Salah satu orang yang saya kagumi adalah para penghafal Al-Quran. Bagiamana ya mereka sanggup untuk menghafal quran setebal itu? Tak jarang saya membaca buku-buku bagaimana cara menghafal Quran, dari yang metode dibaca berulang-ulang, metode satu hari satu ayat, metode mendengarkan player, metode menghafal bersama-sama, dan lain sebagainya. Dan inilah kesalahan saya hanya membaca-baca teori tapi tak pernah dipraktekkan. Hehehe

Serta salah satu keunikan Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang sering dibaca oleh ummatnya serta dihafal. Bagaimana ya rasanya bisa hafal Al-Quran? Duh pasti seneng banget dan butuh pengorbanan yang panjang serta semangat yang kuat luar biasa. Padahal orang seukuran saya An-Naba’ saja tidak hafal-hafal. (thumbs down)

Sebenarnya satu hal yang paling menginspirasi saya untuk selalu ingin dan ingin menghafal Al-Quran walaupun sampai saat ini jauh dari kata terwujud yaitu menjadi syafaat di dalam kubur dan dihari kiamat kelak kemudian Al-Quran itu menggandeng tangan kita dan memasukkan kita ke syurga. Sungguh suatu pencapain yang mulia. Padahal kita sendiri juga paham, bahwa kehidupan ini hanyalah sementara, dan tidak kekal, sehingga apa sih sebenarnya yang kita upayakan kalau bukan kampung akhirat?

Menurut berbagai sumber yang saya baca kesulitan menghafal Al-Quran adalah di juz pertama, kalau juz pertama sudah selesai, maka juz selanjutnya akan terasa mudah. Saya pikir ada benarnya juga karena kalau saya tidak salah ingat 70% kosa kata Al-Quran berada di juz pertama.

Jadi saya pikir memang benar-benar luar biasa para penghafal Al-Quran itu. Semoga kita yang sering lalai ini diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penghafal Al-Quran.