menebar SENYUM merajut UKHUWAH
16 Agu
Saya benar - benar bersyukur bisa berada di sekolah dengan label SSN yaitu Sekolah Standard Nasional dan saat ini sedang merangkak untuk bisa menjadi SNBI atau Sekolah Nasional Berstandard Internasional. Disamping staff pengajarnya masih muda - muda dan penuh energik (ye.. promosi) juga fasilitas yang lengkap. Salah satu fasilitas yang sering saya pakai adalah internet sekolah. Beruntung nich ye.. soalnya hobi saya kan searching dan browsing atapun Googling, Yahooing, Allthewebing hahahaha gak ada ya?
Nah kalau sudah ribet - ribet cari informasi sana, informasi sini rasanya eman juga bukan kalau dilewatkan percuma. Lebih - lebih manajemen data kadang juga agak ribet. Nah, dari pada bingung akhirnya salah satu komputernya tak installi apache, php, dan mysql yang sudah terbundel dalam satu paket XAMP.
Cerita selanjutnya bisa ditebak, semua program hasil download tersebut saya masukkan di server local itu, ditambahkan juga file - file hasil download yang telah silam. Maka jadilah server local. Rencana saya mau saya kembangkan menjadi pusat sources semua bidang study dan ilmu pengetahuan yang sangat berguna untuk menopang pendidikan di sekolah. Saya berharap keberadaan local server itu bisa menjadi alternative yang memudahkan guru maupun siswa untuk mendapatkan informasi yang cukup lengkap. Memang perlu butuh waktu yang tidak sebentar tapi kalau mulai dikumpulakan sedikit demi sedikit bukahkah lama kelamaan akan terpenuhi juga.
Sementara yang sudah saya masukkan adalah
Target ke depan akan saya buat mail local, dan local - local yang lain. Namun begitu saya tambahkan juga sebuah cms mini yang penting bisa men-submit berita, serta memiliki kategory dan papan pesan. Ya.. supaya kreasi anak - anak bisa tertampung semua. Keinginan saya lainnya adalah semua karya anak - anak dalam format digital akan masuk ke portal local itu? Kalau sudah mantap rencana kedepan karya - karya anak itu baru di OL. Semoga semuanya lancar.
Note: tengah utak - atik server local.
15 Agu
Salah seorang familyku tertunduk lesu, berkali - kali matanya menerawang jauh ke depan tak berujung. Hatinya benar - benar sedih, susah, kecewa campur baur menjadi satu. Bagaimana tidak, tiap sore dengan tekunnya dia selalu latihan bermain basket. Tetapi ternyata saat bertanding beneran, eh.. ternyata kalah.
Aku mendekatinya dan berkata, “Apa kamu pernah berdoa untuk setiap pertandinganmu?”
Familyku menjawab, “Belum”.
Akupun menimpali, “Nah itulah kesalahanmu, berdoalah, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.”
Sayapun jadi teringat tatkala salah seorang teman Elektro membawa video rekaman final kontes robot di Jepang beberapa tahun yang lalu. Salah satu konstentannya adalah dari Politeknik Elektronika Negeri ITS. Terlihat sekali dalam video yang ditayangkan kalau team robot Jepang sangat mendominasi permainan. Dengan hitungan matematis saja team robot Jepang sudah memenangi pertandingan, dan team robot dari Indonesia sudah angkat tangan. Namun apa yang terjadi, tiba-tiba team robot Jepang yang tinggal merayakan kemenangan terkena diskualifikasi karena suatu sebab yang saya sendiri sudah lupa. Kenapa kemenangan yang sudah nyata - nyata di depan mata tiba-tiba sirna dalam sekejab? Apalagi kalau bukan kekuatan doa. Paling tidak doa dari team robot tersebut ataupun dari Direktur Poltek Elka yang saat itu masih dipegang Pak Nuh, dan kita tahu sendiri bagaimana kiprah seorang Pak Nuh?
Namun begitu manusia harus tetap berupaya, dan tentunya berdoa tidak boleh di tinggalkan, karena kita tidak akan pernah tahu kekuatan dari doa tersebut. Wuhallohualam.
7 Jul
Berawal dari hilangnya sebuah buku penting yang seharusnya saya bawa, dimana semestinya buku tersebut nyampai ke tangan saya, eh ternyata misscomunication sama yang dititipi, akhirnya tidak ketemu. Padahal buku tersebut sangat berarti khususnya bagi saya dan sekolah, dan tidak akan berguna bagi orang lain. Ceritanya sama yang ditipi di teruh di loker, tetapi karena pernah ada pemindahan isi locker, maka seluruh buku yang seharusnya ada di locker hilang tak berbekas. Dua hari ubek - ubek gudang tidak ketemu juga. Kabarnya isi loker yang tidak penting sudah di bakar “Mateng aku !!!” Disaat kepala pusing saya menjumpai Guru Kesenian yang sedang bermain Keyborad Piano. Akhirnya ketimbang pusing sendiri numpang nyanyi lah…….
Saya lirik sepintas ternyata nggak begitu sulit untuk main piano. Lebih - lebih dengan menguasai sedikit kunci sudah bisa buat nyanyi eemmm.. mirip guitar lah. Jadinya kesengsem juga pingin mempraktekkanya. Tetapi karena Guru Keseniannya kelihatan sibuk banget akhirnya saya Googling mencari - cari daftar chord piano plus tutorial kalau ada. Ubek - ubek hampir tiga hari bisa mendapatkan sedikit pengetahuan cara main piano. Kayaknya sulit banget cari tutorial piano, kebanyakan tutorial guitar.
Beruntungnya di tempat bibiku ada Keyboard tua yang jarang dipakai, setidaknya tiga tuts-nya sudah nggak bunyi, tapi tak apalah wong untuk coba - coba saja, lagian ketiganya di tempat oktaf yang berbeda. Nanti kalau agak mahir dan ada rejeki bukankah bisa beli yang baru.
Lagu pertama yang tak coba adalah O Inani Keke Lagu daerah Sulawesi Utara, Nggak tau maksud lagu ini apa, pokoknya seneng saja untuk dinyanyikan. Pertama kali saya mainkan Chordnya dibagian Left Hand, Setelah agak lancar saya mainkan dengan Right Hand notasi melodinya. Berikutnya saya gabungkan antara chord di Lefthand dengan melodi di RightHand. Wah pertama kali bingung juga mengatur mana yang Left Hand dan mana yang right hand, otaknya jadi kacau. Tapi setelah tak kenal lelah mencoba syukurlah penggabunganpun bisa berhasil, walaupun kadang masih ada salahnya juga.
Terakhir, tidak ketinggalan irama pengiring Pop, cha cha, funk, disco dan berbagai irama yang di sediakan keyboard piano saya coba satu persatu. Hehehe ternyata asyik juga ya main piano.
Kalau saya tak salah membaca oktaf pertama dan kedua adalah untuk accord (Left Hand) sedang oktaf selanjutnya (Right Hand) untuk melodi, nggak tau benar tidaknya, soalnya saya pernah dengar ada juga jenis musik yang kesemua oktafnya adalah untuk melodi.
Seterusnya iseng - iseng cari kombinasi dari lagu-nya Snada yang Judul-nya Pasrah diri. Mencari beberapa saat sudah ketemu. Saya coba mainkan, kemudian saya kombinasikan dengan pengiring pop, kayaknya pass banget. Sayang keyboard pianonya tak ada colokan chanel buat midi, kalau ada pasti sudah saya rekam, biar semua pada tahu gimana berbelepotan suara yang dihasilkan hahahaha….
Paling tidak kalau keyboard nggak susah - susah banget kayak gitar yang kalau buat main musik aduh.. capek banget di tangan.
Artis : Snada
Judul : Pasrahkan Diri
Cord by : Agus Waluyo
C Em Am
3 3 2 5 5 1 2 1 1 1
Semakin lama ku merasakan
Dm C G
4 4 3 5 5 3 2
Damai indah kasihMu
C Em Am
5 5 6 6 7 7 7 ‘1 5
Bagi semua insan di dunia
F G
5 4 3 2 4 5 4 3 2 4
Semua sama di hadapanNya
C Em Am
3 3 2 5 5 1 2 1 1 1
Sembah sujud padaMu Ilahi
F C G
4 4 3 5 5 3 2
Kami pasrahkan diri
C Em Am
5 5 6 6 7 7 7’1 5
Lepas dari nafsu dunia
F G
5 4 3 2 4 5 4 3 2 4
Yang melenakan dan menghanyutkan
C Em Am
‘3‘3’3’2’1 7 ‘2’1
Diri ini penuh dosa
Dm C G
‘1‘2’3 ‘4 ‘4’4’4 ‘3’2 ‘1’3’2
Kuharapkan ampunan bagi diriku
C Em Am
‘5‘5’5 ‘4’3 ‘2’3 ‘5’4 ‘3 ‘4 6
Sucikan hati dari debu dan noda
C G C
5‘3’3 ‘3 5’2 ‘2 ‘1 7’1
Padamu kuserahkan jiwaku
F G
‘6 ‘5’4 ‘5
OO.. OO ooo
Slamat mencoba…..
28 Jun
Sudah lama tidak saya sadari, ternyata kalau pergi ke mana - mana saku saya selalu penuh. Kalau penuh duit lumayan bisa saya bagi - bagi, tetapi isinya adalah benda - benda yang selalu saya butuhkan setiap saat. Paling tidak di saku celana depan kanan selalu terselip sebuah telephone genggam usang. Di saku celana kiri terdapat flashdisk ukuran 128 Mb beserta kunci, dan di saku belakang tentunya tersedia dompet walaupun isinya hanya ktp saja. hihihi. Ada yang ketinggalan di saku baju kalau sedang mengajar tak terlupa sebuah bolpoint warna hitam dan sebuah bolpoint berwarna merah selalu terselip lengkap dengan selembar kertas F4 atau folio terlipat.
Kebiasaan ini ternyata membawa dampak baik dan buruk. Baiknya sangat mudah mengakses benda - benda tersebut. Tetapi dampak buruknya, kadang kalau jatuh tidak terasa, khususnya benda - benda di saku celana.
Setidaknya saya pernah kehilangan kunci gara - gara saku celana saya berlubang hehehe, pernah juga hp saya jatuh diangkot waktu saya duduk, untungnya ada seorang anak smu yang meberi tahu.
Kalau bolpoint lebih buruk lagi, saat itu di saku saya terselip bolpoint Snowman yang tidak ada penutupnya. Saya taruh dengan poisis mata bolpoint menghadap ke atas, mungkin akibat tekanan gravitasi kali, seluruh isi bolpoint tersebut tumpah. Alhasil baju yang seharusnya di bersihkan malah jadi pembersih alias gombal amoh.
Apakah anda juga mempunyai kebiasaan - kebiasaan seperti saya ?
23 Mei
Saya terperanjat seakan - akan tidak percaya. Seorang senior memberitahukan pada saya bahwa honor mengajar selama 1 minggu ya itulah honor satu bulan. Saya terdiam sejenak menghela nafas panjang kemudian berkata,
“Saya akan mengundurkan diri”. Senior saya menimpali,
“Carilah keputusan terbaik, dan bicarakan dengan pihak terkait secara baik-baik juga.”
Itulah dialog singkat saya dengan seorang senior setahun kemarin. Saat itu saya diterima di sebuah sekolah swasta. Saya sangat bersyukur bisa memasuki dunia sekolah, sayapun juga tidak bermimpi untuk menerima honor yang wah. Karena saya masih baru memasuki dunia pendidikan dan saya hanya berharap bisa menerima honor yang cukup buat menyambung hidup saja. Hmm.. yang penting bisa buat makan sama buat bayar kost.
Saya jadi teringat tatkala antara saya sama pihak yayasan sudah mencapai tawar menawar honor. Diberitahukan pada saya, bahwa honor saya adalah sejumlah X rupiah per jam dan dalam seminggu saya mengajar 12 jam. Sayapun bertanya kembali kepada pihak yayasan,
“Pak, Masalah gaji adalah masalah yang rawan, mohon dijelaskan kembali.” Pihak yayasan tetap menjelaskan seperti semula, kalau gaji saya adalah X rupiah perjam dan dalam seminggu saya akan mengajar 12 jam. Akhirnya tawaran itu saya terima.
Minggu pertama pelajaran adalah 26 Juli 2005, dimana minggu tersebut merupakan minggu terakhir di bulan Juli. Di awal bulan Agustus sayapun menerima honor X*12 jam. Sudah sesuai dengan kesepakatan yang dibuat, dan sayapun mulai mengenal banyak pengajar. Diantara sekian banyak pengajar tersebut saya dekat dengan seorang pengajar yang sudah beberapa waktu di situ. Nah dari perbincangan inilah saya dikasih tau kalau dalam satu bulan honor saya adalah X*12 jam, sayapun sempat bingung akhirnya setelah dijelaskan kembali sayapun baru tahu, kalau honor satu bulan untuk para GTT (=Guru Tidak Tetap) adalah X*jumlah jam mengajar dalam satu minggu. Jadi yang di gaji adalah minggu pertama saja, sedangkan minggu ke 2, ke 3 dan ke 4 adalah amal ibadah dari para GTT tersebut, he.. he.. he.. Sehingga sangat jauh dari nilai UMR.
Sayapun hanya tinggal tersenyum kecut. Mana mungkin dengan gaji X*12 jam ini saya bisa bertahan hidup. Hmm hanya cukup untuk bayar kost dan buat makan selama seminggu, minggu - minggu selanjutnya harus puasa kali ya… Ternyata setelah saya cros cek dengan pihak sekolah memang seperti itu. Jujur saja saya agak sedikit marah. Mengapa kalau sistemnya seperti itu kita tidak di beri tahu? Kenapa model penggajian seperti ini seakan - akan ditutup - tutupi. Akhirnya sayapun mewarning pihak sekolah supaya tidak mengulangi kebijakan seperti itu. Kalau model pemberian honor seperti tersebut diatas, seharusnya saat tawar menawar honor diberitahukan secara jelas, dan bukannya ditutup - tutupi, dan saya menghimbau kepada pihak sekolah jika menerima guru baru lagi, saya mohon untuk lebih dijelaskan lebih detail supaya tidak terjadi rasa kecewa yang sangat seperti yang saya alami saat ini.
Dan dari pada saya nggrundel saja he.. he.. he.., serta karena kesepakatan kita di awal tidak sama, maka sayapun mengundurkan diri dari sekolah secara baik - baik.
Untuk itulah kenapa sering kali kita lihat banyak sekali guru swasta yang demo dan meminta nasib mereka diperhatikan. Karena saya yakin banyak yang akan terkejut bahwa gaji mereka adalah jauh dibawah honor yang saya terima waktu saya mengajar dan akhirnya keluar tersebut. Bayangkan ada dari mereka yang hanya menerima Rp 8000/jam, Rp 10.000/jam, 12000/jam, atau bahkan ada yang 16000/jam, tergantung sekolahannya masing - masing. Terus dari mana para pengajar yang masih GTT ini bisa hidup?
Ternyata tidak hanya saya yang terkejut, semua orang yang saya temui dan pernah menjadi GTT shock tatkala menerima honor pertama, kemudian saya bertanya,
“Kenapa anda tidak keluar saja seperti saya?” Rata-rata mereka menjawab, kalau keluar mau kerja apalagi, karena memang mereka lebih senang untuk mengajar. Menjadi guru adalah sudah pilihan mereka dan tidak ada pilihan lain. Bahkan seorang kawan dikantor saya yang menjadi GTT pernah berakta, “Karena lagu Kebangsaa kita sama, maka Gaji guru GTT juga sama, entah itu dari Sabang sampai Merauke, pasti memakai rumus Honor GTT selama seminggu = Honor GTT selama sebulan.
Seorang petugas kebersihan di Masjid Kampus bahkan pernah menyindir saya, “Walah Mas, mending nglamar jadi pemotong rumput di sini saja, gajinya bisa berlipat dari hohor yang kamu terima, karena di sini untuk membersihkan rumput di gaji Rp 400.000/bulan, itupun hanya bekerja kalau saat rumputnya tinggi saja”.
Namun yang saya herankan sampai saat ini, kalau misalkan honor GTT adalah 12000 perjam/minggu yang artinya sama dengan gaji sebulan, kenapa pihak sekolah tidak mengatakan saja kalau honor GTT kamu adalah 3000/jam? bukankah lebih tepat seperti itu, dan saya juga tidak habis pikir kenapa kebijakan hampir semua sekolah di Indonesia sama. Bukankah ini bisa saja kita kategorikan sebagai sebuah penipuan terhadap para GTT? Namun ya kembali ke GTT-nya sendiri jika merasa tertipu kenapa masih juga mau bertahan? Susah juga bukan? Bukannya saya materialistis ya, tetapi apakah anda juga siap jika bekerja terus gaji anda tidak bisa untuk bertahan hidup? Dan prinsi saya lebih baik mencari pekerjaan lainnya atau mencari pekerjaan ditempat lain.
Tetapi tidak semua sekolah seperti itu model penggajiannya, ada juga yang berbeda. Saat ini saya juga sedang dalam nuansa uji coba untuk mengajar di sekolah swasta yang lain. Ternyata walaupun model penggajiannya sama, tetapi di tempat yang baru ini ada range minimal honor, sehingga sangat mencukupi kalau untuk dibuat bertahan hidup. Ya.. doakan saja semoga saya diberi kemampuan untuk mengajar dengan baik, serta menghasilkan anak didik yang baik juga.
Sehingga saya menyarakan kepada semuanya kalau mungkin diterima GTT di sekolah tanyakan berapa gaji yang anda terima selama sebulan? Ingat selama sebulan bukan seminggu? Namun semuanya kembali kepada pribadi, tujuan, niat dan keinginan masing-masing.
Huwallohualam
Kepada semua GTT semoga kita diberi kesabaran dan ketabahan untuk turut serta mencerdaskan anak didik kita.
5 Apr
Sejak tanggal 29 praktis saya tidak bisa berkomunikasi menggunakan nomor PhoneCell saya. Tidak tahu kenapa tiba - tiba NO SIGNAL. Awal mulanya kelihatan normal, tetapi ketika saya mencoba untuk menghubungi seorang kawan eh, tidak bisa nyambung. Saya coba menghubungi 388 sebagai call center IM3 juga tidak bisa nyambung, hanya tululat tululit saja. Akhirnya ganti saya coba menghubungi nomor saya melalui HP aktive yang lain, tetapi tidak bisa. Padalah di PhoneCell jelas terlihat kalau kondisinya sedang aktif.
Akhirnya PhoneCell saya matikan dan saya hidupkan lagi hmm kalau menggunakan istilah komputernya mungkin di reboot atau direstrat kali ya. Nah sejak saat itu baru ketahuan kalau SIM-CARD saya tidak bisa menerima sinyal. Jadi di layar selalu muncul NETWORK SEARC. Wah susah juga ya. Saya pikir pesawat saya, tetapi setelah saya coba di beberapa pesawat milik temen yang lain, tetap saja NETWORK SEARCH. Saya biarkan dulu, barangkali nanti bisa sendiri, eh saya tunggu sampai hari ketiga tetap saja NETWORK SEARCH, akhirnya saya yakin kalau memang SIM-CARD saya bermasalah. Padahal saya hanya memiliki satu nomor saja dan sangat jarang SIM-CARD tersebut saya copot.
Sebenarnya bisa saja sih membeli SIM-CARD baru, lha wong harganya cuman 7.500 saja, hmm tetapi saya pikir ini adalah ide yang buruk, karena nomor inilah yang diketahui seluruh keluarga ataupun temen saya. Pun kalau mengirim lamaran kerja juga menggunakan nomor ini. Akhirnya sehabis Jum’at kemarin saya ke Plasa IM3 yang di Jalan Kayun, untuk menanyakan hal ini.
Setelah di coba - coba sama operator, ternyata memang SIM-CARD saya bermasalah. Sudah di coba di bawa ke “dalam” tetap saja katanya SIM-CARD NO SIGNAL. Akhirnya saya disarankan untuk replace SIM-CARD saja. Yaitu nomornya tetap hanya SIM-CARD nya harus diganti baru, dan akan aktive kira - kira setelah 1X24 jam. Adalah suatu kelebihan bagi pengguna indosat-IM3, karena untuk ganti kartu tidak dikenakan biaya.
Namun nich namun, saya mesti menunggu hingga 3X24 jam untuk menjadikannya aktive kembali. Wah lama ya? Jadi buat my friend and family yang kemarin menghubungi saya dan tidak nyampe, I’m Sorry, karena seminggu penuh SIM-CARD saya tidak berfungsi
*Ditulis dengan MCEDIT
27 Mar
Jika saya main ke rumah MyBrother ternyata saya melewati sebuah sekolahan yang cukup besar. Hampir - hampir tidak kelihatan kalau tempat tersebut sekolah, karena bentuknya dari luar mirip balai pelatihan. Berkali - kali saya pandangi orang yang menyapu lantai tatkala menatap ke jalan. Sikap wajahnya tidak seperti orang kebanyakan yang menyapu lantai seringkali mendongak ke atas atau menatap ke jalan, dan tidak memperhatikan tempat - tempat ia menyapu. Selidik punya selidik ternyata si bapak kelihatannya juga menderita kebutaan.
Sekolahan tersebut memang sekolahan yang bergerak di bidang pendidikan anak - anak cacat khusunya kebutaan. SLB setingkat SMP itu kelihatan besar jika saya lihat dari luar. Saya tak tahu persis berapakah jumlah pengajarnya, berapakah jumlah gurunya, hanya saja saya pernah hampir menabarak seorang yang berpakaian pengajar di daerah tersebut dengan sepeda pancal saya.
Waktu itu saat saya lewat depan SMP-LB, seorang yang menggunakan kaca mata hitam dengan tongkat gulungnya baru turun dari Lyn-O. Setelah membayar ongkos saya perhatikan telinganya mencoba mendeteksi apakah ada kendaraan yang lewat, setelah dipastikan tidak ada kendaraan buru-buru beliaunya ini menyeberang, padahal jarak saya dengan beliaunya ini sudah sangat dekat. Ya maklumlah, namanya juga sepeda pancal “wus.. wus..” nyaris tidak terdengar suaranya :). Cepat - cepat saya rem, “Citt.. “ Dan banyaknya tersebut terkejut bukan kepalang. Buru - buru beliaunya balik kucing nggak jadi menyeberang. Aduh kasihan juga sih, habis saya juga kaget saya pikir sebelumnya orang biasa.
Pernah juga saat mengendarai Lyn-S akan ke Manyar, seorang yang buta juga nampak kebingungan, berkali - kali berpesan untuk ngasih tau lokasi suatu jalan. Padahal jalan yang ditanyakan tersebut sangat jauh dari pemberhentian Lyn. Beruntung sekali ada seorang penumpang yang merelakan untuk menemani dan mengantarkannya.
Tetapi ada keajaiban yang dimiliki oleh orang - orang tersebut, walau mereka tidak bisa melihat tetapi mereka bisa hafal tempat kondisi suatu tempat. Misalnya seorang bapak yang menyapu tadi, saya perhatikan bisa menyapu dengan arah yang benar. Bapak yang menyeberang jalan bisa menyeberang ke arah yang benar, padahal bisa saja kan dia bukan menyeberang tetapi salah arah. Barangkali benar adanya bahwa walau salah satu indera mereka tidak berfungsi tetapi mereka memiliki indera ke-enam.
Bukankah sudah sepatutnya bagi kita yang bisa melihat ini untuk lagi - lagi bersyukur kepada-Nya. Alangkah mudahnya kita melihat, alangkah mudahnya kita menikmati warna - warni dunia.
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Surabaya, 27/03/06 7:44
15 Feb
Cari - cari terjemahan Al-Quran Puitis ternyata susah juga, sepertinya Al-Quran Puitis itu tidak ada di pasaran, padahal saya nyaman banget membacanya. Saya cari di database-nya Toko Buku Gramedia Manyar-pun juga tidak ada. Mungkin saja sudah tidak di cetak kembali, karena sesuatu dan laih hal.
Namun beberapa waktu lalu My Brother membawa sebuah alquran mungil dengan nama Syamil Al-Quran. Sebuah Kitab Suci Al-Quran terbitan Asy-Syamil dengan ukuran 9X13 cm kelihatannya bagus juga untuk dibawa dan dibaca, karena dicetak dengan layout menawan. Menggunakan Khat Madinah dan dengan tanda baca yang disesuaikan dengan aturan Depag. Satu juz dicetak pada rata-rata 10 lembar kertas.
Karena saya tertarik akhirnya membeli juga. Mengenai harganya relatif sedang, yaitu kisaran Rp. 40.000,- saya beli di TB Media Idaman Menur. Alhamdulillah sejak ada Syamil Quran saya bisa semangat lagi membaca Quran, karena saya paling suka membaca Quran beserta artinya. Rasanya hampa kalau membaca Quran tetapi tidak beserta artinya. Awalnya dulu juga cukup capek tetapi setelah dipaksa ternyata bisa ketagihan he.. he.. he.. Semoga saja bisa istiqomah bukan mentang - mentang Qurannya baru terus rajin lagi, tetapi lama kelamaan merosot, merosot dan merosot terus.
Jadi saya cenderung jatuh hati dengan Syamil Quran ini karena sisi Lay Out yang menawan. Disamping itu dikasih bonus, yaitu Al-Maktsurot, dan tiga buah kertas seukuran kartu nama yang berisi daftar surat, do’tilawah serta keterangan kapan waqaf, dan Waktu daftar Sholat. Kelebihannya lagi, pita pembatasnya tidak hanya satu tetapi tiga buah.
Semoga saja saya bisa istiqomah dalam membaca Quran dan terjemahannya, dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang cinta membaca Al-Quran. Antum doakan saya ya?
9 Jan
Tahun Baru saya mulai dengan pindahan kost, hmm.. hmmm.. cari suasana baru saja. Sudah 5 tahun saya di tempat yang lama, rasanya sudah seperti di rumah sendiri. Tinggal di lantai 2 ada tempat jemuran di lantai tiga yang bisa buat memandang bintang - bintang nan jauh di angkasa dan bertebarannya pesawat terbang yang landing dan take off dari Bandara Juanda. Lebih - lebih tatkala setumpuk masalah datang.. rebahan di atas genting yang bersih terasa nyaman…. (puih….). kadang agak berat juga meninggalkan tempat yang lama, Tetapi tak tahu kenapa ingin banget cari suasana baru. Lebih - lebih ada teman baru yang senasib dan seperjuangan.
Kalau kemarin tingglalnya di Gang Makam suatu gang yang akan mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik, sekarang tinggal di Gang yang hampir berhadapan dengan Gang Makam. Tinggal baremg Mas Ibnu Riyanto (Statistik 97) Ada yang kenal nggak?. Setidaknya tinggal dengan kawan lama membawa nuansa positif, mengetahui update-update kerjaan, tahu posisi temen - temen lama, dan yang penting saya punya kawan yang nyambung he.. he.. he.., Bisa ngobrol dan diskusi enak.
Sekarang punya aktivitas baru, yaitu Ping Pong tiap Minggu Pagi di plasa Dokter Angka ITS. Kebetuan punya peralatan tenis meja (ping pong) beserta bolanya. Saya masih ingat dulu waktu SD sering di ajak main pingpong sama guru - guru SD ataupun kawan - kawan main, walaupun pernah diminta untuk mewakili sekolah untuk pingpong tetapi saya tolak karena saya lebih suka main catur dan alhamdulillah dulu pernah juara II SD Catur di Kecamatan, selepas SMP saya tidak pernah megang catur apalagi pingpong. Sudah berapa tahun coba, saya keluar SD tahun 1992. Sudah 14 tahun.
Akhirnya Mas Ibnu saya minta untuk nglatih ping pong lagi. Lumayan bisa olahraga pagi, walau hanya cari keringat saja. Main setengah jam saja tangan kananku sudah kecapaian, keringat sudah cukup membahasi seluruh tubuh. Bolanya juga sering Mati ha.. ha.. ha.. ternyata sudah nggak sepintar waktu SD dulu. Wah harus rajin - rajin berolah raga nich supaya padanya kuat, bukankah seorang Muslim yang kuat lebih dicintai Alloh ketimbang Muslim yang lemah, Nah makanya tuh olahraga.
****Ditulis sehabis pingpong
2 Jan
Saya pribadi menyucapkan Selamat Menyambut Tahun Baru Nasional 2006.
Tetap seperti tahun - tahun sebelumnya, tahun baru inipun saya lalui bersama adik-adik satu kost. Tidak ada terompet yang menandai pergantian tahun, tidak ada acara putar - puter kota sebagai tanda perayaan, semuanya adem ayem di kost.
Kenapa kerasan sekali di rumah? Memang rata - rata kami orangnya paling males untuk keluyuran, disamping itu televisi-televisi swasta telah memprogram acaranya sedemikian menarik. TransTv telah mengusung Kungfu Hustle, sebuah film kocak yang dibintangi Stefen Chow, Kemudian RCTI memutar film yang dibintangi pemain yang tak kalah lucunya Jackie Chan, sedangkan SCTV memutar Janji Joni. Akhirnya karena ada tiga buah film yang diputar bersamaan, rencananya di tempat televisi akan dipajang tiga TV untuk malam tahun baru.
TV 21 inchi atau TV utama akan digunakan untuk memutar Kungfu Hustle, kemudian sebuah Monitor komputer 15 inchi ditambah TV Combo Box diletakkan disebelah kanan TV utama memutar film yang dibintangi Jacky Chan. Dicek dahulu bisa tidak mengikuti dua buah film, kalau bisa maka TV tuner yang ada di komputer satunya akan dikeluarkan untuk memutar Janji Joni. Ada juga seorang adhik kost yang membawa keluar komputernya untuk mengerjakan tugas, sambil nonton film juga. Memang bisa? Yach namanya juga anak ngekost? Apapun harus bisa. Lebih - lebih adik-adik dalam nuansa Ujian Akhir ya.. tahun baru setidaknya bisa buat refresing UAS.
Awal-awal-nya bisa juga mengikuti kedua film tersebut karena iklan di TransTV gila-gilaan, Namun lama kelamaan bingung juga mengikuti dua film secara bersamaan. Saya mulai pusing, setelah itu saya putuskan untuk mengikuti film-nya Jacky Chan, wah tetapi karena sebagian adik kost melihat film-nya Stefen Chow juga kadang mereka tertawa terbahak2 jadinya bingung, malah mumet kepala ini dan akhirnya mengantuk. Mengantuk banget, terakhir saya malah ketiduran. Pinginnya lihat semua eh.. malah tak satupun film yang saya ikuti ha.. ha.. ha..
Ahirnya pergantian tahun 2006 ini saya lalui dengan tidur. Wah la kok tak bermuhasabah? Hayoo ketahuan :D. Habis ngantuk buanget sih……
Komentar Terakhir