu hilir –mudik ke mushola lewat jalan belakang tadi. Kulitnya agak sedikit gelap, rambutnya brintik panjang tidak teratur namun selalu diikat, hampir mirip kelompok “under ground” yang rambutnya acak – acakan itu, terkadang rambutnya ditata rapi diurai seperti pelatihnya kesebelasan Senegal, wajahnya sangar, kalau berjalan cuek saja tidak memperhatikan orang – orang disekitarnya, seperti anak – anak EGP.(emang gua pikirin)

    Pernah sewaktu - waktu aku menyapanya tetapi “kurang ajar” dia benar – benar tidak memperdulikannya. Sudah masa bodo. “Ya, mungkin orang aneh, misterius” begitu fikirku saat itu. Hingga suatu saat sepulang kuliah aku terkejut melihat laki – laki misterius itu berada di kostku. Kebetulan teman – teman kostku pada ngumpet dikamar semua. Melihat penampilannya yang memang “sangar” membuatku agak berhati – hati. Aku mencoba menyapanya, “Ada yang bisa aku bantu, Mas?” Eh lelaki ini diam saja, lantas tersenyum. Lalu dia berpaling keluar dari kost. Aku benar – benar penasaran. Aku coba tanya beberapa teman kost senior, karena benar – benar penasaran dengan lelaki misterius tadi. Ternyata O, laki – laki tadi menderita tuna rungu dan tuna wicara. Subhanallah. meski dengan segala keterbatasannya tidak menyurutkan hatinya untuk selalu mengingatNya. 

    Hari – hari selanjutnya sesekali aku menemukan Iful (begitu namanya) main kekostan. Meski bicaranya memakai isyarat namun tidak menyurutkan hatiku untuk selalu berkomunikasi dengannya. Seperti jika kepalanya pusing maka telunjukknya akan diarahkan ke kepalanya lantas diputar – putar. Jika kebingungan maka dengan telunjuknya akan membuat bentuk tanda tanya di udara. Meskipun sesekali aku tidak mengerti maksudnya, namun Alhamdulillah ternyata Iful bisa menulis. Akhirnya tak lama kemudian kamipun akrab. Karena saking akrabnya jika dia terlambat jamaah maka minta idzin sholat di kostku, hatiku terkadang bertanya “Bacaan apa ya, yang dibacanya?” Ah, tentunya pertanyaan seperti ini meski aku buang jauh – jauh. 

    Subhanalloh, saya demikian takjub kepada sang pencipta, yang memberikan segala nikmat kepada kita, alangkah sulitnya untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga jika kita tidak dikaruniai pendengaran serta kemampuan bicara. Tentunya lantunan indah nasyid The Fikr atau Snada tidak akan pernah bisa kita nikmati, tidak bisa menikmati kemudahan telephone, mustahil untuk membaca dan mendengarkan Kitab-Nya, serta Manajemen Qolbu A’a Gym tidak akan pernah bisa kita dengarkan. 

    Tentunya akan merasa beruntung temanku Iful itu dengan segala keterbatasannya. Dia tidak pernah memperguncingkan orang lain, tidak pernah berkata – kata yang buruk, dan tidak pernah mendengarkan hal - hal yang merugikan. Bisa jadi kehidupannya di dunia yang penuh dengan kesunyian dan kesepiannya membuatnya terhindar dari hisabnya. Saya jadi teringat firman Allah dalam Surat Al Israa’ ayat 36 :“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya .“

    Namun tentunya lebih beruntung kita yang mempunyai pendengaran dan bisa berbicara dengan baik jika kita bisa menggunakan pendengaran dan kemampuan bicara ini di gunakan untuk memahami ayat - ayatnya. Serta selalu bersyukur ke pada-Nya karena menurut firmanya kita sangat sedikit bersyukur. 

    “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (As sajdah:9)

    Semoga kita termasuk orang – orang yang banyak bersyukur dengan banyak nikmat yang kita punyai. Bersyukur yok! 

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Ayo, Push Up Sampai Goblog!

    Cerita ini aku alami ketika saat SMU dulu. Seperti biasa setiap kali ada penerimaan siswa baru, teman - teman OSIS mengadakan kegiatan PraPenataran atau sebelum Penatara P4 adhik - adhik mesti melakukan suatu kegiatan tertentu supaya diterima oleh masyarakat SMU. Lamanya biasanya 3 hari, jum’at , sabtu dan minggu. Hari jum’at tradisinya membawa bawang putih dikalungkan (saat itu harga bawang putih memang melangit), hari sabtu membawa makanan kecil seharga tertentu dan dikalungkan, harin ahadnya membawa kalung berisi buah -buahan segar. Nah biasanya kalung - kalung tadi di kumpulkan ke panitia, terus panitia menyantap makanan setengah halal itu. Seperti itulah tradisinya. Itu belum seberapa, mereka masih harus ngerjain paper, memakai kaos kaki panjang sebelah, sepatu dari kulit pisang, atau pakai celontengan arang, dan sebagainya.

    Masuknyapun kalau biasanya 06:45 diubah menjadi 05:30, sehingga praktis yang terlambat banyak sekali. Dan memang itulah yang paling dicari panitia. Ada saja kesalahan yang dibuat oleh cawa - cawi (calon siswa dan calon siswi). Meski mereka sudah diterima disekolah paling favorit di kecamatanku ini, tetapi dari OSIS SMU menyebutnya sebagai cawa - cawi, sehingga ada di isukan yang banyak kesalahan tidak akan lulus, nah pada akhirnya mereka tidak bisa diterima disekolah terfavorit ini.

    Yang bertugas membereskan mereka yang bersalah adalah Kopasus. Sialnya aku yang waktu itu pendiam mendapat tugas sebagai Kopasus, apa tidak kurang ajar nich. Katanya biar aku banyak bicara. Nah pagi itu aku ada kefikiran untuk menghukum adhik - ahik yang terlambat tadi, yach push - up. Itulah hukuman paling berat jika dilakukan tiga puluh kali. Tetapi tujuanku menghukum adalah untuk hiburan saja.

    Jam ditanganku menunjukkan pukul 05:45 dua orang bersepeda dengan tergesa - gesa masuk ke lapangan pembataian masal.
    “Ayo ini masih ada yang telat juga, padahal kemarin sudah diperingatkan. Gimana kalian bisa masuk SMU ini kalau telatan gini. Ayo ikut mas yang berbaju putih itu? Cepat Goblok!” Bentak temanku pada dua adhik yang terlambat tadi. Kedua anak yang baru lulus SMP itupun dengan ketakutan mengikutiku. Wajahnya menyiratkan ketakutan luar biasa. Sorot matanya menunduk kebawah seperti harimau yang baru saja kalah berperang.
    “Sudah kita berhenti di sini, mulai dari kiri, kenapa kamu terlambat?” tanyaku
    “Anu mas, saya mbangkong (=terlambat bangun)?”
    “Alasan, memang tidak dibangunkan sama bapak dan ibu kamu?”
    “Bapak dan ibuku juga mbangkong.“kata anak itu.
    “Ah alasan klasik. Coba kamu kenapa terlambat ?”
    “Anu mas ban saya kempes, sehingga harus jalan kaki ?” kanyanya
    “Ooo begitu, alasannya semua alasan klasik, tidak masuk akal, apa kamu kira aku ini juga tidak bangun pagi. Sama rumah saya juga jauh, saya juga naik sepeda, tetapi saya tidak terlambat bangun, sepeda saya juga tidak bocor. Nah kamu berdua kamu tahu kalau kamu itu salah? Ha!!”
    “Iya mas. Kami tahu.” Jawab mereka serempak.
    “Baik sekarang kamu siap dihukum?” tanyaku
    “Iya mas.”
    “Oke, baik sekarang jongkok, kaki dilempar kebelakang, cepat push-up. Push Up sampai Goblok, ayo cepat!!
    Mereka berduapun akhirnya push -up.
    “Cukup, cukup, cukuuuuup!, Oke, kamu berdua, ada pertanyaan nich dua tambah tiga berapa?”
    “Lima mas.”
    “Berapa aku kurang dengar?”
    “Lima mas!”
    “Masih pinter, ayo push up lagi sampai Goblok Cepaat.”

    Setelah itu kira - kira satu bulan kemudian salah satu dari dua orang yang tak hukum tadi adalah tetanggaku, cuman dia sekolahnya sejak SD bukan didaerahku, sehingga aku tidak mengenalnya. Wah aku jadi malu nich..

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Pesan


    dues
    ass kang.... blognya bagus kaleee.... saya kagum...

    rezha
    Halooo pak... niki kulo rezha, murid smp muhamm...

    zha
    numpank lwt...ga sngaja nemu web in,eh isix bgs bg...

    yugo
    menebar senyum merajut ukhuwah diganti poo dengan ...

    firdaus
    thanks TANGGAPAN: sama-sama...

    Kalender

    Nopember 2008
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930