menebar SENYUM merajut UKHUWAH
2 Apr
2 Apr
Ayat – ayat Qur’ani, hadits – hadits Nabi dan doa – doa ringkas berikut ini dapat dibaca untuk menolak bala yang terjadi dan mengobati berbagai macam penyakit yang timbul dengan izin Allah Ta’ala. Disamping itu, kita perlu membiasakan diri melakukan amalan – amalan dan membaca dzikir – dzikir Ruqyah sebelum bala tersebut terjadi. Dan sebagai tambahan dalam pengobatan suatu penyakit tertentu, hendaknya seorang pengobat merujuk kembali kepada buku – buku atau referensi – referensi yang valid yang membahas hal tersebut.
A. Ayat – ayat Qur’ani (terdiri dari 64 ayat):
(1)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ • اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ • اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ • مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ • اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ • صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّاۤ لِّيْنَ • الفاتحة:١-٧
(1)Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan. (5) Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al-Fatihah:1-7)
(2)
الۤـمّۤ • ذٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ • الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ • وَالَّذِينَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِا ْلآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ • أُوْ لٰئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ • البقرة :١-٥
(1)Alif Laam Miim.(2) Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,(4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(5) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah: 1-5)
(3)
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ• البقرة : ٢٥٥
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah: 255)
(4)
لِلَّهِ ما فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِن تُبْدُواْ مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللّهُ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ • آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ • لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ • البقرة : ٢٨٤-٢٨٦
(284)Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(285) Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa):“Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al-Baqarah: 284-286)
(5)
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ • اۤل عمران : ٨٥
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak-lah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran : 85)
(6)
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ • فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ • اۤل عمران : ١٧٣ – ١٧٤
(173) (Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (174) Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Ali Imran : 173-174)
(7)
وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ • الأنعام : ١٧
Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (Al-An’am : 17)
(8)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ • الأعراف : ٥٤
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al-A’raf : 54)
(9)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً • الإسراء : ٨٢
Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al-Israa’ : 82)
(10)
قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَنَ أَيّاً مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً • وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَم يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيراً • الإسراء : ١١٠-١١١
(110) Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (111) Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (Al-Israa’ : 110-111)
76-89
1 Apr
Sudah lama memang saya tidak membaca buku. Membaca buku dalam artian membaca sampai selesai dan memahami isi buku yang telah di baca tadi. Kadang membaca buku cuma setengah buku habis itu tidak diteruskan. Bukannya malas sih, tetapi kalau sudah beraktivitas di depan komputer rasanya tidak ingin untuk beranjak dari tempat duduk dan melakukan aktivitas lainnya.
Alhamdulillah akhirnya setelah bersusah payah Buku karangan Said Hawwa yang berjudul Ar-Rasul Muhammad SAW bisa terbaca juga. Saat itu saya memang pingin pulang ke kampung halaman. Nah kebetulan di rumah tak ada komputer, akhirnya sebelum pulang singgah dulu di kontrakannya Mas Edy untuk cari – cari buku yang barangkali pantas untuk dibaca.
Akhirnya nemu juga buku Ar-Rasul karangan Said Hawwa itu. Dulu waktu saya masih SMU pernah membaca buku tersebut walau hanya sepintas. Bahkan fenomena – fenomena dalam al-Quran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan sekarang ini sempat saya ketik dengan mesin ketik manual untuk saya tempelkan pada dinding mading SMU. Cuman waktu itu membaca saja belum khatam , buku tersebut sudah diambil sama empunya.
Syukurlah kalau akhirnya sekarang bisa menyelesaikan buku tersebut. Memang seperti cerita, karena buku tersebut didukung dengan hadits – hadits nabi yang kuat dan banyak. Rasanya saya mau marah juga tatkala Nabi di zalimi sama orang – orang Quraisy dan sekutu – sekutunya. Kadang pingin nangis menbaca penderitaan yang seolah tiada akhir untuk menegakkan dien ini
Yang paling mengesankan bagi saya adalah yang ceritanya kurang lebih tatkala pada suatu malam Abu Bakar keluar rumah karena kelaparan, kalau – kalau ada berjumpa sesuatu yang bisa dimakan, karena seharian belum makan. Mendadak ketemu Umar yang juga keluar rumah, eh ternyata umar-pun juga seharian belum makan. Akhirnya keduanya berjalan dan bertemu dengan Nabi. Nabipun menanyakan perihal urusan kedua sahabat tersebut kenapa sampai larut malam masih di luar juga. Setelah kedua sahabat tadi menyampaikan perihal keluarnya mereka, Nabi-pun juga menyatakan hal serupa, bahkan Nabi sendiri perutnya di ganjal dengan batu karena lebih sehari perutnya belum berisi.
Ya.. Allah, begitu beratnya penderitaan pemimpin – pemimpin pada zaman dahulu. Yach kalau saya berfikir sekarang ini, ibaratnya Pak Agung Laksono yang ketua DPR keluar rumah karena kelaparan dan bertemu Pak Hidayat Nurwahid yang ketua MPR keluar rumah gara – gara kelaparan. Eh mendadak mereka ketemu dengan Pak SBY yang perutnya diganjal batu? Mungkinkah hal tersebut? Yang bisa menjawab hanya pemimpin – pemimpin kita tadi.
Bahkan pernah pula seorang sahabat complain sama Rasulullah, kenapa tidak seperti Kisra yang mempunyai tahta yang megah, sedang Rasulullah hanya memiliki bantal untuk menjamu tamunya, padahal Rasul sendiri adalah pemimpin kaum Arab. Tetapi rasul hanya menyatakan bahwa mereka hanya mendapatkan kesenangan di dunia sedangkan kita mengharapkan balasan akhirat.
Ini hanya contoh sedikit saja dari kehidupan Rasulullah. Masih banyak pelajaran dalam buku tersebut yang bisa kita petik hikmahnya. Saran saya adalah suatu kewajiban bagi kita yang muslim ini untuk membaca dan memamhami sejarah Rasul, karena Said Hawwa sendiri dalam buku tersebut juga menjelaskan beberapa hal yang kadang sering kurang kita mengerti.
1 Apr
“Hai Patrick, bagaimana rasa burger ubur – ubur baru ciptaanku ini? Lezat bukan?” Dengan suaranya yang kas SpongeBob bertanya pada shohib setianya Patrick. Dengan suara yang besar Petrick menjawab, “Iya SpongeBob, lezat sekali.” Kedua sahabat baik itu selalu menghiasi ruang kaca LaTivi hampir setiap pagi, sore dan malam. Bahkan cenderung tidak jelas waktu pemutarannya.
Komentar Terakhir