Sudah tiga minggu ini sekolah mengadakan kursus bahasa enggris buat guru-guru TI dan MIPA, supaya bahasa enggrisnya tambah sip. I’m very glad hear this information, nah parah banget kan bahasa enggris saya. Tetapi saya merasa kosakata saya bertambah banyak tatkala mengajar di SMP Muhammadiyah 12 GKB. All teacher in SMP Muhammadiyah 12 GKB suport this program, and every meet other teacher, we try speak in englsih. But I have special partner to englsih conversation, Her name is Miss Erma. Jadi waktu aku di SMP Muhammadiyah 12 GKB ada program englsih partner, dan saya bersyukur banget punya partner Bu Erma, atau Ibunya Si Ais yang lucu. Karena kalau bicara bahasa enggris pengucapannya fasih banget. Apalagi kalau ngucapin nadanya Squitbearg, apa ya namanya aku lupa pokoknya yang sering dijahili SpongeBob, bahkan lebih lucu kalau niruin suaranya patrik. Ha.. ha.. ha.., kadang Bu Erma ini mirip kamus berjalan lah, karena kalau saya sedang gak tau englishnya biasanya beliau yang bantu bantu.
“Hayoo seminggu ini Agus belum bicara bahasa enggris sama saya.” Kata Bu Erma seringkali mengingatkan.

Dan saya lebih senang tatkala sebelum pindah ke Malang sempat di kursusi bahasa Enggris dengan Tutor Bu Erma, sayang cuman 4 kali pertemuan saya mesti pindah ke Malang. Rasanya banyak sekali pengalaman yang saya peroleh tatkala di SMP Muhammadiyah 12 GKB. Kosakata saya bertambah banyak. Dan saya rasa memang lebih baik belajar bahasa enggris itu adalah mencoba berbicara, or try to write. I think no problem if your word choice false, but in indonesian kita selalu dipaksa untuk belajar tensis dari pada berbicara, alhasil sangat sedikit yang bisa berbahasa enggris. Atau kadang kalau ada teman kita yang try to speak, kemudian salah, langsung ditertawakan. Nah akhirnya kita become gak enak sendiri, dan akan nervous kalau mau ngobrol.

Rasanya memang englsih itu asyik langsung praktek, karena otak kita dipaksa untuk berfikir. Lebih lucu lagi, kadang murid saya yang lebih pinter. Misalkan saya ngomongnya salah, walah apa sih bedanya see, watch, dan look. Jadi kadang ditertawakan sama siswa saya sendiri.
“See the keyboard.” Serentak siswa saya akan tertawa kemudian memberi tahu.
“Look pak, look.” kata mereka.
Tapi dengan begini saya menjadi tahu.

Kalau sekarang saya mencoba menambah kosa kata dengan membaca cerita-cerita yang ada di internet. Saya cetak, dan kata-kata yang tidak tahu saya artikan satu persatu. Asyik juga ya? Sambil membaca sambil mengartikan.
Tetapi otak saya akan lebih cepat bekerja jika dibikin ngobrol. Untungnya saya ada partner baru lagi untuk ngobrol dalam Bahasa Inggris. Namanya Bu Rosyida, semangatnya dalam ngajari juga luar biasa. Kalau ketemu Bu Rosyida harus dengan bahasa Enggris.. he.. he.. he. Double untungnya beliau juga sabar dan telaten ngajari, sehingga kadang mengernyitkan dahinya ketika bahasa Enggris saya keliru. Mengernyitkan dahi karena kebingungan.

Berbicara tentang kursus di sekolah, kesan saya untuk saat ini biasa saja, saat ini loh ya (catet) wuih harus nyatet segala. karena tidak se-Smart Bu Erma kalau ngursusi bahasa Inggris. Maklumlah strata kita beda2, ada yang guru Engglish, ada yang gak bisa sama sekali seperti saya. Kalau saya jadi penggambil kebijakannya pasti Bu Erma yang saya minta ngursusi orang-orang se Sekolahan hahaha.. Lebih-lebih kalau yang ngursusi hanya mengajar Confuse Tense atau saudaranya yang satunya Present Perfect Confuse Tense. Ampunnn.. hehehheeh.. Mungkin saya yang kelewat bloon saja.