menebar SENYUM merajut UKHUWAH
27 Agu
Minggu kemarin saya main - main di Laboratorium Komputer sebuah sekolah swasta di Surabaya. Jumlah komputernya tak seberapa banyak untuk sebuah sekolah yang terdiri dari TK sampai SMA. Hanya ada 17 komputer, dengan pemakaian yang sangat padat. Satu komputer biasanya dipakai oleh 2 orang dari pagi sampai sore hari bergantian terus. Sehingga tak jarang komputernya sering bermasalah, karena tahu sendirilah, bagaimana jika suatu barang itu milik bersama, rasa memilikinya sangat kurang.
Hari itu situasi laboratorium yang biasa tertutup rapat sangat panas. Dua buah AC yang menjadi penyejuk sedang diperbaiki montir AC. Untuk mengurangi panas ruangan, beberapa jendela dan pintu utama di buka lebar - lebar.
Karena semua komputer-nya terjaring dengan internet, membuat saya agak betah berlama - lama di Laboratorium. Ditambah lagi sedang waktunya istirahat sehingga tidak ada pemakaian kelas.
Kebetulan saat itu saya duduk di dekat pintu utama yang dibuka lebar. Beberapa anak Sekolah Dasar yang tengah istirahat bisa leluasa melihat aktivitas saya dari luar. Tiba - tiba dari belakang, saya dengar tiga orang anak SD tengah berdebat asyik.
“Wah itu bapaknya Amalia” Kata Anak pertama,
“Bukan itu bapaknya Amanda” Kata anak kedua.
“Iya paling, itu bapaknya Amanda” kata anak ketiga menimpali.
Saya lirik ketiganya lantas melepas sepatu dan masuk ke dalam laboratorium komputer yang memang berkarpet tersebut, secara tergesa-gesa. Yang satu gendut dan berkacamata, satunya sedang dan satunya lagi agak sedikit kurus, ya.. anggap saja semirip persahatan Nobita, Giant dan Suneo dalam film kartun Doraemon. he.. he.. he..
Sampil terengah - engah adik SD yang gendut bertanya sama saya,
“Pak, bapak namanya siapa ?”
“Nama saya, Agus dik. Kenapa?” Tanyaku.
“Pak Agus ini, bapaknya Amalia kan?” Tanya anak gendut yang berkacamata.
“Bukan.” Jawabku lembut.
“Nah bukan kan? Anak yang kurus menyela, dengan suara yang agak keras dan ngotot.
“Nah berarti bener, Bapak ini pasti bapaknya Amanda. Benerkan kan Pak?“Kata anak yang berkurukan sedang dengan mantapnya.
“Bukan.” Jawabku sambil tersenyum.
“Kalau begitu Pasti bapaknya Nia.” Kata anak yang agak kurus tak kalah semangatnya.
“Bukan juga.” Jawabku.
“Loh, terus Pak Agus ini bapaknya siapa?” tanya anak SD yang bertubuh gendut.
“Iya, bapaknya siapa?” Anak yang bertubuh sedangpun bertanya dengan penuh selidik.
“Saya belum punya anak dik. Saya kan belum menikah.” Jawabku.
“Wah belum menikah, kasihaaaan deh Pak.” Kata anak SD yang bertubuh gendut, sambil tangannya menunjuk muka saya dan diarahkan kebawah.”
Sayapun tertawa terbahak - bahak sampai mouse yang saya pegang hampir terjatuh. Buru - buru saya cubit pipi anak yang paling gendut sambil berkata, “Kamu lucu banget.”
Belum sempat saya bertanya nama dan kelas ketiga anak tadi, beberapa temannya sudah berdatangan ke dalam laboratorium komputer, karena sebentar lagi pelajaran komputer untuk SD akan dimulai. Dengan cepat saya tutup browser - browser yang ada di layar monitor, kemudian keluar dari ruangan yang telah berisi penuh adik - adik SD yang lucu - lucu itu.
13 Agu
Kalau saya lihat lagi, web ini kelihatannya merana banget, jarang ada tulisan baru, jarang berganti muka, “hiasan dindingnya” juga tidak berubah, akhirnya yang punya rumah jadi kelihatan jarang berkunjung. Padahal, setidaknya seminggu dua kali masih sempat “ngepel lantai”, masih sempat membersihkan “kotoran yang menempel” di dinding :D, serta masih sempat “bakar-bakar sampah”. Seperti rumah sungguhan saja :)).
Sekarang itu ceritanya lain. Dahulu bisa perhatian penuh dengan web ini, punya waktu luang, bisa memikirkan pengembangan web, ataupun menyempatkan diri untuk setidaknya menulis e-book, menulis kembali beberapa cerita islam, menambahkan text ke midi, baca - baca buku, bermain guitar bahkan kadang sampai terbentuk formasi nada.
Sekedar untuk diketahui, untuk mengisi sebuah rubrik paling tidak saya harus meluangkan waktu 1/2 sampai 1 jam, belum lagi jika harus nambah foto ataupun gambar, maka mesti mengeditnya dahulu. Review software kadang memakan waktu yang leeebih lama, kayak yang Damn Small Linux itu mesti nyoba - nyoba dulu sampai seminggu lebih. Ditambah lagi dengan tetek bengek iseng - iseng instalasinya dan software tambahannya, akhirnya bisa tambah berhari-hari lagi.
Sedangkan untuk menambah text ke midi, satu midi paling cepat memakan waktu 30 menit, itu sudah termasuk cepet banget. Bayangkan saja, yang pertama mesti cari midinya dulu di search engine, terus ngetik liriknya. Kalau tak hafal harus mendengarkan dari kaset/mp3. Bahkan pernah ampe 3 jam atau 4 jam untuk nambahin text tersebut ke dalam sebuah midi. Yach tapi juga namanya orang sudah terlanjur suka, he.. he.. he.. Akhirnya berhubung peminat serta feedback yang masuk sedikit, sementara ini midi karaoke baru-nya untuk koleksi pribadi saja. Kalau mesti upload saya kecapaian “usung - usung” filenya ke warnet, sudah capek-capek eh nggak ada gunanya :)).
Namun sekarang, saya sudah nggak bisa konsen 100% ke web lagi, karena harus ada yang dikerjakan, untuk bertahan hidup harus mengais - ngais rejeki yang disebarkan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga begitulah webnya kelihatan mangkrak. Tapi tak apalah, semoga seminggu sekali masih sempat menulis. Kalau tak sempat ya dua minggu sekali, atau sebulan sekali he.. he.. asal tidak setahun sekali saja.
Yang paling menyedihkan kalau sudah hampir sebulan tidak punya ide sama sekali untuk di tulis. Benar - benar kosong blong. Wah nulis apa ya? Kalau tidak punya materi alhasil seperti ini, tulisannya kemana - mana tidak ada ujung pangkalnya. Memang paling enak itu kalau habis jalan - jalan atau refresing. Idenya banyak yang keluar. Kayaknya sudah lama juga tidak jalan - jalan. Tapi mau jalan - jalan kemana ya? Kantongnya sedang tipis. Mendingan bersih - bersih rumah (baca=update web) semapunya saja.
6 Agu
Jika Damn Small Linux sudah terinstall dengan baik pada hardisk, dan agar produktivitas kita tidak menurun maka harus menginstall beberapa program tambahan. Yang berhasil saya install adalah paket OpenOffice.org 1.1.4, Mozilla serta saudaranya tuanya, yaitu Netscafe
Installasi OpenOffice.Org






Installasi Browser Mozilla
Hampir sama dengan proses instalasi Open Office, yaitu download sourcenya kemudian ekstrak dan install melalui bash. Maka browser mozilla akan terinstall ke dalam direktory /usr/local/mozilla/mozilla. Demikian juga dengan saudara tuanya Netscafe, tidak mengalami kendala untuk diinstall dalam DSL.
Netscafe dan Mozillapun Bisa Bersanding Mesra
Installasi Program Lain
Untuk instalasi program lainnya, saya belum pernah mencobanya, karena keterbatasan source programnya. Padahal kita tahu sendiri, kalau kebanyakan distro Linux sudah membundel semua programnya dalam CD. Sepengetahuan saya DSL masih belum mendukung program rpm.
Menambah Icon Pada Dekstop dan Menu Fluxbox
Nah sekarang langkah kita adalah menambahkan icon program yang baru kita install di Desktop dan Menu pada Klik Kanan Desktop. Maklumlah hanya KDE dan GNOME yang dibuatkan program icon oleh OpenOffice ataupun Mozilla. Sedangkan Lingkungan Kerja Fluxbox, terpaksa mesti kita buat sendiri.
Sebenarnya gambar icon dan link ke program pada Fluxbox terletak di
/home/{nama_login_anda}/.xtdesktop Gunakan Emelfm untuk membuka direktori tersebut. Ingat kembali bahwa pada lingkungan UNIX/LINUX tanda titik di depan xtdesktop menandakan bahwa direktory tersebut tersembunyi. Sehingga untuk memasuki direktori tersebut, ketik langsung direktorinya pada addressbar Emelfm.
Kemudian buat icon .gif ataupun .png yang akan ditampilkan di desktop. Untuk OpenOffice, gambar - gambar icon tinggal meng-copy dari /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/share/icons dan paste pada
/home/{nama_login_anda}/.xtdesktop.
Kemudian ketik contoh perintah dibawah pada program scite dan simpan dengan ekstention lnk pada
/home/{nama_login_anda}/.xtdesktop Samakan nama file icon dan file lnk untuk mempermudah manajemen. Ketik bagian yang berada di antara tanda sama dengan (tanda sama dengan tidak usah di tulis)
=====================OpenOfficeWriter.lnk================ table Icon Type: Program Caption: OpenOfficeWriter Command: /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/swriter Icon: .xtdesktop/swriter.png X: 294 Y: 99 end =========================================================
Nilai X: 294 , Y: 99 berfunsi sebagai penentu letak icon di desktop, tetapi anda tidak usah bingung, karena nanti letak icon tersebut bisa anda pindah secara manual. Untuk menampilkan icon yang telah buat Klik Kanan Desktop => Desktop => No Icon, kemudian ulangi kembali dengan Klik Kanan Desktop => Desktop => Icon Only maka icon-pun akan muncul. Jangan sekali - kali membuat kesalahn link icon, karena semua icom bisa tidak muncul di desktop.
Sedangkan perintah Command lainnya adalah
OpenOfficeDrawing adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/sdraw
OpenOfficeImpress adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/simpress
OpenOfficeMath adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/smath
OpenOfficeAdministrator Printer adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/spadmin
OpenOfficeFromTemplate adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/fromtemplate
OpenOfficeWeb adalah /usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/sweb
Mozilla adalah /usr/local/mozilla/mozilla
Daftar Program pada Fuxbox Menu terletak di
/home/{nama_login_anda}/.fluxbox/menu Perhatikan struktur programnya dan tambahkan program hasil instalasi tersebut ke dalam text. sebagai contoh, untuk memasukkan OpenOfficeWriter maka masukkan teks berikut
[exec] (OpenOfficeWriter) {/usr/local/OpenOffice.org1.1.4/program/swriter}
ke dalam submenu Office. Begitupun yang lainnya.
Akhirnya di dekstop dan Fluxbox Menu akan terdapat program kurang lebih seperti ini
Tampilan Icon Tambahan Pada Desktop
6 Agu
Masak nginstall Linux ber-GUI hanya butuh waktu lima menit? Mana mungkin? Ngejak guyon paling (=hanya bercanda ya?)Ya jelas mungkin, karena saya telah membuktikannya. Walaupun GUI-nya fluxbox saja sih. Jadi hanya dengan waktu lima menit Linuxpun sudah ada di PC kita. Eh.. tapi tunggu dulu, bukan distro Linux yang besar, namun meng-install Damn Small Linux yang artikelnya sudah saya tulis kemarin.
Untuk apa menginstall Damn Small Linux, padahal OpenOffice-nya saja tidak ada? Jangan salah dulu, ada juga OpenOffice-nya tetapi harus meng-install sendiri. Singkatnya, Damn Small Linux yang saya ceritakan kemarin di install di hardisk, setelah itu baru di install lagi OpenOffice.Org. Lengkap deh, sudah Linuxnya ringan banget, eh.. ada OpenOfficenya juga. Nah tambah asyik kan.
Buat yang sudah terlanjur menginstall Windows tak usah kuwatir karena bisa bersanding mesra dengan Windows bajakan anda (padahal ada juga yang ngasih upeti sama Mbah Bill :D). Nah mengenai proses installasi simak langkah - langkah di bawah ini, sedang installasi OpenOffice-nya, simak tulisan lain di homepage ini juga. Namun bagi yang “nggak mudeng” (=tidak tahu) tentang Damn Small Linux (DSL) baca dahulu artikel sebelum tulisan ini..
Langkah - langkah sebelum instalasi :
Namun saran saya bagi yang benar - benar belum pernah melakukan proses pemartisian, back-up dahulu data yang dianggap penting, atau panggil seorang yang telah terbiasa melakukan pemartisian hardisk, daripada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Langkah - langkah instalasi.

|
This script installs damnsmalllinux onto a hard disk. There are two options for full hard drive installation 1. Standard install is to uncompress the existing system 2. Enhanced uses Standard plus expands the system by A linux partition of at least 200MB size must be created Writing inode tables: done This filesystem will be automatically checked every 30 mounts or |
|
hda1 |
|
|
|
|
Dalam contoh diatas, hardisk dibagi menjadi partisi primary dan extended.
Partisi primari terdiri dari sebuah partisi saja dan di linux akan di kenal
dengan nama hda1, sedangkan partisi extended di bagi menjadi 3 buah partisi
yang akan di kenal dengan sebutan hda5, hda6 dan hda7. Jika partisi tersebut
terbaca oleh windows maka hda1 akan di kenal dengan nama drive C, hda5 dengan nama
drive D, hda6 menjadi drive E, dan hda7 menjadi drive F. Tetapi misalkan type partisi hda5
tersebut ext3/ext2 (type partisi linux), hda6 adalah swap (type partisi linux juga), dan partisi yang lain
adalah FAT/NTFS, maka dalam Windows hda1 akan terbaca sebagai drive C sedangkan hda7 akan
terbaca sebagai drive D. Sementara itu hda5 dan hda6 tidak terbaca oleh windows.
Dalam pemetaan device, di Linux akan di kenal beberapa istilah, diantarnya :
hda adalah IDE Primary Master
hdb adalah IDE Primary Slave
hdc adalah IDE Secondari Master
hdd adalah IDE Secondari Slave
sda adalah device SCSI pertama.
sdb adalah device SCSI kedua.
sedangkan,
hda1 adalah IDE Primary Master partisi pertama
hda2 adalah IDE Primary Master partisi kedua
hdb1 adalah IDE Secondary Master partisi pertama
hdb2 adalah IDE Secondary Master partisi kedua
begitu seterusnya.
Note : Di Install pada Komputer Pentium II 266 MHz. dengan Hardisk 2 Gb, CDROOM 8x, Ram 64 Mb. Singgle OS.
Komentar Terakhir