menebar SENYUM merajut UKHUWAH
24 Sep
Mulai hari ini dapat mandat dari sekolah untuk mengikuti pelatihan jardiknas atau Jaringan Pendidikan Nasional di SMK Negeri Cerme. Saya sedih-sedih senang. Sedihnya ninggalin anak-anak dengan keluguan dan kelucuannya selama seminggu. Senengnya ada suasana baru selama seminggu yach refresing sejenak dari tugas-tugas sekolah. Loh bukane mengkuti pelatihan Jardiknas juga tugas sekolah hehehe :D. Cuman katanya lokasinya jauh banget dari tempatku sekitar 25-30 menit naik motor, wah lumayan juga nich.
Kira-kira materinya apa ya? Sampai-sampai satu minggu pelatihan dari jam 08.00 s/d 16.00. Jangan-jangan cuman diajari internet mulu hehehe, dan baru kemarin materi tersebut sampai di tangan saya. Dalam seminggu kedepan aku dapat materi
Hari Seninnya, Pengoperasian Periferal dan Personal Komputer, Hari Selasa dapat materi Basis data dan Pengolaan Data, Hari Rabu dapat materi Topologi Jardiknas, Data pokok Pendidikan dan Membuat Media Pembelajaran Interaktif. Hari Kamis Internet (Web, email, milist) serta membuat Web Sekolah. Hari Jumat, Pengolaan informasi (Haki, Sekuritas data, anti virus dan konversi dokumen). Hari Sabtunya Tes tulis dan Praktek.
Dari materi diatas materi yang benar-benar baru adalah Hari Rabu mengenai Jardiknas. Materi yang masih belum tahu adalah materi Hari Selasa tentang Pengolah data, apakah diajari Access atau diajari MySql atau diajari yang lain. Sedangkan materi yang lain, adalah materi yang biasa saya berikan pada murid saya hehehe…. :). Eh sama materi hari sabtu itu juga baru, karena berisi Tes Tulis dan Praktek.
Makanya anggap sajalah refresing, karena maklumlah mungkin bagi kita materi seperti itu adalah materi biasa, tetapi mungkin bagi orang lain adalah sebuah materi baru. Karena kemarin sebelum saya ada petugas perpus di kirim ke pelatihan Jardiknas lebih dahulu, menurutnya seperti materi chating ternyata banyak yang menganggap itu adalah materi baru dan banyak yang belum tahu.
Sama memperbanyak kenalan saja barangkali hehehe…. Ayo pelatihan.. pelatihan
6 Sep
Alahamdulillah ternyata ramadhan sudah di depan mata, berkali-kali aku berdoa, “Ya Allah, semoga aku dipertemukan dengan Ramadhan kembali.” Rasanya bulan-bulan ini aktifitas ibadahku agak menurun, dan berharap semoga ramadhan kali ini bisa menajdi momentum yang tepat untuk menyegarkan kembali segala aktivitas ibadah. Tentunya tidak di awal - awal ramadhan saja, tetapi di sepanjang ramadhan. Karena aku rasa hampir sama, rata-rata di awal dan akhir ramadhan saja semangat itu muncul, tetapi di tengah-tengah ramadhan mulai redup kembali.
Nampaknya ramadhan kali ini aku harus ada target. Kalau tidak ada target aku khawatir ramadhan ini akan mengambang kembali. Target pertama tentunyahatam quran dan planing yang kutulis harus hatam dengan artinya. Paling tidak kalau tiap habis sholat membaca dua lembar pasti dalam sehari hatam satu juz, dan kalau satu bulan genap sudah 30 juz.
Target kedua adalah menata hati kembali dan menanamkan dalam diri bahwa Allahlah yang membolak-balikkan keadaan manusia, yang membolak-balikkan hati manusia, semua hanya dari Allahlah. Karena aku merasa, rasa berserah diriku kadang masih kurang. Sekedar cerita aku memiliki seorang teman, duh rasa berserah dirinya kuat sekali, dia rela dihentikan dari perusahaannya karena tidak mau dipindah kerja, karena kawatir jauh dari keluarga. Padahal perusahaan tersebut cukup terkenal dan penghasilan perbulannya juga besar, tetapi apa, ternyata kawan saya itu lebih memilih berhenti bekerja dengan alasan bahwa yang memberinya rejeki bukanlah perusahaan tersebut. Allahlah yang memberi rejeki dan teman saya itu tidak begitu kawatir akan hal tersebut. Duh rasanya aku sangat jauh dari benar-benar berserah diri pada Allah.
Karena kadang kita setelah berusaha mati-matian untuk mendapatkan hal yang diinginkan, eh.. ternyata meleset pasti terbersit rasa kecewa yang dalam, tapi aku pikir tidak baik juga lama-lama kecewa karena hasil akhir semuanya ditangan Allah, Ya, manusia hanya berusaha saja.
Target yang ketiga adalah menenangkan hati. Mudah bingung, mudah groggi, bimbang dan was-was adalah sifat manusia, makanya saya berharap ramadhan kali ini bisa menjadi penyetabil hati, penyelaras fikiran sehingga bisa membuat sikap keseharian menjadi lebih baik.
Target keempat adalah iktikaf, saya nggak tau bisa terealisasi apa tidak, tetapi aku berharap bisa beriktikkaf walaupun cuma sehari, karena, aduh, banyak sekali kesalahan yang kulakukan selama ini.
Aku rasa itu dulu target ramadhan kali ini. Karena kalau banyak-banyak takutnya malah nggak tergapai. Aku sangat berharap doa dari para pembaca semua, yang sempat mampir ke web saya, smoga ramadhan kali ini bisa benar-benar ku genggam. Hmm minta doanya ya? Sayapun akan mendoakan hal yang sama buat semuanya. Amin.
Bismillahirrahmanirrahim, mari persiapkan diri songsong Ramadhan.
5 Sep
Penerimaan siswa baru memang sudah hampir dua bulan berlalu. Tak terasa memang saya harus menghafal wajah-wajah baru dan nama-nama baru tentunya. Ada-ada saja panggilan buat saya dari anak-anak itu. Waktu masuk pertama kali saya ngajar disini biasa dipanggil Pak Fisika, karena ngajar Fisika. Semester berikutnya karena ngajar komputer saya dipanggil Pak Komputer. Tetapi anak-anak kelas 3 manggil saya Pak Waluyo, karena kalau dipanggil Pak Agus ada dua orang nama Agus di SMP saya.
Alih-alih panggilanya menjadi Agus, karena pernah dua kali makai baju hijau eh dipanggil Pak Ijo hehehe dasar anak-anak. Tetapi beberapa anak malah manggil Pak Nggalek, biyuh.. biyuh.. asal muasalnya saya dari Trenggalek, dan murid saya yang namanya Mevi papanya jadi dokter di Trenggalek. Lengkap sudah deh sama-sama dari Trenggaleknya.
Tapi lain lagi dengan angkatan yang baru. Beberapa hari ini murid saya manggil Pak W, atau kadang pak AW yaitu kependekan dari nama saya. Biasaya Farida yang komentar,“Pak W ini mesti pokoknya.” karena logat si Farida ini agak lucu. Makanya sering saya tirukan :D, dan dia akan komplain.
Sampai-sampai beberapa siswa tanya saya, “Eh Pak, Pak Agus ini enaknya dipanggil siapa? Akupun menjawab, “Yang penting di panggil dengan panggilan yang baik. Pak Agus boleh, pak Waluyo juga boleh.”
Kadang akupun jadi ketawa karena ingat waktu kuliah. Dulu ada sekretaris Rektor yang kelihatannya sudah tua, tetapi biasa dipanggil mbak. Tapi menurutku pantesnya dipanggil Bu, karena sudah kelihatan tua. Akupun tanya sama sekretaris pembantu rektor III yang biasa tak panggil mbak.
“Eh mbak, kalau sekretaris pembantu rektor itu dipanggil Bu atau Mbak se? Aku takutnya salah?” Tanyaku penuh selidik kepada sekretaris pembantu rektor III.
“Terserahlah, pokoknya jangan dipanggil bulik.” Katanya, dan akupun tertawa terpingkal-pingkal.
20 Jun
Dulu saya adalah pengguna setia Mandrake. Tetapi karena space hardisk saya waktu itu sangat minim, akhirnya saya mencari-cari linux yang kecil tetapi handal. Setelah melalui pencarian yang panjang, hati saya saya pautkan pada Linux Puppy. Ya, Linux Puppy adalah si kecil yang handal. Karena Linux Puppy tidak memerlukan space hardisk yang besar serta bercalan sangat cepat di komputer-komputer kelas Pentium I.
Tetapi syukurlah, setelah berusaha dengan berbagai cara akhirnya sekarang saya bisa membeli sebuah Laptop Acer seri Aspirate. Ya laptop yang murah-murahan lah, sehingga laptop itu tidak ada Operating System di dalamnya. Pinginnnya saya mau nabung lagi atau cari pinjaman hehehe… buat membeli Windows Orisinil. Karena tahu sendirilah, semua aktivitas di sekitar saya masih tergantung dengan Windows.
Murid - murid saya masih menerima pelajaran Windows. Sebenare pingin juga sih mereplace pelajaran Windows dengan pelajaran Linux dan aplikasi GNU lainnya, tetapi karena adanya berbagai pertimbangan yang belum sempat saya tulis disini akhirnya saya mengambil keputusan untuk tetap mengajarkan materi Windows dan Microsoft Office.Pun koleksi midi-midi saya dapat diputar dengan baik di lingkungan windows. Walaupun di Linux ada pemutar midi tetapi saya belum pernah bisa mendengarkan midi dengan keluaran sebagus di Windows.
Tetapi setelah melihat permasalahan seperti yang telah saya tulis sebelumnya, akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk membeli lisensi Windows. Bagaimana tidak, setelah saya membeli Windows saya harus merogoh kocek buat membeli lisensi Antivirus, karena jika mengalami kejadian seperti yang saya tulis sebelumnya, dimana saya harus melakukan format ulang, maka saya mesti melakukan aktivasi lagi? Walah saya nanti malah dijajah windows. Akhirnya “Bismillah” dengan hati mantap, Laptop sayapun saya install Mandriva Linux 2007.0. Jadi di dalam laptop saya hanya terinstall Mandriva Linux 2007.0 saja dan bukannya saya dual OS dengan Windows.
Kenapa saya pilih Mandriva? Hmm.. karena setelah melalui serangkaian test Linux, mulai dari RedHat, Edubuntu, Zendcafe, Puppy, SuSE, Slack, Vektor, Igos, dan Komura, akhirnya saya harus mengakui kalau Mandriva adalah Linux Terbaik. Kenapa saya katakan Linux Terbaik, karena tampilannya yang friendly dan manajemen installasi yang begitu mudah, baik itu instalasi Linux-nya ataupun program-program yang ada di dalamnya.
Ya, mulai sekarang saya harus hidup dengan Linux walaupun dikantor masih tetap pakai windows
6 Mei
Pernah tau bukan keyboard multimedia? Iya sebuah keyboard yang dilengkapi dengan tombol-tombol Internet dan Multimedia. Seperti tombol menuju My Computer, Mail, Back, Home, Forward, Search, Stop, Refresh, dan tombol Multimedia yang terdiri dari Media untuk memanggil Windows Media Player, Play/Pause, Stop, PrevTrack, NextTrack,Vol +, dan Vol -.
Pertamanya nggak pernah kepikiran kalau mau membeli keyboard karena keyboard yang lama masih bagus. Lebih - lebih keyboardku ini agak nyentrik, satu keyboard terdapat dua kabel yaitu kabel PS/2 dan kabel serial. Karena dulu ceritanya yang punya keyboard adalah seorang tukang reparasi televisi dan komputer. Makanya keyboard itu dibuka kemudian kabel konektor ke Motherboardnya di tambahi satu kabel konektor serial. Jadilah keyboard dengan dua konektor.
Tetapi kemarin waktu aku mencoba keyboard tersebut ternyata satu deretan huruf X, S, W dan angka dua tidak terdeteksi. Wah ya susah juga nich. Gara - gara keyboard ini juga komputer kadang nggak bisa booting. Akhirnya dari pada bongkar2 aku mengambil kesimpulan untuk membeli keyboard multimedia saja.
Mereknya nggak terkenal sih, namanya Komic wih mirip obat batuk saja, tapi lumayan enak dipakai. Saya beli di gresik harganya 37-an ribu, dan aku rasa agak mahal dibanding harga di Hi-Tech Mall, tapi mau bagaimana lagi ketimbang aku harus jauh2 ke Hi-Tech Mall.
Jadi aku merasa nyaman saja. Kalau mau membuka browser tinggal memencet tombol Home, tapi sayang browsernya IE. Kalau mau menjalankan Windows Media player tinggal mencet tombol Media. Enak banget pokoknya.
Tapi aku masih cari - cari kalau saja waktu mencet tombol Home yang keluar adalah Firefox ataupun Opera bisa nggak ya? Atau kalau mencet Media yang keluar adalah Winamp. Ada yang bisa membantu saya nggak ya?
22 Apr
Sebenare kangen banget menulis, tetapi pasti masih tetap dengan alasan yang sama, sok sibuk ceritanya. Hehehe.. Jadi seorang guru ternyata beban kita tidak hanya mengajar saja, tetapi membuat adminsitrasi pengajaran itulah yang begitu menyita waktu banyak.
Hayoo Pak Agus!!!! RPP-nya mana? Silabusnya mana? Program Semesternya mana? Program tahunannya mana? Format penilaiannya sudah ditaruh di loker apa belum???? Berkali - kali bagian kesekretariatan dan kurikulum ngoprak - ngoprak. Hehehe.. nggak tau ya? Rasanya energi untuk membuat administrasi lebih banyak ketimbang membuat sebuah buku. Ketimbang di suruh buat hal - hal seperti itu sejujurnya aku lebih suka menulis sebuah buku. Rasanya lebih ringan.
Seorang temanku bertanya kepadaku, “Gus, kamu seneng nggak jadi seorang guru?”
Akupun menjawab, “Sejujurnya aku sangat menikmati pekerjaan ini, tapi kalau ketemu yang namanya RPP waduh, badanku bisa adem panas hahaha?”
Temen ngajarku tadi menimpali, “Tapi kamu adalah seorang guru, mau nggak mau semua administrasi mengajar harus diselesaikan.”
Kawan lain ikut menyahut, “Bekerjalah dengan ikhlash Gus, admin adalah kewajiban semua guru, kalau kita melakukan dengan ikhlas maka pahalalah yang akan kita dapat.”
Akupun tinggal menjawab, “Inggih, Ustazd.”
AKhirnya dengan menarik nafas Bismillah akan menyelesaikan semua persiapan mengajar. Makanya sekarang benar - benar nggak punya waktu untuk ngopeni web ini. Padahal dulu niatnya seminggu sekali pingin menulis. Hmm.. kapan ya bisa nulis lagi?
27 Feb
Hari sabtu kemarin saya main - main ke SD Muhammadiyah GKB di Jl Belitung GKB. Sebenarnya tugas utamanya bukan main - main sih ada acara seminar, dan saya adalah panitianya. Karena saya datang lebih pagi maka saya memiliki banyak waktu luang. Untuk mengisi waktu luang tersebut saya bermain - main dengan anak kelas V yang saat itu sedang menghaluskan bambu.
“Lagi membuat apa dik?” Sapaku ramah :).
“Ini pak, lagi bikin layang-layang. Buatin dong pak? Susah nich Pak.” Kata salah seorang murid.
“Ya di coba dulu, disitu kan ada petunjukkanya. Masak belum dicoba sudah bilang susah. Itu namanya kalah sebelum berperang.” balasku.
Tak lama kemudian kami sudah akrab. Setidaknya ada Sonya, Rosa, Safira, terus siapa lagi ya? Hmm.. aku lupa. Sonya ini anaknya kecil tapi ngomongnya banyak.
“Pak, pak, kelas kita itu kelas paling heboh. Catet ya pak pokoknya kelas VA itu adalah kelas paling kopak. Setiap guru yang masuk pasti stress.” Kelakar Sonya.
“Masak se?” Tanyaku penuh selidik.
“Iya pak, bener kok, kalau gak percaya besuk bapak ngajar saja di VA.” Kata Sonya penuh semangat. Sayapun tinggal tertawa melihat tingkah anak kecil ini.
Lain lagi dengan Safira yang semula sama saya mengaku bernama Devinta. Adik kecil yang lebih suka dipanggil Sasa ini bawaannya stik drum, walaupun anaknya masih kecil tetapi sudah kursus nge-drum di sekolah musik Purwacaraka Surabaya. Dengan bangganya saya ditunjuki buku-buku kursus nge-drum-nya.
“Eh sasa, mending stik drum kamu saja yang dijadiin layang - layang. Lumayan kan, kayaknya kayu-nya bagus.“Godaku.
“Enak saja, satu pasang ini mahal lho pak. Kalau layang - layang gini saja mendingan beli paling haraganya murah.” Kelitnya.
Akhirnya kamipun ngobrol tentang pelajaran yang disukai, guru yang paling disayangi dan macam - macamlah. Hinga akhirnya sayapun di kasih tau sama seorang siswa.
“Eh Pak Agus, Pak Agus mahu tidak tak kasih hadiah?”
“Hmm pasti mau.” jawabku.
“Tapi syaratnya satu, matanya mesti tertutup rapat. Tidak boleh terbuka.” Ungkapnya.
“Boleh.” Jawabku. Akhirnya akupun menutup mata rapat - rapat.
“Sudah pak, sekarang buka dong mata Bapak.” pintanya. Akupun mulai membuka mata dan Ha…! Satu peleton siswa sudah siap - siap dengan karet gelang terentang dengan mesiu kertas terpotong kecil-kecil. Dan Plak.. Plak.. Plak.. peluru - peluru kertas kecil tersebut berhamburan mengenai muka dan tubuhku. Tidak terasa sakit karena kertasnya kecil sekali. Tetapi saya lihat anak - anak lonjak - lonjak senang sekali. Sayapun tinggal senyum kecut saja.
“Ih.. dikerjai anak - anak.” Gumanku dalam hati.
Tak seberapa lama kemudian saya dikasih sebuah karet gelang dengan sebuah kertas sebagai mesiunya. Dan sayapun berubah menjadi anak kecil. Main ketapel - ketapelan sama anak - anak tadi sampai capek deh.
“Sudah, sudah Pak Agus capek nich. Damai-damai.” Kataku.
Dua orang siswa mendekatiku dan berkata, “Wah pak agus, pak agus yang ngajar kita saja ya?”
Sayapun tersenyum dan berkata, “Kamu salah dik, kalau pak agus yang ngajar kamu semua akan takut.”
“Lho kenapa?” sahutnya
“Soalnya Pak Agus itu kalau ngajar sering marah.” Kelakarku sambil tersenyum.
“Eh pak kalau jadi guru itu gak boleh marah loh pak. Kalau sukanya marah mending tidak usah jadi guru.” Kata murid kecil tersebut polos. Saya sungguh terharu dengan perkataannya, dan menimpali sambil tersenyum.
“Dan kalau jadi murid juga gak boleh jahat sama gurunya seperti rame, nggak memperhatikan, semaunya sendiri. Kalau sukanya jahat sama gurunya gak usah jadi murid.” balasku.
Setelah sekitar satu jam kita bermain-main, anak - anak itupun pulang kerumah.
Layang - layang mereka sudah jadi, tapi aku nggak tau pasti layang2 itu bisa terbang atau tidak karena belum dicoba. Sebelum berpisah sayapun mengatakan pada mereka, “Satu tahun lagi Pak Agus tunggu di SMPMuhammdiyah GKB ya?” He.. he.. he.. Promosi, promosi.
12 Jan
Ada salah seorang murid saya mengajak messengeran. Saya internetan di sekolah dan murid saya di warnet. Biasanya cuman tanya pelajaran atau ngerjai saya saja. Kalau saya lagi ndak bussy banget biasanya saya layani, tapi kalau pass bussy banget ya nggak bakalan saya layani, soale saya pasti nggak OL.
Pelajaran yang saya pegang adalah komputer, memang sih lebih banyak prakteknya ketimbang teorinya, tetapi di ujian akhir diharapkan siswa mengerjakan test tulis. Nah lo…
Akhirnya nich akhirnya beberapa siswa mengeluh pada saya, “Pak Bagaimana mungkin saya ingat kalau ujiannya test tulis. Kalau praktek langsung saya pasti bisa.”
Sayapun menjawab, “Kamu tenang saja, kalau kamu bisa prakteknya tulis pasti lancar, karena sudah saya kasih gambar.
Murid sayapun menimpali, “Terus kita belajar apa ?”
Sayapun menjawab lagi, “Ya sudah kalau kamu praktek bisa, teori pasti bisa, kamu nggak usah belajar, mendingan pulang dan tidur saja, refresing lah.”
Eh belum berselang satu jam malah muncul di Yahoo Messenger saya, “Hai Pak, Ayo Messengeran” Teriaknya di Messenger.
Jawabku, “Waduh ini murid, disuruh istirahat kok malah internetan!!!”
Muridku menjawab, “Internetan kan refresing, Pak. Saya di warnet sama temen - temen, walah wong sebentar saja loh pak.”
Akhirnya kitapun ngobrol 15 menitan paling, hingga pada suatu saat saya lupa ngomong apa, tetapi murid saya bilang, “Edi Sud Rahmad Karotolo”
Wah aku jadi bingung juga, apa ya maksudnya? Mau tanya muridku maksud kalimatnya Ihh… gengsi dong hehehe. Kalau aku tanya pasti tuh murid bakal nggojloki gurunya, “Wah Pak Agus ini nggak gaul.” DUENGG….
Tapi saya baru mendengar kalimat tersebut. Akhirnya ya udah aku pendam saja pertanyaan itu. Hingga kemarin malam waktu melihat iklan di TV ternyata baru tahu kalau kalimat tersebut adalah iklannya sms IM3. Gombal. ediSUD rahmat kartoLO, itu ternyata pertanyaan makSUD LO? Ha.. ha.. ha.. melihat iklan tersebut sayapun jadi tertawa.
Memang sih, sejak mengajar saya jarang melihat acara televisi meskipun di kamar saya ada juga TV combo. Karena saya berada di sekolahsampai jam 16, baru pulang ke rumah magrib, eh baca - baca bentar sudah jam 20 wihhh ngantuk banget. Jam 8.30-pun sudah tidur, bangun-bangun sudah subuh. Atau pun kalau bangun malam juga sudah nggak sempat untuk lihat TV. Makanya nggak tau perkembangan sama sekali.
Apalagi tuh sama kalimat - kalimat yang sering dilontarkan murid saya, waktu saya tanya, pasti ngejawabnya “MENE KETEHE?”, eh ternyata ngadopsi dari TV juga. Dan biasanya kalau udah gitu saya jawab saja, “YE HERES TEHE” HE.. HE.. HE…
Yach mungkin biar agak sedikit mengerti perkembangan lihat - lihat TV sebentar nggak ada salahnya juga to? Lebih - lebih kalau lihat TV yang lama? Hah.. MAKSUD LO?
17 Nop
Saya kadang ketawa sendiri jika melihat tingkah polah anak - anak yang masih mencari jati diri ini. Ada yang over acting, ada yang diam saja, ada yang cuek, ada yang tidak suka diganggu, adaya yang suka manggil - manggil, “Ih… katanya sih test telinga”, bahkan ada yang senangnya ngerjai gurunya, pokoknya macam - macam.
Seperti Kemarin pagi, saat jam kosong saya didatangi dua siswi kelas 9. Dengan mimik serius dia berkata pada saya,
“Pak, Pak Agus disuruh menghadap Pak Isa. Katanya sih Penting.”
Pak Isa ini adalah Kepala Sekolah di tempat saya. Sayapun tertawa kemudian berkata,
“Sudah, Pak Isa saja yang suruh menghadap saya, saya tunggu di Laboratorium Komputer.”
“Lo memang Pak Agus berani sama perintah Pak Isa?” kata siswi tadi. Sambil tersenyum saya berkata,
“Kamu itu kalau mbujuki(=berbohong) yang agak kreatif sedikit, wong Pak Isa-nya pergi ke Surabaya sejak tadi pagi. Hayoo.. kamu mbujuki saya kan?”
Kedua siswi itu tinggal senyum kecut saja, hahaha makanya tuh jangan suka bohong.
“Rasain, rasain.” gumanku dalam hati.
Seakan tak patah semangat siang hari-nya kedua siswi putri tadi menemui saya lagi dan berakta,
“Kalau ini benar, Pak Agus di suruh menemui Pak Arief?” Pak Arief adalah seorang wakil kepala sekolah. Karena saya tahu kalau anak - anak itu berbohog maka langsung saya timpali sambil tertawa,
“Sudah Pak Arief saja suruh menemui saya.” Beberapa saat kemudian dua anak itupun keluar Laboratorium, selang beberapa menit kemudian telephone di laboratorium berdering dan saya angkat,
“Halo Pak Agus, Ini Pak Arif, ada apa pak saya di suruh menghubungi Pak Agus?”
“Hehehe, Walah pak, pak. Pak Arif itu dibohongi anak - anak. Pak Arif itu dikerjai saja” jawabku sambil tertawa.
“Woh, dasar anak - anak.” Kata Pak Arif.
Ya begitulah.. namanya juga masih anak - anak, kadang lucu juga.
6 Nop
Kalau pulang ke rumah yang paling menyenangkan adalah buat mie di pagi hari. Sebelum ibu mulai menyalakan api di tungku dan sebelum ayam mulai berkokok aku selalu cari - cari bungkusan yang dapat disajikan dengan cepat tersebut. Hmm.. tak tahu kenapa walaupun sering kali dapat warning kalau makanan - makanan tersebut hanyalah sampah tetapi aku suka luar biasa.
Apa sih sebenarnya yang menyebabkan aku suka luar biasa sama mie di rumah? Rahasianya sih satu saja, mie tersebut harus dihidangkan diatas daun pisang. Hmmm aroma daun pisang ditambah mie membuat citarasa tersendiri.

Hayo siapa mau?
Tak lupa memetik hasil kebun untuk dicampurkan juga, seperti menambah cabe dan tomat yan ditanam ibu di sepetak tanah di barat rumah. Wah saya akui cabe tanaman ibu benar - benar cabe rawit pedas-nya luar biasa walaupun bentuknya “njegundhek-njegundhek” hehehe. Tak lupa juga menmabahkan sawi putih saat masih di masak sebelumnya, dan kalau ada telur atau ayam jangan lupa masukkan juga. Ada mentimun?Wah jangan sampai ketinggalan, potong bulat - bulat lantas cemplungin sekalian. Biar rasanya lebih nendang janga lupa masukkan bawang goreng, yang banyak sekalian.. Hmm hayoo siapa mau!
Komentar Terakhir