@GUSW’s Personal Sites

menebar SENYUM merajut UKHUWAH

Archive for Juni 7th, 2004

MS Windows telah menyediakan Windows Explorer untuk membaca pemetaan paritisi, file dan folder dalam Operating Sistemnya. Namun ada beberapa kelemahan di dalam Windows Explorer, salah satunya adalah terlalu repotnya untuk mengcopy file dari satu folder/drive ke folder/drive lainnya. Dengan tampilan dua jendela dan sebuah tampilan bercabang (tree view) akan memudahkan perkerjaan anda yang sering mengkopi file.

Keuntungan lainya adalah bentuknya yang mirip Windows Explorer mempercepat anda beradaptasi dengan explorer ini. Yang paling menakjubkan 2xExplorer berjalan lebih ringan dibandingkan Windows Explorer. Mungkin untuk Pentium 4 dan sejenisnya tidak terlalu signifikan kecepatannya, namun untuk Pentium - pentium kelas bawah kadang sering saya jumpai terlalu lambatnya Windows Explorer untuk browsing file.
Keuntungannya lagi yang bisa membuat anda tersenyum adalah software ini freeware atau tidak dipungut biaya. Instalasinyapun cukup mudah bahkan ada juga versi yang tidak usah diinstall.
Klik kanan pun mengambil dari klik kanan Windows Explorer

Kekurangan software ini yang saya rasakan adalah cuman icon yang kurang halus mengakibatkan kurang nyamannya bekerja dengan 2xExplorer.

Kunjungi http://www.netez.com/2xExplorer untuk mendapatkan Software dengan kapasitas +/- 800 kb ini. Tergantung Versinya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Info Software
  • Ada sebuah cerita menarik di awal kuliah. Aku lupa saat itu mau meminjam buku atau mengambil buku ya? Seingatku meminjam buku sih, tapi kayaknya mau mengambil buku. Entahlah sudah beberapa tahun yang lalu dan aku tidak akan membahas saat itu meminjam buku atau mengambil buku.. :), tetapi pasti - pastinya saja aku datang ke sebuah kontrakan akhwat.

    Ditumbuhi ilalang yang lebat dan tinggi disekitar kontrakan, maklumlah daerah ITS saat itu masih rawa - rawa, tetapi halamannya tertata walaupun tidak begitu rapi, membuat kontrakan mungil itupun tersembunyi dari pengamatan diluar. Suasana sunyi menggambarkan tidak adanya seorangpun dalam rumah tersebut. Pintu depan dan semua jendela tertutup rapat. Ditambah lagi kaca depannya ditutup karton. Tetapi karton itu tidak sepenuhnya menutup. Di sebelah pegangan pintu dibuatkan lobang berdiameter 10 cm-an, sehingga siapun (mungkin) bisa melihat ke dalam kontrakan, dan yang dari dalam lelusa mengamati kondisi di luar.

    “Assalamu’alaikum…” ucap salam sambil mengetok pintupun kulakukan. Satu kali tidak ada yang menjawab. Dua kali sama saja, dan tiga kali mestinya aku segera angkat kaki dari halaman rumah itu. Tetapi tidak…. tanpa sengaja (atau disengaja ya … :D)lewat lubang tersebut aku berkeinginan memastikan ada orangnya atau tidak. Tetapi “ups” aku segera tersadar tatkala ada tulisan mungil dibawah lubang tersebut. “COWOK/IKHWAN DILARANG KERAS INTIP - INTIP”…, hampir saja aku menjadi korban pengintipan.. kayaknya nich tidak hanya aku yang hampir menjadi “korban” lingkaran di tepi pegangan pintu itu, sampai - sampai mbak - mbaknya memberikan Warning. Sambil menepuk ubun - ubun kepala akupun tersenyum dan segera mengambil langkah seribu.

    Kecenderungan saat bertamu dan memastikan apakah si empunya rumah tersebut ada, pastinya sangat besar. Seingatku tentang adab bertamu adalah setelah 3 kali salam maka tamu harus segera angkat kaki. Tapi rasanya susah juga ya.. kita sudah jauh - jauh datang mau mendapatkan sesuatu, eh pulang dengan tangan hampa… :( Eman banget. Tetapi mengintip kontrakan lebih - lebih kontrakan ahwat adalah tidak seharusnya dilakukan. Namun jika aku melakukan justifikasi, tentu yang kurang tepat adalah lubang tersebut. Ngapain dikasih lubang? Di dekat pintu lagi. Dengan alasan apapun memberikan lubang kecil diantara penutup membuat tamu cenderung untuk melihat. Kalau untuk alasan penerangan ataupun alasan empunya kontrakan agar mudah mengintip keluar, barangkali akan lebih tepat jika diberi penutup kaca dari kain atau penutup kaca dari untaian nilon. Memang sih perlu merogoh kocek lebih, tapi demi kebaikan bersama apa salahnya.

    Jadi kalau ingin menangkap basah para pengintip tutup saja semua kaca depan dengan karton lantas kasih lobang kecil. Pasti deh antum akan banyak menangkap para pengintip… he.. he.. he.. Sayang saat itu aku orangnya pemalu (rasanya malu - maluin sih :) , jadi tidak berani berkomentar apa - apa. Semisal sekarang kalau ketemu pasti deh aku aku akan bertanya “Berhasil menangkap berapa pengintip ukhti ?”

    Surabaya 7 Juni 2004 pk 1:59

  • 0 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Pesan


    Pagi
    Selamat Pagi :) ada kejutan nih...

    gigih arif
    mas, gimana sih cara meningkatkan traffict web? k...

    niex
    Asw. wah sdh lama ga mampir...banyak cerita baru d...

    hasan
    mas. bisa ga. kirimin softwarenya ke alamat email ...

    DOERY
    mas tolong bantuin nich… flas disk saya merk pro...

    Kalender

    Juni 2004
    S S R K J S M
    « Jul   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930