Barangkali peringatan takmir salah satu masjid di Surabaya beberapa waktu yang lalu ada benarnya juga. Sebelum khutbah di mulai ada peringatan cukup keras pada semua jamaah yang akan melaksanakan sholat supaya setiap kali sholat memperhatikan pakaian yang dikenakan, karena akan sangat mengurangi kekusyukan yang bersembahyang, habis gambarnya kaos itu kan macam – macam. Kalau diamat – amati banyak juga jamaah yang mengenakan Kaos Oblong seaktu ibadah jumat.

Bapak Takmir menganjurkan bahkan melarang penggunaan kaos Oblong merek Dagadu, yaitu sebuah kaos khas produk Jogja. Bukannya Pak Tamir anti pati dengan kaos tersebut, tetapi perlu diingat bahwa Dagadu sendiri adalah umpatan yang cukup kasar, karena jika diterjemahkan dalam bahasa Jawa Timuran artinya “mohon maaf” adalah Matamu, sebuah umpatan yang kasar bukan? Lebih – lebih di pakai untuk sholat Jum’at bukankah amat sangat tidak tepat. Walaupun mungkin orang lain menilai itu seuah kreatifitas seni, tetapi kata – kata tersebut dengan alasan apapun memang sangat tidak layak untuk digunakan beribadah lebih – lebih ibadah Jumat.

Kemarin waktu sholat jamaah ashar ada juga orang tepat di depan saya menggunakan kaos Basket, yang lebih ironis lagi si pebasket di dalam kaos tersebut mengacungkan jari tengah kanan kirinya. Walaupun jari tengah jika di versikan Jawa Timuran bukanlah sebuah penghinaan tetapi pantaskah kaos semacam itu di pakai di tempat ibadah?

Ada juga kaos oblong bertuliskan Baca Gua Jitak, dan kata – kata yang lain. Tampaknya memang perlu dilihat – lihat lagi pakaiannya kalau mau sholat ke Masjid, sudah benar apa belum? Alangkah sangat tepatnya menggunakan pakaian yang sopan sehingga paling tidak cukup enak untuk dipandang.

Pernah juga ada yang menggunakan Kaos bertuliskan Makan enak di Resto… di bla.. bla.. bla.. yang semula berangkat ke Masjid tidak ingat makan wah jadi ketularan lapar, akhirnya waktu sholat yang teringat hanya makanan mlulu, Ini masjid apa restoran… nah jadi nggak kusyuk kan…. :) ada – ada saja.

Hayoo sebelum ke Masjid di lihat lagi, sudah layak apa belum pakaiannya?